Krisis Ekologi dan Karhutla, Kapitalisme Penyebab dan Akar Strukturalnya

Karhutla di Indonesia bukan semata-mata persoalan bencana alam, seperti kemarau dan kekeringan. Namun, terkait erat dengan regulasi struktural dalam mengatur penguasaan dan pemanfaatan lahan. Regulasi struktural lebih mengedepankan nilai ekonomi dan membiarkan masyarakat menanggung kerusakan akibat karhutla.

Selengkapnya

Share

Tokoh Muslimah: Karhutla Berulang, Akar Masalah Harus Dituntaskan

Karhutla yang terus berulang menunjukkan persoalan yang belum tuntas. Para tokoh muslimah menilai, akar masalahnya perlu diselesaikan secara menyeluruh, yakni dengan penerapan sistem Islam dalam pengelolaan alam demi kemaslahatan masyarakat. Berikut pandangan mereka.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Pengamat: Kapitalisme-Demokrasi Biang Keladi Karhutla Meluas yang Mengancam Kesehatan Publik

Tokoh muslimah Riau sekaligus pengamat kebijakan publik Dr. Rini Syafri menyampaikan, karhutla bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan dampak langsung dari sistem ekonomi dan politik yang korup. “Kapitalisme-demokrasi adalah biang keladi karhutla meluas yang berdampak nyata mengancam kesehatan publik,” ucapnya.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Karhutla Mengganggu Hak Pendidikan Siswa, Pemerhati: Negara Tidak Mampu Mengelola Pencegahan

Pemerhati pendidikan dan remaja Diansyah Novi Susanti, S.Pt. menerangkan, di balik kerugian ekologis dan ekonomi yang masif akibat, ada korban paling rentan yang kerap dikorbankan, yakni hak para siswa atas pendidikan dan kesehatan fisiknya. Berikut penjelasannya.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Pemerhati: Karhutla Berulang, Buah Tata Kelola Kapitalistik

Pemerhati kebijakan publik Maiyesni Kusiar, M.Si., menyatakan, karhutla yang terus berulang menunjukkan bahwa akar persoalannya bukan sekadar lemahnya penanganan kebakaran, tetapi tata kelola kapitalistik yang menempatkan hutan dan sumber daya alam sebagai komoditas ekonomi.

Selengkapnya

Share

[Editorial] Bencana Bertubi-tubi, Rakyat Bertahan Sendiri, Negara Gagap Mitigasi

Ada pola yang sama saat bencana terjadi, yakni yang pertama kali turun menolong rakyat bukan negara atau penguasa, melainkan warga! Pertanyaannya, ada apa dengan penguasa kita hingga rakyat seolah dipandang sebelah mata?

Selengkapnya

Share