Sistem kapitalisme menyebabkan krisis finansial sehingga membuat generasi muda menunda pernikahan. Sistem ini hanya menjanjikan kemajuan materi, tanpa memberi harapan kebaikan. Generasi muda membutuhkan sistem sahih agar bisa memenuhi potensi hidupnya dan tidak terjerumus dalam kebinasaan.
Kategori: Keluarga
Fenomena Perempuan Kepala Keluarga, Dampak Sistem Kapitalisme, dan Kekeliruan Solusi Kesetaraan Gender
Sebanyak 11,54 juta perempuan di Indonesia menjadi kepala keluarga. Solusi untuk mengakhiri penderitaan perempuan bukanlah dengan pengarusan ide kesetaraan gender. Penyebab sesungguhnya adalah penerapan sistem sekuler kapitalisme, yang membuat kehidupan serba sulit, baik bagi kaum laki-laki maupun perempuan.
Perbedaan Kewajiban Suami-Istri Bukan Diskriminasi, Melainkan Keadilan
Kesamaan dan perbedaan hak serta kewajiban suami-istri tidak didasarkan pada aspek kesetaraan, melainkan pada kemaslahatan bersama. Islam memberikan keadilan dengan mengatur peran suami-istri sesuai kodrat masing-masing. Perbedaan peran tersebut justru melahirkan keadilan, keharmonisan, dan ketenteraman dalam keluarga.
Ketika Rumah Tidak Lagi Aman: Alarm Filisida dan Krisis Perlindungan Anak
Terjadi rentetan kasus kekerasan terhadap anak yang berujung kematian. Terdapat benang merah yang menunjukkan adanya krisis perlindungan anak yang bersifat sistemis. Krisis ini lahir dari tata kehidupan sekuler liberal yang menyingkirkan peran agama dalam mengatur kehidupan.
Day Care Lansia dalam Perspektif Kapitalisme dan Konsep Birrul-wālidain
Day care lansia kian diminati di tengah kesibukan dan tuntutan hidup keluarga urban. Namun, apakah ini merupakan solusi, atau justru menunjukkan ada problem sistemis di baliknya?
Kekerasan Day Care dan Urgensi Merombak Paradigma Pengasuhan Anak
Kasus penganiayaan dan kekerasan terhadap anak kembali terjadi di day care. Dalam kapitalisme, anak dipandang sebagai komoditas jasa demi meraih keuntungan semata (cuan). Adapun Islam memandang anak adalah amanah, sehingga mengasuhnya bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban yang kelak dipertanggungjawabkan.
Day Care atau “Dera Care”?
Dalam kasus Day Care Little Aresha, terlihat jelas bahwa akar persoalan bukan sekadar pada individu pengasuh, melainkan pada sistem yang membentuk cara hidup masyarakat.
Maraknya Perempuan Pencari Nafkah, antara Jerat Kesetaraan Gender dan Abainya Negara
Kini marak fenomena female breadwinners (perempuan pencari nafkah utama dalam keluarga). Negara secara sistemis memaksa perempuan bekerja untuk membayar hak-hak dasar yang seharusnya menjadi kewajiban negara. Situasi ini diperparah dengan narasi kesetaraan gender yang mengusung pemberdayaan ekonomi perempuan.
Kekerasan dalam Keluarga, Bukti Keluarga Rapuh sehingga Butuh Solusi Menyeluruh
Maraknya kasus kekerasan di dalam keluarga adalah bukti kerapuhan keluarga. Rapuhnya keluarga mengancam ketahanan sosial masyarakat dan melemahkan peran keluarga sebagai fondasi utama pendidikan moral. Maraknya kasus kekerasan dalam keluarga menunjukkan bahwa ini adalah fenomena yang sistemis sehingga butuh solusi menyeluruh.
“Marriage is Scary”, Alarm bagi Generasi dan Taruhan Masa Depan Peradaban Islam
Penulis: Chairunnisa Rahmawati, S.Pd. Muslimah News, KOLOM — Ungkapan “marriage is scary” (pernikahan itu menakutkan) makin populer di kalangan generasi muda. Pernikahan tidak lagi dipandang
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Pengasuh Anak, Menjauhkan Wanita dari Peran Ibu
Melihat fakta kerusakan generasi hari ini, yang urgen dilakukan negara bukanlah menerbitkan SKKNI, tetapi memaksimalkan fungsi dan peran wanita sebagai ibu. Juga memastikan para ayah mampu memenuhi hak-hak anak, termasuk hak pengasuhan. Negara harus menjadi pendukung para wanita agar mereka bisa menjalankan peran pengasuhan secara maksimal.
Sinergi Ibu dan Generasi dalam Mewujudkan Perubahan Hakiki
Ibu dan generasi hidup dalam tata dunia sekuler kapitalisme. Padahal, keduanya adalah subjek yang berpotensi besar untuk bersinergi mengaruskan perubahan hakiki, yakni Islam. Peradaban Islam telah mencontohkannya sebagaimana dalam kisah Muhammad al-Fatih dan Harun ar-Rasyid.
