Aksi walk out massal dilakukan oleh sejumlah besar delegasi negara, termasuk Indonesia, saat gembong Zion*s Netanyahu hendak menyampaikan pidatonya dalam Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB pada September 2026. Namun, alih-alih terpojok, Netanyahu justru menyindir mereka sebagai pengecut moral. Kok bisa?
Kategori: Editorial
[Editorial] Bongkar Pasang Kabinet, Cermin Rapuhnya Fondasi Kekuasaan Berparadigma Sekuler
Fenomena bongkar pasang atau perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo telah terjadi sebanyak enam kali dalam kurun waktu kurang dari dua tahun masa pemerintahannya. Berbagai alasan disampaikan, tetapi semuanya kental dengan kepentingan menjaga hegemoni kapitalis dalam lingkaran kekuasaan. Mengapa semua ini bisa terjadi?
[Editorial] Jangan Lupakan Gaza!
Di tengah memanas dan meluasnya konflik politik Timur Tengah, bencana karhutla yang belum usai, disusul tenggelamnya Kapal Virgo di Laut Jawa yang memakan banyak korban, saudara-saudara kita di Gaza dan Palestina nyaris kehilangan panggung pemberitaan dunia. Padahal, krisis kemanusiaan yang terjadi di sana kian hari kian mengerikan dan kezaliman yang dilakukan tentara pendudukan benar-benar makin di luar nalar. Kita harus bagaimana?
[Editorial] Sampai Kapan Rakyat Jadi Tumbal “Proyek Basah” MBG?
Awal September ini, setidaknya ada 2.000-an korban baru kasus keracunan MBG yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Alhasil, total korban sejak program ini diluncurkan mencapai 50 ribu orang! Banyaknya kasus menunjukkan bahwa problem yang terjadi bukan semata teknis administratif. Namun, mengapa pemerintah ngotot proyek ini dilanjutkan?
[Editorial] Demo Kisruh (Lagi), Rakyat Jangan Mau Terus Dipecah Belah
Demonstrasi besar di depan Gedung DPR RI pada 27-8-2026 di Jakarta, berakhir ricuh. Satu orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Namun, kejadian seperti ini bukan yang pertama. Dorongan pragmatisme membuat aksi-aksi menuntut perubahan dengan mudah dibajak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bagaimana seharusnya?
[Editorial] Bencana Bertubi-tubi, Rakyat Bertahan Sendiri, Negara Gagap Mitigasi
Ada pola yang sama saat bencana terjadi, yakni yang pertama kali turun menolong rakyat bukan negara atau penguasa, melainkan warga! Pertanyaannya, ada apa dengan penguasa kita hingga rakyat seolah dipandang sebelah mata?
[Editorial] Peringatan Maulid Nabi ﷺ, Jangan Cuma Basa-basi
Setiap Rabiulawal, umat Islam dunia memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Namun, dari Maulid ke Maulid, kondisi umat Islam justru kian menjauh dari apa yang Rasul ajarkan hingga mereka kehilangan predikat sebagai umat terbaik dan pemimpin peradaban. Apa yang semestinya dilakukan agar peringatan Maulid menjadi jalan untuk membangkitkan kembali umat Islam?
[Editorial] Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Quo Vadis Indonesia?
Indonesia diklaim sudah 81 tahun merdeka. Masyarakat pun merayakannya dengan penuh euforia di tengah kondisi bangsa yang masih jauh dari kata berdaulat, adil, dan makmur sejahtera. Sudahkah bangsa ini benar-benar merdeka? Ke mana kemerdekaan ini hendak dibawa?
[Editorial] Refleksi KUII, Saatnya Umat Bersatu di Bawah Kepemimpinan Syariat
Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII sudah selesai dilaksanakan. Ada 12 rekomendasi yang dihasilkan dan disebut sebagai Taujihat Amanat untuk Umat, Bangsa, dan Negara. Pertanyaannya, mampukah taujihat ini menyolusi berbagai persoalan yang membelit bangsa? Ataukah nasibnya akan sama dengan hasil-hasil KUII sebelumnya?
[Editorial] Politik Populisme, Tidak Layak Dipertahankan
Politik populisme merupakan kelaziman dalam sistem sekuler demokrasi kapitalisme neoliberal. Ia berkelindan dengan paradigma kekuasaan yang dipandang sebatas alat untuk meraih keuntungan materi. Tidak heran jika politik ini dipenuhi drama kerakusan, sedangkan rakyat menjadi pihak yang selalu dikorbankan. Lantas, layakkah sistem seperti ini dipertahankan?
[Editorial] Kampus Darurat Kekerasan S*ksual, Butuh Koreksi Total Sistem Pendidikan!
Wajah dunia pendidikan tinggi kembali tercoreng dengan munculnya kembali kasus-kasus kekerasan s*ksual di beberapa kampus favorit. Apa yang tengah terjadi hingga lembaga yang semestinya menjadi laboratorium peradaban tempat mencetak para pemimpin dan negarawan tidak luput dari kerusakan?
[Editorial] Kasus Megakorupsi dan Praktik Politik Saling Sandera Antarlembaga Negara
Masyarakat kembali disuguhi drama politik penangkapan koruptor. Seorang jampidsus yang selama ini dikenal sebagai “algojo” kasus megakorupsi, ternyata justru terindikasi menjadi pelakunya. Banyak pengamat menilai kasus ini sarat politisasi sehingga ujungnya akan terjadi kompromi-kompromi. Seperti apa dan mengapa bisa terjadi?
