Menata Ulang Sistem Moneter, Saatnya Mengembalikan Uang pada Fungsi Asalnya

Krisis ekonomi yang terjadi berulang seyogianya mendorong masyarakat untuk tidak sekadar bertanya tentang kebijakan apa yang harus dilakukan ketika krisis terjadi, melainkan juga perlu bertanya, apakah desain sistemnya sendiri sudah tepat?

Selengkapnya

Share

Demokrasi di Bawah Kendali Modal dan Algoritma

Demokrasi saat ini diuji dari dua sisi sekaligus, yaitu pendidikan yang gagal melahirkan masyarakat argumentatif, dan ekosistem informasi digital yang kian dikendalikan algoritma. Keduanya menunjukkan bahwa kualitas demokrasi bisa rusak jauh sebelum tahap pencoblosan, yaitu ketika cara berpikir, akses informasi, dan ruang dialog warga sudah lebih dulu dibatasi oleh struktur sosial dan desain teknologi.

Selengkapnya

Share

Bahaya Konten Digital terhadap Anak, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Perlindungan anak membutuhkan negara yang tidak hanya menetapkan aturan. Negara juga harus membangun kedaulatan digital melalui kemampuan mengawasi sistem, menuntut transparansi algoritma, dan melakukan intervensi terhadap kerja platform secara struktural.

Selengkapnya

Share

Kontaminasi Radioaktif pada Udang dan Bahaya Hegemoni Pasar Global

FDA menuding udang asal Indonesia terkontaminasi zat radioaktif, padahal pengujian oleh BAPETEN menunjukkan bahwa tidak ada kontaminasi tersebut. Telah terjadi hegemoni, meski tidak berupa embargo atau tekanan diplomatik secara langsung. Hegemoni tampil secara halus dan samar, yakni melalui standar keamanan pangan, sertifikasi mutu, pengetatan impor, atau kampanye isu kesehatan.

Selengkapnya

Share

Mengkritisi Argumentasi terhadap Usulan Gelar Nobel Perdamaian

Logika usulan pemberian Nobel Perdamaian terhadap Menag RI menjadi problematik. Penghargaan tersebut sering tidak diberikan kepada sosok yang menegakkan keadilan hakiki, melainkan kepada mereka yang dinilai “kompatibel” dengan ideologi global sekuler.

Selengkapnya

Share

Kolaborasi Riset Internasional, Antara Kemajuan dan Ketidakmandirian

Kerja sama lintas negara memang berpeluang membuka akses terhadap sumber daya, teknologi, dan keahlian global. Namun, terselip sebuah ironi yang jarang dibicarakan: benarkah kita sedang berkolaborasi? Atau justru sedang menyerahkan kedaulatan ilmiah kita secara sukarela?

Selengkapnya

Share

Perkebunan Sawit, Antara Kepentingan Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan (Bagian 2/2)

Syariat Islam telah meletakkan fondasi yang tegas untuk mendorong inovasi dan alternatif yang tidak merusak lingkungan dan masyarakat. Syariat Islam mendorong manusia untuk menjalankan aktivitas pertanian dan industri dengan memperhatikan keberlanjutan, keseimbangan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan serta makhluk hidup lainnya.

Selengkapnya

Share

Perkebunan Sawit, Antara Kepentingan Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan (Bagian 1/2)

Sejak 2000, Indonesia menjadi negara nomor satu eksportir minyak sawit mengungguli Malaysia, Thailand, Kolombia, dan Nigeria. Perkembangan ini didorong oleh ekspansi perkebunan yang besar besaran di Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Selengkapnya

Share