Fenomena Cosmeticorexia, Ketika Jerat Kapitalisme Menyasar Dunia Anak

Fenomena cosmeticorexia merupakan gaya hidup yang diciptakan oleh para kapitalis produsen kosmetik, bahkan menargetkan remaja dan anak-anak. Ini bukanlah fenomena alami, tetapi sengaja diciptakan korporasi dalam sistem kapitalisme untuk meraup keuntungan.

Selengkapnya

Share

Dari Generasi Cemas Menuju Generasi Emas

Menuju Indonesia Emas 2045, generasi muda digadang-gadang menjadi motor kemajuan bangsa. Ironi, banyak anak muda justru dibayangi kecemasan, depresi, dan ketidakpastian masa depan. Namun, sebagian mereka juga menunjukkan resistensi terhadap sistem saat ini. Cukupkah sikap tersebut mengubah generasi cemas menjadi generasi emas?

Selengkapnya

Share

Kriminalitas Remaja Meningkat, Sekularisme Gagal Mencetak Generasi Mulia

Tren kriminalitas remaja yang terus meningkat membuktikan kegagalan dalam mencetak generasi berakhlak mulia dan berkepribadian Islam. Ketika kriminalitas remaja terus meningkat, masalahnya bukan hanya pada individu pelaku, tetapi pada sistem yang berjalan. Yang harus dibenahi bukan sekadar individunya, melainkan sistemnya.

Selengkapnya

Share

Darurat Perlindungan Anak di Indonesia, Butuh Islam sebagai Solusi Komprehensif

Kerentanan anak terhadap pelanggaran hak dan kekerasan di Indonesia menunjukkan angka yang masih tinggi. Tidak hanya di ruang publik, kekerasan juga terjadi di lingkungan terdekat anak. Perlu adanya penguatan sistem perlindungan anak secara menyeluruh dan berkelanjutan. Namun, mungkinkah terwujud dalam sistem sekuler kapitalisme?

Selengkapnya

Share

Ratusan Ribu Anak Terpapar Judol, Indonesia Darurat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Hampir 200 ribu anak Indonesia terpapar judol. Iklan judol marak di berbagai platform milik raksasa media digital global yang banyak diakses masyarakat, termasuk anak-anak. Sungguh negeri ini darurat perlindungan anak di ruang digital.

Selengkapnya

Share

Konten Viral Freestyle Merenggut Nyawa, Di Mana Tanggung Jawab Negara?

Fenomena konten freestyle yang viral di media sosial memakan korban jiwa, sehingga memicu kekhawatiran banyak pihak. Sayang, kekhawatiran itu hanya berbuah imbauan agar orang tua lebih ketat mengawasi anak-anak. Padahal, di balik persoalan ini ada aspek yang lebih besar, yakni sejauh mana negara hadir melindungi anak-anak dari dampak berbahaya arus digital.

Selengkapnya

Share

Pelajar Menjadi Pengedar Sabu, Kegagalan Sistem Sekuler Menjaga Generasi

Miris, pelajar yang seharusnya menggenggam buku dan pena untuk merajut cita-cita, justru beralih menggenggam paket sabu. Sekularisme terbukti gagal memberikan penjagaan akal, moral, serta perbuatan bagi generasi muda. Akibatnya, akal mereka tidak lagi memandang perbuatan berdasarkan standar agama (halal/haram), melainkan untung/rugi.

Selengkapnya

Share

Darurat Kesehatan Mental Anak, Butuh Penerapan Syariat Kafah

Indonesia sedang mengalami darurat kesehatan mental anak. Salah satu langkah pemerintah adalah mengesahkan PP TUNAS. Namun, regulasi tersebut bersifat teknis administratif, sedangkan problem yang dihadapi anak bersifat sistemis. Anak hidup dalam suasana kehidupan sekuler liberal sehingga kehilangan zona aman bagi pertumbuhan mentalnya.

Selengkapnya

Share

Tragedi Penyiksaan Anak hingga Meregang Nyawa, Dampak Disfungsi Orang Tua

Kekerasan pada anak dalam keluarga sering terjadi karena orang tua tidak menjalankan peran sebagai pengasuh, pendidik, dan pelindung yang baik bagi mereka. Disfungsi orang tua di dalam keluarga tidaklah terjadi dengan sendirinya, tetapi sejatinya terkait erat dengan sistem sekuler kapitalisme yang saat ini tegak.

Selengkapnya

Share

True Crime Community, Cermin Retaknya Identitas Generasi Muda

Seorang siswa SMP di Kalimantan Barat melemparkan bom molotov ke arah sekolahnya. Pelaku diduga bagian dari sebuah komunitas daring bernama True Crime Community. Ini tidak terlepas dari sistem pendidikan sekuler yang menyingkirkan Islam sebagai pedoman hidup. Padahal, tujuan utama pendidikan semestinya membentuk kepribadian islami.

Selengkapnya

Share