Kesepian di Tengah Keramaian, Potret Kelam Generasi Sekuler

Pelaku bunuh diri didominasi kelompok usia 21–30 tahun. Ini menunjukkan potret kelam krisis kesehatan mental pada generasi muda. Sayangnya, sekularisme menyuburkan sifat asosial yang membuat individu merasa “sendiri di tengah keramaian”. Bagaimana mengurai masalah ini?

Selengkapnya

Share

Fenomena Generasi “Maybe Later”, Isyarat Nyata Kelalaian Riayah Negara

Fenomena “maybe later” (“mungkin nanti”) menunjukkan bahwa ketidakpastian ekonomi mulai memengaruhi keputusan-keputusan penting generasi muda. Mereka bukan sekadar menunda satu kebutuhan, tetapi harus menangguhkan langkah yang berkaitan dengan masa depan.

Selengkapnya

Share

Backlog Perumahan: Tidak Cukup Turun, tetapi Harus Zero

Penurunan backlog kepemilikan rumah seolah-olah merupakan sebuah pencapaian yang positif, padahal semu, karena adanya kontradiksi besar dengan realitas di lapangan. Di satu sisi, angka ini menunjukkan bahwa program pembiayaan hunian dianggap tepat sasaran, tetapi di sisi lain, terjadi kenaikan rasio kredit macet.

Selengkapnya

Share

Pernyataan “Indonesia Negara Islami”, Cukupkah Hanya dengan Menerapkan Nilai?

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan bahwa Indonesia bukan negara Islam, melainkan negara islami yang dibangun di atas nilai-nilai Islam serta kesepakatan para pendiri bangsa. Dalam pandangannya, substansi jauh lebih penting dibandingkan simbol formal. Tepatkah pandangannya tersebut?

Selengkapnya

Share

Melemahnya Rupiah Akibat Sistem Ekonomi yang Salah, Saatnya Menerapkan Sistem Ekonomi Islam

Melemahnya nilai tukar rupiah adalah dampak dari tata kelola kebijakan ekonomi yang salah. Menyikapi kondisi ini, dengan hanya bersandar pada sikap sabar dan tawakal tidak akan menyelesaikan masalah. Akar permasalahannya adalah menjadikan sistem ekonomi kapitalisme sebagai landasan kebijakan ekonomi negara.

Selengkapnya

Share

Di Balik Wacana Penutupan Prodi, Quo Vadis Pendidikan Tinggi?

Terdapat total 122 prodi yang ditutup sepanjang 2026, baik di PTN maupun PTS. Beberapa prodi dihapus dengan alasan jumlah mahasiswanya berkurang, di samping wacana penguatan industrialisasi berbasis sains dan teknologi. Jelas, ini layak memunculkan kritik, sebab kebijakan ini tampak bukan sekadar tuntutan kemajuan teknologi, melainkan arah pendidikan yang mulai bergeser.

Selengkapnya

Share

Pesta Babi: Orkestrasi Keserakahan Oligarki dan Represi Demokrasi

Film Pesta Babi menuai polemik. Acara nobar film ini mengalami pembatalan dan pembubaran di berbagai daerah, di antaranya karena narasi di dalamnya dianggap provokatif. Realitasnya, Papua saat ini sedang menghadapi deforestasi serius demi keuntungan super besar. Penggundulan hutan Papua menggambarkan keserakahan oligarki.

Selengkapnya

Share

Konten Viral Freestyle Merenggut Nyawa, Di Mana Tanggung Jawab Negara?

Fenomena konten freestyle yang viral di media sosial memakan korban jiwa, sehingga memicu kekhawatiran banyak pihak. Sayang, kekhawatiran itu hanya berbuah imbauan agar orang tua lebih ketat mengawasi anak-anak. Padahal, di balik persoalan ini ada aspek yang lebih besar, yakni sejauh mana negara hadir melindungi anak-anak dari dampak berbahaya arus digital.

Selengkapnya

Share