Benarkah Rasulullah ﷺ Seorang Feminis?

Nabi ﷺ menghapus budaya mewariskan istri ke anak setelah laki-laki meninggal, mewajibkan perempuan mencari ilmu, hingga mengizinkan perempuan berjihad. Kaum feminis pun menyebut hal itu sebagai bentuk penghapusan diskriminasi terhadap perempuan dan pemberdayaan terhadapnya, hingga menarasikan bahwa Rasulullah ﷺ juga merupakan seorang feminis. Tepatkah anggapan demikian?

Selengkapnya

Share

Pernyataan “Indonesia Negara Islami”, Cukupkah Hanya dengan Menerapkan Nilai?

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan bahwa Indonesia bukan negara Islam, melainkan negara islami yang dibangun di atas nilai-nilai Islam serta kesepakatan para pendiri bangsa. Dalam pandangannya, substansi jauh lebih penting dibandingkan simbol formal. Tepatkah pandangannya tersebut?

Selengkapnya

Share

Krisis Politik Sekuler dan Urgensi Politik Islam

Politisi dalam sistem sekuler demokrasi menjalankan industri politik Machiavelli yang memisahkan kekuasaan dari agama. Mereka menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan, bahkan melakukan cara-cara kekerasan untuk membekap suara kritis. Sistem pemerintah yang berjalan tidak bekerja untuk rakyat, tetapi untuk partai dan oligarki.

Selengkapnya

Share

Menyelamatkan Remaja dari Ancaman Sekularisme

Kasus kekerasan seksual remaja di Sampang dan berbagai daerah menunjukkan rusaknya moral generasi akibat sistem sekuler kapitalisme. Pendidikan hanya berorientasi materi, keluarga kehilangan fungsi mendidik akidah, negara lepas tangan terhadap media dan pergaulan, sedangkan regulasi gagal memberi efek jera. Kembalinya Khilafah adalah kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan generasi dari kerusakan kapitalisme.

Selengkapnya

Share

[Demokrasi Sistem Kufur] Haram Mengambil, Menerapkan, dan Menyebarluaskan Demokrasi (Bagian 11/16)

Akidah yang melahirkan ide demokrasi adalah akidah sekularisme, yakni pemisahan agama dari kehidupan dan negara. Sementara itu, Islam dibangun di atas landasan akidah Islam. Akidah ini mewajibkan pelaksanaan perintah dan larangan Allah dalam seluruh urusan kehidupan dan kenegaraan.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Aktivis: Umat dalam Kondisi Penjajahan Pemikiran Sekuler yang Merusak Generasi

Dalam Kajian Formasi Kafah bertema “Problematika Kerusakan Generasi, ke Mana Kita Harus Berharap?” pada Ahad (30-11-2025) di Jawa Barat, dijelaskan bahwa umat berada dalam penjajahan pemikiran dan perilaku melalui nilai sekuler yang ditanam oleh logika kapitalisme global.

Selengkapnya

Share

Marak Pembunuhan, Bukti Sistem Sekularisme Gagal Menciptakan Rasa Aman

Pangkal dari maraknya pembunuhan adalah sistem sekularisme yang menihilkan peran agama. Peradaban kapitalisme sekularisme telah gagal menciptakan rasa aman. Sedangkan negara abai terhadap tugas utamanya sebagai pengurus (raa’in) dan pelindung (junnah) umat.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Aktivis: Esensi Sekularisme Adalah Menentang, Meminggirkan, dan Mereduksi Islam

Para imam, dewan, dan pemimpin agama makin sering mengajak umat muslim di Belanda untuk berpartisipasi dalam sistem politik sekuler. Padahal, aktivis muslim Belanda Okay Pala menyampaikan, esensi dari sistem sekuler adalah menentang, meminggirkan, dan mencoba mereduksi Islam.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Aktivis: Kasus Raya Adalah Aib Negara Sekuler dan Tidak Akan Terjadi dalam Sistem Islam

Dalam Bincang Hangat Tokoh Muslimah: “Kasus Raya, Bukti Abainya Negara”, Jumat (12-9-2025), aktivis dakwah nasional Ir. Ratu Erma Rachmayanti menyatakan, kasus balita Raya merupakan aib negara sekuler dan tidak akan terjadi dalam sistem Islam. Berikut pandangannya.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Tragedi Bayi Nadira, Pengamat: Sistem Sekuler Kapitalisme Biang Keladi Tingginya Kejadian PJB

Bayi Nadira yang menderita penyakit jantung bawaan gagal ditangani karena ketiadaan ruang perawatan di RSUD Pelabuhanratu, Jawa Barat. Menurut pengamat kebijakan publik Dr. Rini Syafri, peradaban sekuler kapitalisme adalah faktor non-klinis fundamental yang mendasari persoalan tersebut.

Selengkapnya

Share

[Editorial] Sistem Sekuler, Perusak Generasi Islam

Bukankah akan sulit bagi bangsa ini untuk bisa meraih visi Indonesia Emas 2045 yang terus pemerintah gaung-gaungkan, sedangkan kondisi generasi mudanya sudah sangat bobrok? Bukankah kita tidak bisa berharap negeri ini mampu tegak berdiri sebagai negara berdaulat dan mandiri, sedangkan calon-calon pemimpinnya sebegitu rapuh?

Selengkapnya

Share