Benarkah Rasulullah ﷺ Seorang Feminis?

Nabi ﷺ menghapus budaya mewariskan istri ke anak setelah laki-laki meninggal, mewajibkan perempuan mencari ilmu, hingga mengizinkan perempuan berjihad. Kaum feminis pun menyebut hal itu sebagai bentuk penghapusan diskriminasi terhadap perempuan dan pemberdayaan terhadapnya, hingga menarasikan bahwa Rasulullah ﷺ juga merupakan seorang feminis. Tepatkah anggapan demikian?

Selengkapnya

Share

Keterbukaan Agama dan Keadilan Gender ala “amina wadud”, ketika Asongan Lama Mendapat Peluang

Meski bukan hal baru, bahkan merupakan asongan lama, tetapi pemikiran sosok amina wadud ((yang memilih menuliskan namanya dengan huruf kecil) seolah memperoleh peluang untuk muncul kembali, terlebih dengan derasnya arus moderasi beragama. Tidak pelak, pemikiran sesat ini harus kita lawan.

Selengkapnya

Share

Bisakah Tafsir Keadilan Hakiki/Gender Digunakan sebagai Metode Penafsiran Al-Qur’an?

Dengan mengkaji antara Tafsir Keadilan Hakiki (keadilan gender) dan berdasarkan metode penafsiran Al-Qur’an menurut Syekh Muhammad Ali ash-Shabuni dalam Al-Tibyan fi Ulumi al-Qur’an, terdapat beberapa konsep penafsiran yang tidak sesuai dengan metode penafsiran Al-Qur’an dan Hadis menurut mufasir salaf saleh.

Selengkapnya

Share