Kasus TPPO adalah fenomena gunung es. Sindikat perdagangan orang makin lihai memanfaatkan celah hukum dan teknologi. Para calo terus eksis, sedangkan negara tidak mampu membendung pengiriman pekerja ilegal. Ini tidak sekadar kelalaian administratif atau kelemahan penegakan hukum, melainkan potret mandulnya perlindungan negara.
Kategori: Afkar
[Editorial] Peringatan Maulid Nabi ﷺ, Jangan Cuma Basa-basi
Setiap Rabiulawal, umat Islam dunia memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Namun, dari Maulid ke Maulid, kondisi umat Islam justru kian menjauh dari apa yang Rasul ajarkan hingga mereka kehilangan predikat sebagai umat terbaik dan pemimpin peradaban. Apa yang semestinya dilakukan agar peringatan Maulid menjadi jalan untuk membangkitkan kembali umat Islam?
Ceuta dan Krisis Politik Dunia Islam: Ketika Laut Menjadi Jalan Keluar dari Negeri Sendiri
Puluhan ribu penduduk Maroko berbondong-bondong menuju Ceuta, Spanyol pada akhir Juli 2026. Peristiwa ini bukan sekadar persoalan migrasi ilegal dari Maroko menuju Eropa, tetapi memperlihatkan persoalan struktural di dunia Islam. Mengapa banyak orang dari negeri-negeri muslim migrasi ke Eropa?
Quo Vadis Universitas Republik Indonesia?
Di tengah banyaknya kampus yang kekurangan mahasiswa dan minim dukungan, pendirian kampus Universitas Republik Indonesia (URI) dinilai hanya akan menjadikan birokrasi makin gemuk dan tentu saja menghamburkan uang negara. Lantas pertanyaannya, quo vadis URI?
Kebakaran Kapal Penumpang, Ironi Negara Bahari
Kecelakaan KMP Mutiara Sentosa II bukanlah kasus pertama. Ini mengindikasikan lemahnya ketaatan perusahaan transportasi laut, serta kurangnya pengawasan negara pada keselamatan penumpang. Hadirnya pemain swasta dalam layanan transportasi laut membuat sektor tersebut kental dengan paradigma bisnis. Keselamatan penumpang pun kerap menjadi taruhan.
Tragedi Yurizal, Potret Nirempati Nakes di Balik Borok Sistem Kesehatan Kapitalistik
Kasus Yurizal layaknya gunung es. Keluhan mengenai waktu tunggu yang lama, fasilitas yang tidak memadai, hingga dugaan diskriminasi terhadap pasien BPJS masih terjadi. Akar persoalannya tidak dapat dilepaskan dari paradigma sekuler kapitalistik yang memandang kesehatan melalui mekanisme ekonomi.
Catatan Rekomendasi KUII 2026: Umat Butuh Syariat Kafah, Bukan Modifikasi Sistem Sekuler dengan Label Islami
Ada persoalan mendasar yang perlu dikaji: apakah penerapan nilai-nilai Islam di dalam kebijakan negara yang secara keseluruhan masih berjalan dalam kerangka sistem sekuler kapitalistik dapat dianggap sebagai penerapan syariat Islam?
Penurunan Angka Kemiskinan dan Realitas Pahit Kesejahteraan
Penurunan angka kemiskinan terlihat seolah-olah sebagai data yang menggembirakan. Sebaliknya, realitas kesejahteraan masyarakat makin turun. Utak-atik angka kemiskinan adalah sebuah keniscayaan dalam sistem kapitalisme. Namun, borok yang menyebabkan kemiskinan dibiarkan tetap menganga.
Ironi Indeks Kesalehan dalam Proyek Moderasi
Indeks Kesalehan Umat Beragama 2025 naik signifikan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal berbeda. Lalu, kesalehan seperti apa yang sedang diukur? Standar siapa yang dipakai? Mungkinkah sebuah bangsa disebut makin saleh, sedangkan perilakunya makin amoral?
Pengintegrasian Pajak dan Zakat dalam Pandangan Islam
MUI mendesak pemerintah untuk mengubah skema regulasi integrasi zakat dan pajak di Indonesia. Dalam proses integrasi, saat ini masih dalam skema zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak (tax deduction), bukan langsung mengurangi nominal pajak yang harus dibayarkan (tax credit). Apakah konsep integrasi zakat dan pajak disyariatkan dalam Islam?
Narkoba Menggeroggoti Generasi, Islam Satu-Satunya Solusi
Survei BNN-BRIN-BPS (2023) menunjukkan sekitar 903.600 remaja usia 15–24 tahun tercatat sebagai pengguna narkoba. Meski negara telah melakukan program edukasi dan rehabilitasi, upaya itu belum menyentuh akar masalah.
Kasus Nakes Merundung Pasien BPJS, Bukti Nirempatinya Sistem Kesehatan Kapitalistik
Kasus perundungan SDMK yang dilakukan di media sosial tidak seharusnya dipandang sebagai krisis empati SDMK semata. Pandangan mendalam harus diarahkan pada realitas layanan kesehatan saat ini.
