Fenomena lipstick effect bersanding dengan kemudahan belanja online dan fasilitas paylater. Alih-alih menjadi solusi, cicilan paylater dan bunganya justru menggerogoti gaji. Belanja yang diniatkan untuk healing akhirnya berujung pusing.
Kategori: Ekonomi
Antrean BBM di Sulawesi, Negara Menyusahkan Rakyat?
Antrean BBM di Sulawesi kerap terjadi dan terulang lagi. Penyebabnya adalah masalah yang jauh lebih mendalam daripada sekadar kendala distribusi teknis. Krisis berulang ini adalah bukti nyata dari kebijakan negara yang “menyusahkan rakyat” akibat pergeseran fungsi pelayanan menjadi paradigma bisnis.
Balada Pangan Mahal di Tengah Klaim Keberhasilan Swasembada
Di tengah klaim capaian swasembada, realitas di pasar justru menunjukkan kenaikan harga pangan. Swasembada tidak menjamin bahwa pangan tersedia dengan harga murah dan merata di seluruh wilayah. Masyarakat di berbagai daerah tetap menghadapi tingginya harga pangan.
Polemik Data Kemiskinan: Antara Standar Global, Realitas Nasional, dan Solusi Islam
Penulis: Chusnatul Jannah Muslimah News, FOKUS —Bank Dunia merilis data kemiskinan di Indonesia melalui laporan Macro Poverty Outlook edisi April 2026. Dalam laporan itu, disebutkan
Anggaran BNPB Turun, Keselamatan Rakyat Ada di Urutan Prioritas Keberapa?
Anggaran BNPB sejak 2020 sampai 2026 menurun drastis. Hal ini menjadi tanda melemahnya ruang fiskal lembaga yang bertanggung jawab atas koordinasi penanggulangan bencana. Efisiensi seharusnya tidak menghilangkan kemampuan negara untuk menjalankan fungsi perlindungan.
[Diskusi WAG] Rekening Massal: Inklusi Keuangan, Kepentingan Politik atau Target Global?
Pemberian rekening massal menimbulkan polemik sekaligus dugaan tujuan politik. Program ini merupakan bagian dari agenda kapitalisme global melalui PBB dan Bank Dunia, dengan sasaran negara berkembang berpenduduk besar.
Krisis Sistemis di Balik Fenomena Work-Life Balance, Gen Z Butuh Solusi Islam
Memilih untuk menjalani hidup work-life balance merupakan respons yang muncul bukan hanya dari rasa lelah, tetapi juga skeptisme terhadap makna kesejahteraan. Ini membutuhkan telaah kritis sistemis. Sistem yang tegak saat ini mengarahkan struktur kerja yang eksploitatif.
Nganggur atau Bekerja, Sulit Sejahtera Tanpa Islam Kafah
Dalam sistem saat ini, bekerja dengan upah di atas UMR/UMP tidak otomatis menjadikan keluarga bisa hidup sejahtera. Selain membiayai hidup sehari-hari, mereka juga menghadapi ketidakpastian kontrak kerja dan ancaman PHK. Ditambah adanya ragam pajak, serta biaya kesehatan dan pendidikan, semua menjadi tekanan ekonomi keluarga (economic insecurity). Apalagi bagi mereka yang menganggur, tentu masalah yang dihadapi akan lebih berat lagi. Lantas bagaimana solusinya?
Karhutla Berulang, Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis
Karhutla menyebabkan krisis kesehatan dan sosial. Ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak merupakan kelompok rentan terdampak karhutla. Mereka menanggung beban berlapis. Sungguh, kapitalisme adalah sistem yang destruktif.
Polemik Desil, Saat Kemiskinan Dipandang Relatif
Penetapan desil masih berpolemik. Status desil memengaruhi akses warga terhadap berbagai program bantuan pemerintah. Pada saat yang sama, kemiskinan adalah PR sistem kapitalisme. Lantas, bagaimana solusinya menurut Islam?
Menata Ulang Sistem Moneter, Saatnya Mengembalikan Uang pada Fungsi Asalnya
Krisis ekonomi yang terjadi berulang seyogianya mendorong masyarakat untuk tidak sekadar bertanya tentang kebijakan apa yang harus dilakukan ketika krisis terjadi, melainkan juga perlu bertanya, apakah desain sistemnya sendiri sudah tepat?
Polemik Desil: Saat Angka Menjadi Penentu Kesejahteraan
Banyak warga mengeluhkan salah klasifikasi, yakni dimasukkan ke desil tinggi, padahal tingkat hidup masih pas-pasan. Isu ini menjadi polemik karena peringkat desil digunakan untuk menentukan hak seseorang untuk menerima berbagai program pemerintah, baik berupa subsidi maupun bantuan sosial. Bagaimana pandangan Islam?
