Ketimpangan kepesertaan KB antara laki-laki dan perempuan memunculkan isu ketidaksetaraan gender, terutama karena penggunaan alat kontrasepsi pada perempuan dinilai lebih berisiko dan KB pada laki-laki lebih minim risiko, termasuk vasektomi. Namun, seorang muslim, saat hendak melakukan sebuah perbuatan, wajib mencari tahu terlebih dahulu hukum perbuatan tersebut dalam pandangan Allah.
Kategori: Generasi
Kesepian di Tengah Keramaian, Potret Kelam Generasi Sekuler
Pelaku bunuh diri didominasi kelompok usia 21–30 tahun. Ini menunjukkan potret kelam krisis kesehatan mental pada generasi muda. Sayangnya, sekularisme menyuburkan sifat asosial yang membuat individu merasa “sendiri di tengah keramaian”. Bagaimana mengurai masalah ini?
Krisis Sistemis di Balik Fenomena Work-Life Balance, Gen Z Butuh Solusi Islam
Memilih untuk menjalani hidup work-life balance merupakan respons yang muncul bukan hanya dari rasa lelah, tetapi juga skeptisme terhadap makna kesejahteraan. Ini membutuhkan telaah kritis sistemis. Sistem yang tegak saat ini mengarahkan struktur kerja yang eksploitatif.
Literasi Keuangan Generasi Muda di Tengah Gempuran Gaya Hidup Hedonistik: Sulit!
Ada kontradiksi antara sistem ekonomi konsumtif (kapitalisme) yang diterapkan dengan upaya edukasi literasi keuangan. Dalam edukasi literasi keuangan, generasi muda diajari untuk gemar menabung, tetapi gaya hidup hedonistik diaruskan setiap detik di media sosial. Industri membombardir generasi muda dengan algoritma belanja hingga kemudahan pembayaran dengan paylater sehingga literasi keuangan sulit untuk terwujud.
Suara Mahasiswa dan Alarm Perubahan
Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan politik nasional. Ini tentu patut diapresiasi. Mahasiswa punya peran strategis mengoreksi kebijakan yang bengkok, menjelaskan kesalahan penguasa, dan sebagai pelopor perubahan.
Membebaskan Gen Z dari Impitan Finansial dan Hedonisme dengan Solusi Islam
Gen Z menghadapi tekanan finansial akibat biaya hidup tinggi, upah stagnan, dan ketidakpastian ekonomi, sementara gaya hidup hedonis yang dipicu media sosial dan kemudahan akses finansial membuat mereka terjebak dalam budaya konsumtif. Kondisi ini merupakan buah pahit penerapan sistem ekonomi kapitalisme, sehingga dibutuhkan paradigma yang benar untuk membebaskan generasi dari impitan tersebut.
Narkoba Menggeroggoti Generasi, Islam Satu-Satunya Solusi
Survei BNN-BRIN-BPS (2023) menunjukkan sekitar 903.600 remaja usia 15–24 tahun tercatat sebagai pengguna narkoba. Meski negara telah melakukan program edukasi dan rehabilitasi, upaya itu belum menyentuh akar masalah.
Generasi Terimpit, Kehidupan Kapitalistik Berbuah Pahit
Tantangan menopang anggota keluarga lanjut usia berpotensi makin meningkat. Ironi, solusi yang banyak ditawarkan justru berpusat pada kesiapan finansial individu seolah-olah persoalan akan selesai jika setiap orang mampu mengelola keuangannya dengan lebih baik. Padahal, berbagai langkah tersebut hanya mengelola dampak, bukan menyelesaikan akar persoalan.
Bullying dan Peledakan Bom di Sekolah, Potret Kegagalan Sistem Pendidikan Sekuler
Bullying telah berdampak serius pada terjadinya kekerasan ekstrem di sekolah, termasuk peledakan bom. Peristiwa ini tidak dapat dipandang sebagai tindakan kriminal biasa karena pelaku maupun korban masih berada pada usia sekolah. Peristiwa tersebut merupakan potret kegagalan sistem sekuler dalam menjamin keselamatan fisik dan psikologis anak.
Krisis Mental Remaja, First Aider, dan Hilangnya Peran Negara
Gangguan kesehatan mental remaja telah menjadi persoalan serius. Ironisnya, solusi yang ditawarkan negara masih berfokus pada penanganan parsial. Alih-alih membenahi akar persoalan yang memicu krisis mental generasi, negara justru lebih menitikberatkan pertolongan awal melalui teman sebaya.
Menyelamatkan Remaja dari Ancaman Sekularisme
Kasus kekerasan seksual remaja di Sampang dan berbagai daerah menunjukkan rusaknya moral generasi akibat sistem sekuler kapitalisme. Pendidikan hanya berorientasi materi, keluarga kehilangan fungsi mendidik akidah, negara lepas tangan terhadap media dan pergaulan, sedangkan regulasi gagal memberi efek jera. Kembalinya Khilafah adalah kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan generasi dari kerusakan kapitalisme.
Senja Kala Perlindungan Anak dalam Kapitalisme
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menyisakan catatan kritis tentang fakta tidak terwujudnya perlindungan hakiki terhadap anak. Anak-anak menjadi korban rusaknya sistem sekuler yang diterapkan. Dalam jeratan sistem kapitalisme, senja kala pun menyelimuti upaya perlindungan anak-anak.
