Karhutla di Indonesia bukan semata-mata persoalan bencana alam, seperti kemarau dan kekeringan. Namun, terkait erat dengan regulasi struktural dalam mengatur penguasaan dan pemanfaatan lahan. Regulasi struktural lebih mengedepankan nilai ekonomi dan membiarkan masyarakat menanggung kerusakan akibat karhutla.
Tag: karhutla
[Kabar] Aktivis: Empat Cara Memutus Siklus Karhutla
Aktivis muslimah sekaligus pakar ekonomi Islam Nida Saadah, S.E., Ak., M.E.I., menyatakan, setidaknya ada empat cara memutus siklus karhutla. Berikut uraiannya.
Karhutla Meluas hingga Menelan Korban Jiwa, Akumulasi Kejahatan Negara Korporasi?
Karhutla makin meluas dan menelan korban jiwa. Terus berulang dan meluasnya karhutla erat kaitannya dengan ulah korporasi serta izin pemerintah. Karhutla adalah akumulasi kejahatan negara korporasi.
Tokoh Pelajar: Karhutla Mengganggu Proses Belajar, Penanganan Kurang Responsif
Asap karhutla dirasakan para pelajar di Kalimantan sangat mengganggu proses belajar. Mereka menilai penanganan yang dilakukan negara kurang responsif terhadap karhutla. Berikut pandangannya.
Tokoh Muslimah: Karhutla Berulang, Akar Masalah Harus Dituntaskan
Karhutla yang terus berulang menunjukkan persoalan yang belum tuntas. Para tokoh muslimah menilai, akar masalahnya perlu diselesaikan secara menyeluruh, yakni dengan penerapan sistem Islam dalam pengelolaan alam demi kemaslahatan masyarakat. Berikut pandangan mereka.
[Kabar] Pengamat: Kapitalisme-Demokrasi Biang Keladi Karhutla Meluas yang Mengancam Kesehatan Publik
Tokoh muslimah Riau sekaligus pengamat kebijakan publik Dr. Rini Syafri menyampaikan, karhutla bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan dampak langsung dari sistem ekonomi dan politik yang korup. “Kapitalisme-demokrasi adalah biang keladi karhutla meluas yang berdampak nyata mengancam kesehatan publik,” ucapnya.
[Kabar] Karhutla Mengganggu Hak Pendidikan Siswa, Pemerhati: Negara Tidak Mampu Mengelola Pencegahan
Pemerhati pendidikan dan remaja Diansyah Novi Susanti, S.Pt. menerangkan, di balik kerugian ekologis dan ekonomi yang masif akibat, ada korban paling rentan yang kerap dikorbankan, yakni hak para siswa atas pendidikan dan kesehatan fisiknya. Berikut penjelasannya.
Karhutla Berulang, Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis
Karhutla menyebabkan krisis kesehatan dan sosial. Ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak merupakan kelompok rentan terdampak karhutla. Mereka menanggung beban berlapis. Sungguh, kapitalisme adalah sistem yang destruktif.
[Kabar] Pemerhati: Karhutla Berulang, Buah Tata Kelola Kapitalistik
Pemerhati kebijakan publik Maiyesni Kusiar, M.Si., menyatakan, karhutla yang terus berulang menunjukkan bahwa akar persoalannya bukan sekadar lemahnya penanganan kebakaran, tetapi tata kelola kapitalistik yang menempatkan hutan dan sumber daya alam sebagai komoditas ekonomi.
[Kabar] Pemerhati: Sesak Melihat Rakyat Menghirup Asap
Menyikapi karhutla yang berulang dan makin meluas, pemerhati kebijakan kesehatan dr. Arum Harjanti mengaku prihatin. “Sungguh membuat sesak melihat rakyat terpaksa kembali menghirup asap akibat karhutla. Mirisnya, negara abai terhadap kesehatan rakyat,” ucapnya.
[Editorial] Bencana Bertubi-tubi, Rakyat Bertahan Sendiri, Negara Gagap Mitigasi
Ada pola yang sama saat bencana terjadi, yakni yang pertama kali turun menolong rakyat bukan negara atau penguasa, melainkan warga! Pertanyaannya, ada apa dengan penguasa kita hingga rakyat seolah dipandang sebelah mata?
Rakyat Pengap “Dibekap” Asap
Karhutla telah membuat rakyat pengap akibat “dibekap” asap sehingga mengganggu kesehatan mereka. Karhutla yang menjadi kasus tahunan semestinya memantik kesadaran kita bahwa kasus karhutla cenderung dipelihara untuk terus terjadi.
