Dua anak di Lombok Timur meregang nyawa setelah meniru aksi freestyle ekstrem. Tragedi ini menjadi bukti nyata betapa konten digital tidak lagi sekadar hiburan, melainkan dapat berubah menjadi ancaman mematikan.
Tag: media sosial
Membenahi Ruang Digital dengan Perspektif Islam agar Tidak Rentan Kekerasan
Terjadi lagi, kasus pembunuhan oleh teman yang baru dikenal korban di media sosial. Miris, tindak kriminal yang berawal dari interaksi di ruang digital makin marak. Untuk itu, negara tidak cukup hanya dengan membuat batasan usia untuk mengakses media sosial, sedangkan masyarakat dibiarkan tetap terpapar ide liberal.
Bahaya Konten Digital terhadap Anak, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Perlindungan anak membutuhkan negara yang tidak hanya menetapkan aturan. Negara juga harus membangun kedaulatan digital melalui kemampuan mengawasi sistem, menuntut transparansi algoritma, dan melakukan intervensi terhadap kerja platform secara struktural.
Khilafah Melindungi Generasi Muslim dari Dampak Buruk Media
Generasi muda tumbuh dalam ruang digital yang dikuasai oleh nilai dan kepentingan kapitalisme global sehingga seolah-olah tampil sebagai masalah, bukan kekuatan perubahan. Generasi muda harus diselamatkan dari kerusakan sistemis akibat penerapan ideologi sekuler kapitalisme. Penyelamatan generasi hanya terwujud di bawah penerapan Islam secara kafah dalam institusi Khilafah.
Algoritma dan Shadow-Ban, Bukti Negara Tidak Berdaya Menghadapi Tantangan Hegemoni Digital
Para korporat media global merealisasikan hegemoni mereka di dunia digital melalui permainan algoritma dan shadow-ban. Sayang, upaya Indonesia untuk membentengi generasi muda dari dampak buruk platform digital produk kapitalisme sangat tidak sepadan dengan masifnya invasi konten negatif di layar gawai mereka.
Paparan Candu Digital, Memicu Generasi Muda Lemah Mental
Makin banyak warga Indonesia, termasuk anak dan remaja, memiliki indikasi gangguan mental. Salah satu faktor pemicunya adalah tingginya paparan gawai hingga menjadi candu. Akibatnya, generasi muda bisa terbelokkan potensinya.
[Kabar] Praktisi: Regulasi Media Sosial Bukan untuk Membungkam Kritik
Praktisi pendidikan Qoniah al-Haq menuturkan, regulasi media sosial merupakan bagian dari kebijakan publik yang selaras syariat, bukan untuk membungkam kritik, tetapi untuk memastikan informasi publik berjalan sesuai prinsip amanah, keadilan, dan keamanan umat.
Zion*s Berupaya Menutup Opini Dunia tentang Gaza
Tindakan Zion*s membayar para influencer dunia untuk menyebarkan narasi pro Zion*s menunjukkan betapa mereka sangat takut bila kejahatannya terungkap. Mereka menyadari bahwa dukungan publik global terhadap Gaza makin menguat.
Lonely in the Crowd: Fantasi Koneksi, Amplifikasi Rasa Sepi
Fenomena Lonely in The Crowd kontraproduktif dengan pemberdayaan pemuda muslim. Mereka akan sibuk sendiri dengan dunia virtual dan terpengaruh hal negatif. Energi yang harusnya diarahkan untuk membangkitkan pemikiran umat justru teralihkan ke kepuasan digital yang tiada henti. Fokus
Nasib Gaza Makin Miris Pascaperistiwa Penembakan para Jurnalis
Pembunuhan para jurnalis termasuk langkah bengis yang Zion*s ambil. Tindakan keji ini pada hakikatnya bertujuan untuk membungkam media agar tidak menyiarkan kejahatan genosida di Gaza. Pascaperistiwa penembakan para jurnalis itu, kondisi di Gaza justru makin miris.
Medsos dan Tren Pamer Mental Illness
Asal tahu saja, dengan memamerkan gangguan mental maupun istilah-istilah seputarnya, sesungguhnya tidak membuat seseorang terlihat lebih baik, melainkan malah berdampak buruk terhadap orang lain, khususnya yang melihatnya di media sosial.
