Apabila kita beribadah secara total serta memperjuangkan agama Allah Swt., niscaya kelak akan dimasukkan ke surga dengan diberi rezeki tanpa terhitung banyaknya. Oleh karenanya, kesabaran dalam berjuang menegakkan agama Allah Swt. harus makin meningkat.
Kategori: Telaah Kitab
[Politisi Transformatif] Mematangkan Emosi (Bagian 1/4)
Seorang muslim yang memahami hakikat hidupnya di dunia dengan benar akan memahami betapa kematangan emosi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap aktivitasnya selaku hamba Allah Taala. Ini karena emosi juga dilekatkan dalam diri manusia tatkala Allah Swt. menciptakan manusia. Emosi juga menjadi bagian dari potensi hidup manusia.
[Politisi Transformatif] Melejitkan Valensi Diri (Bagian 3/3)
Musibah, kesengsaraan, dan ujian tidak akan menimpa kita, kecuali apa yang ditetapkan oleh Allah kepada kita. Hadapilah semua itu dengan kesabaran. Yakinlah bahwa semua itu merupakan yang terbaik bagi kita. Namun, walaupun demikian, kita harus berusaha menghindarinya.
[Politisi Transformatif] Melejitkan Valensi Diri (Bagian 2/3)
Menjadi seorang ahli ibadah, dalam arti ibadah mahdhah, jelas membutuhkan banyak persiapan. Mulai dari persiapan pemahaman tentang makna ibadah itu sendiri, sampai persiapan agar mampu menghadapi berbagai rintangan dan cobaannya.
[Politisi Transformatif] Melejitkan Valensi Diri (Bagian 1/3)
Valensi adalah nilai diri yang berintikan pada kompetensi atau keunggulan diri sebagai hamba Allah Taala. Valensi dibangun dari sejumlah potensi hidup yang secara fitrah telah dilekatkan Allah saat penciptaan manusia. Bagaimana caranya?
[Politisi Transformatif] Mengenali Potensi: Memahami Hakikat Diri (Bagian 7/7)
Sesungguhnya hidup seorang muslim adalah hidup dengan misi yang agung, hidup yang terarah dan mantap, serta hidup yang bermutu tinggi dengan keyakinan akan kegemilangan hidup hakiki yang abadi di akhirat kelak.
[Politisi Transformatif] Mengenali Potensi: Memahami Hakikat Diri (Bagian 6/7)
Jawaban atas tiga pertanyaan mendasar harus pasti benar. Jawaban yang pasti benar hanya mungkin didapat apabila bersumber dari sesuatu yang pasti benar juga. Itulah Al-Qur’an yang autentik merupakan wahyu Allah Swt. sehingga semua yang dikatakan Al-Qur’an pasti benar.
[Politisi Transformatif] Mengenali Potensi: Memahami Hakikat Diri (Bagian 5/7)
Islam menjelaskan bahwa di antara fase sebelum kehidupan dunia dengan fase kehidupan dunia terdapat dua hubungan. Pertama, hubungan penciptaan (shilatu al-khalqi), yakni bahwa Allah Swt. adalah pencipta. Kedua, hubungan perintah dan larangan (shilatu al-awamir wa al-nawahi), yakni bahwa Allah Swt. tidak sekadar pencipta, tetapi juga pemberi perintah dan larangan kepada manusia.
[Politisi Transformatif] Mengenali Potensi: Memahami Hakikat Diri (Bagian 4/7)
Allah Swt. berfirman bahwa manusia akan membaca catatan amalnya sendiri selama hidup di dunia. Setelah itu manusia akan digiring ke tempat di mana timbangan amal perbuatannya diletakkan. Setelah tahapan ini selesai, manusia akan dimasukkan ke dalam neraka atau surga.
[Politisi Transformatif] Mengenali Potensi: Memahami Hakikat Diri (Bagian 3/7)
Beribadah kepada Allah Swt. merupakan misi hidup manusia di dunia menurut Islam. Inilah hakikat hidup manusia di dunia dan ini pula yang wajib menjadi landasan segala kiprahnya. Aktualisasi ibadah terwujud ketika seorang muslim mengikatkan dirinya dengan hukum-hukum syarak dalam segala aktivitasnya.
[Politisi Transformatif] Mengenali Potensi: Memahami Hakikat Diri (Bagian 2/7)
Jawaban Islam terhadap Al-Uqdatu al-Kubro bersumber dari Al-Qur’an dan sunah. Keduanya merupakan wahyu yang diturunkan Allah Swt. melalui Rasulullah Muhammad saw. sebagai petunjuk hidup. Jawaban Islam memuaskan akal dan menenteramkan jiwa yang berarti sesuai dengan fitrah penciptaan manusia.
[Politisi Transformatif] Mengenali Potensi: Memahami Hakikat Diri (Bagian 1/7)
Allah Swt. telah memberikan bekal dan potensi pada diri manusia berupa daya pikir (akal) dan fitrah yang melekat pada manusia sejak ia diciptakan oleh Allah Taala. Semua bekal ini semestinya bisa digunakan dengan sebaik-baiknya agar manusia dapat memahami hakikat hidupnya di dunia.
