Fenomena reshuffle atau bongkar pasang kabinet yang kerap berulang dalam sistem pemerintahan demokrasi mendapat perhatian pengamat kebijakan publik Hesti Rahayu, S.Sn., M.A.. Menurutnya, ini bukan sekadar persoalan evaluasi kinerja individu menteri, melainkan cermin kerapuhan mendasar dalam sistem politik itu sendiri, yakni politik transaksional sebagai DNA demokrasi.
Kategori: Nasional
[Kabar] Akademisi: Ada Problem Lebih Mendasar dari Sekadar Reshuffle!
Akademisi Dr. Umi Sa’adah, S.Kom., M.Kom. menilai, reshuffle kabinet bukan semata pergantian orang, tetapi ada problem mendasar, yaitu pada sistem dan arah pemerintahan. Berikut penjelasannya.
[Kabar] Kiai Labib: Seseorang yang Berambisi Memperoleh Jabatan, Berpotensi Menjadi Sesalan pada Hari Kiamat
Ulama nasional K.H. Rokhmat S. Labib menyampaikan, ketika seseorang berambisi kuat memperoleh kepemimpinan, jabatan, dan semacamnya, maka berpotensi menjadikannya sesalan pada Hari Kiamat. Berikut penuturannya.
[Kabar] UIY: Tiga Kesadaran Penting Membangun Kembali Peradaban Islam
Cendekiawan muslim Ustaz Ismail Yusanto menegaskan, setidaknya ada tiga kesadaran penting untuk membangun kembali peradaban Islam, yaitu kesadaran historis Islam, politik Islam, dan partisipasi. Berikut penjelasannya.
[Kabar] Beredarnya Beras Fortifikasi Abal-Abal, Pengamat: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara
Menyikapi beredarnya beras fortifikasi abal-abal, pengamat kebijakan publik Emilda Tanjung, M.Si. menyampaikan, hal itu menunjukkan perlindungan bagi konsumen dalam sistem kapitalisme hanyalah ilusi. “Kejadian ini bukan hanya disebabkan kebobrokan moralitas para produsen culas, tetapi juga akibat lemahnya pengawasan negara,” ucapnya.
[Kabar] Pemerhati: Nakes Mendapat Beban Ganda dari Penerapan Sistem Sekuler Kapitalistik
Kemenkes menyatakan perlindungan kesehatan jiwa nakes perlu dilakukan secara komprehensif karena kesehatan nakes berpengaruh terhadap keselamatan pasien. Menurut pemerhati kebijakan kesehatan dr. Arum Harjanti, hal tersebut terjadi karena nakes mendapatkan beban ganda dalam sistem sekuler kapitalistik.
[Kabar] Krisis Identitas Remaja, Pemerhati: Berakar dari Pendidikan Sekuler
Pemerhati pendidikan dan remaja Diansyah Novi Susanti, S.Pt., menegaskan, akar masalah dari krisis identitas para remaja sejatinya tidak bisa dilepaskan dari cengkeraman sistem pendidikan sekuler. Berikut uraiannya.
[Kabar] Aktivis: Penindakan atas Pegawai Terlibat Judol Belum Menyelesaikan Masalah secara Tuntas
Kasus judol yang melibatkan pegawai Kementerian PU mendapat perhatian aktivis muslimah Najmah Saiidah. Ia menilai, tindakan tegas yang dilakukan pihak Kementerian PU kepada pegawainya yang terlibat, belum bisa menyelesaikan masalah secara tuntas. Begini penuturannya.
[Kabar] Pengamat: Kekuasaan Bayangan Menunjukkan Adanya Cacat dalam Sistem Kekuasaan
KPK menyatakan, ada kekuasaan bayangan dalam kasus suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Pengamat ekonomi Nida Saadah, S.E., Ak., M.E.I. menilai, itu merupakan bukti adanya cacat dalam kekuasaan yang dibangun.
[Kabar] Aktivis: Krisis Ekologi Global Adalah Kegagalan Sistemis Peradaban Kapitalisme
Aktivis dakwah nasional Dra. Iffah Ainur Rochmah menegaskan bahwa krisis lingkungan hidup yang melanda dunia saat ini bukan masalah teknis semata. “Ini adalah kegagalan sistemis dari peradaban kapitalisme global yang memisahkan nilai spiritual dari aktivitas ekonomi, menjadikan kerakusan individu sebagai motor penggerak ekonomi,” ucapnya.
[Kabar] Pemerhati: Perlu Ada Sistem Kesehatan Tanggap Bencana
Hampir empat pekan setelah gempa Flores, RSUD Aeramo di Kabupaten Nagekeo masih menjalankan seluruh pelayanan medis di dalam tenda-tenda darurat. Menyoroti hal tersebut, pemerhati kebijakan kesehatan dr. Arum Harjanti menilai perlu ada sistem kesehatan yang tanggap terhadap bencana.
[Kabar] Percobaan Bun*h Diri Siswa Meningkat, Pemerhati: Tekanan Kehidupan Melemahkan Mental sejak Dini
Wamenkes mengatakan, percobaan bun*h diri pada siswa meningkat 2,7 kali lipat. Menurut pemerhati kebijakan kesehatan dr. Arum Harjanti, peningkatan tersebut menunjukkan besarnya tekanan kehidupan yang melemahkan mental, bahkan sejak usia dini.
