[Tafsir Al-Qur’an] Derita Kaum Kafir pada Hari Kiamat (Tafsir QS Al-Muddatstsir [74]: 8—16 (Bagian 2/2)

Hari Kiamat pasti terjadi. Saat itu, orang-orang kafir mengalami kesulitan, kesusahan, dan kesengsaraan luar biasa. Berbeda dengan orang-orang mukmin yang mendapatkan kemudahan, kesenangan, dan kenikmatan.

Selengkapnya

Share

[Tafsir Al-Qur’an] Keanehan Berpikir Orang Kafir (Tafsir QS Qaf [50]: 1—3)

Pengingkaran orang-orang kafir terhadap penghidupan kembali manusia yang sudah mati adalah akibat kesalahan berpikir. Mereka menyamakan kekuasaan Zat Yang Maha Kuasa terhadap segala sesuatu dan Maha Sempurna dalam semua perkara, dengan kekuasaan hamba yang fakir dan lemah dalam semua aspeknya.

Selengkapnya

Share

[Tafsir Al-Qur’an] Kewajiban Mensyukuri Nikmat (QS Adh-Dhuha [93]: 1—11)

Surah yang dibahas ini memberikan penjelasan tentang manifestasi syukur. Terhadap anak-anak yatim, harus bersikap baik; tidak boleh bertindak zalim/sewenang-wenang dan mengambil haknya. Terhadap para peminta yang fakir lagi membutuhkan, tidak boleh berkata dan bersikap kasar, membentak, dan menghardik sehingga menyakiti perasaan mereka.

Selengkapnya

Share

[Tafsir Al-Qur’an] Tuduhan Palsu Kaum Musyrik terhadap Al-Qur’an (Tafsir QS Al-Ahqaf [46]: 8)

Ayat ini mengabarkan tentang sikap kaum kafir terhadap Al-Qur’an. Sikap dasar mereka adalah menolak dan mengingkari Al-Qur’an padahal kebenaran Al-Qur’an tampak jelas di hadapan mereka. Tidak cukup menolak, mereka pun melontarkan tuduhan palsu terhadap Al-Qur’an.

Selengkapnya

Share

[Tafsir Al-Qur’an] Perjalanan Hidup Manusia (Tafsir QS ‘Abasa [80]: 17—23)

Ayat-ayat yang dibahas ini mengingatkan kepastian datangnya kematian. Setelah menjalani kehidupan, fase yang pasti dialami manusia adalah kematian. Tidak ada seorang pun dapat menghindarkan diri kejadian ini. Di mana pun manusia berada, bahkan sekalipun berada dalam benteng yang kokoh, kematian tetap akan menjumpai dirinya.

Selengkapnya

Share