Banjir besar melanda tiga provinsi di Sumatra. Generasi juga tengah mengalami musibah berupa rusaknya kehidupan mereka. Hal apa yang bisa kita petik dari kondisi ini? Apa solusi Al-Qur’an atas semua itu?
Kategori: TafsirAlQuran
[Tafsir Al-Qur’an] Derita Kaum Kafir pada Hari Kiamat (Tafsir QS Al-Muddatstsir [74]: 8—16 (Bagian 2/2)
Hari Kiamat pasti terjadi. Saat itu, orang-orang kafir mengalami kesulitan, kesusahan, dan kesengsaraan luar biasa. Berbeda dengan orang-orang mukmin yang mendapatkan kemudahan, kesenangan, dan kenikmatan.
[Tafsir Al-Qur’an] Derita Kaum Kafir pada Hari Kiamat (Tafsir QS Al-Muddatstsir [74]: 8—16 (Bagian 1/2)
Ayat-ayat sebelumnya menyampaikan sejumlah seruan yang ditujukan kepada Nabi (saw.). Kemudian ayat ini beralih ke tema lainnya, memberikan penjelasan dan ancaman kepada orang-orang yang celaka.
[Tafsir Al-Qur’an] Keanehan Berpikir Orang Kafir (Tafsir QS Qaf [50]: 1—3)
Pengingkaran orang-orang kafir terhadap penghidupan kembali manusia yang sudah mati adalah akibat kesalahan berpikir. Mereka menyamakan kekuasaan Zat Yang Maha Kuasa terhadap segala sesuatu dan Maha Sempurna dalam semua perkara, dengan kekuasaan hamba yang fakir dan lemah dalam semua aspeknya.
[Tafsir Al-Qur’an] Seruan kepada Rasulullah saw. pada Awal Kenabian (Tafsir QS Al-Muddatstsir [74]: 1—7 Bagian 3/3)
Awal surah ini merupakan perintah untuk bersabar karena Allah Taala, yakni bersabar terhadap semua perintah dan larangan-Nya, termasuk menjalankan perintah dakwah dan menyampaikan risalah. #TafsirAlQuran
[Tafsir Al-Qur’an] Seruan kepada Rasulullah Saw. pada Awal Kenabian (Tafsir QS Al-Muddatstsir [74]: 1—7 Bagian 2/3)
Larangan kepada Nabi saw. agar tidak taat kepada orang-orang kafir dan munafik maksudnya adalah perintah untuk terus-menerus meninggalkan berhala dan perbuatan buruk tersebut.
[Tafsir Al-Qur’an] Seruan kepada Rasulullah Saw. pada Awal Kenabian (Tafsir QS Al-Muddatstsir [74]: 1—7 Bagian 1/3)
Dalam surah Al-Muddatstsir ini Rasulullah saw. diperintahkan untuk menyampaikan peringatan kepada manusia. Adapun perkara yang diperingatkan adalah hari kiamat.
[Tafsir Al-Qur’an] Tafsir Al-Qur’an Tematik: Beda “Imra’ah, Zaujah, Shahibah” dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an menggunakan ketiga lafaz: imra’ah, zaujah, dan shahibah. Akan tetapi, apa konotasi masing-masing sama? Atau berbeda?
[Tafsir Al-Qur’an] Kewajiban Mensyukuri Nikmat (QS Adh-Dhuha [93]: 1—11)
Surah yang dibahas ini memberikan penjelasan tentang manifestasi syukur. Terhadap anak-anak yatim, harus bersikap baik; tidak boleh bertindak zalim/sewenang-wenang dan mengambil haknya. Terhadap para peminta yang fakir lagi membutuhkan, tidak boleh berkata dan bersikap kasar, membentak, dan menghardik sehingga menyakiti perasaan mereka.
[Tafsir Al-Qur’an] Tuduhan Palsu Kaum Musyrik terhadap Al-Qur’an (Tafsir QS Al-Ahqaf [46]: 8)
Ayat ini mengabarkan tentang sikap kaum kafir terhadap Al-Qur’an. Sikap dasar mereka adalah menolak dan mengingkari Al-Qur’an padahal kebenaran Al-Qur’an tampak jelas di hadapan mereka. Tidak cukup menolak, mereka pun melontarkan tuduhan palsu terhadap Al-Qur’an.
[Tafsir Al-Qur’an] Perjalanan Hidup Manusia (Tafsir QS ‘Abasa [80]: 17—23)
Ayat-ayat yang dibahas ini mengingatkan kepastian datangnya kematian. Setelah menjalani kehidupan, fase yang pasti dialami manusia adalah kematian. Tidak ada seorang pun dapat menghindarkan diri kejadian ini. Di mana pun manusia berada, bahkan sekalipun berada dalam benteng yang kokoh, kematian tetap akan menjumpai dirinya.
[Tafsir Al-Qur’an] Jangan Mengkhianati Amanah! (Tafsir QS Al-Anfal [8]: 27)
Rasulullah saw. mencela orang yang mengkhianati amanah. Demikian tercelanya hingga mengkhianati amanah merupakan salah satu ciri orang munafik.
