Benarkah Rasulullah ﷺ Seorang Feminis?

Nabi ﷺ menghapus budaya mewariskan istri ke anak setelah laki-laki meninggal, mewajibkan perempuan mencari ilmu, hingga mengizinkan perempuan berjihad. Kaum feminis pun menyebut hal itu sebagai bentuk penghapusan diskriminasi terhadap perempuan dan pemberdayaan terhadapnya, hingga menarasikan bahwa Rasulullah ﷺ juga merupakan seorang feminis. Tepatkah anggapan demikian?

Selengkapnya

Share

Retorika Tanpa Realitas: Menelanjangi Ilusi HAM dalam Sistem Demokrasi

Slogan-slogan “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat” ataupun “konstitusi menjamin kebebasan, kesetaraan, dan keadilan” sering diulang-ulang dalam kampanye, pidato kenegaraan, bahkan masuk dalam kurikulum pendidikan. Pertanyaannya, apakah semua itu ada realitasnya atau retorika semata?

Selengkapnya

Share

Fathu Makkah: Momentum Politik yang Memerdekakan Masyarakat dari Penguasa Zalim

Fathu Makkah bukan sekadar penaklukan wilayah biasa, melainkan peristiwa agung yang membuka  jalan bagi manusia berbondong-bondong masuk Islam. Fathu Makkah sebagai momentum politik yang memerdekakan masyarakat dari represi penguasa zalim.

Selengkapnya

Share

Rasulullah ﷺ Memiliki Rancangan Induk sebelum Terjadinya Peperangan

Rasulullah ﷺ menyiapkan strategi sebelum perang, meski tidak ada rancangan bahwa perang akan terjadi di Badar, Uhud, atau Mu’tah. Beliau juga menyusun rancangan induk di Daulah Madinah, salah satunya terkait perlakuan terhadap orang kafir yang terikat perjanjian.

Selengkapnya

Share

Benarkah Nabi ﷺ Diutus Hanya untuk Menyempurnakan Akhlak?

Jika kita meneliti banyak sekali ayat Al-Qur’an, Allah Swt. secara gamblang menjelaskan misi pengutusan Nabi Muhammad ﷺ. Akan tetapi, seruan-seruan tahunan saat Maulid yang terus diajarkan dan diingatkan pada umat seolah dibatasi pada penyempurnaan akhlak. Bagaimana seharusnya?

Selengkapnya

Share

Tiga Panglima Perang Mu’tah Gugur Demi Menjaga Kewibawaan Daulah Islam

Tiga panglima perang Mu’tah gugur sebagai syuhada. Namun, hal itu tidak melemahkan semangat kaum muslim untuk menghadapi musuh demi menjaga kewibawaan Daulah Islam. Kepemimpinan beralih kepada Khalid bin Walid menyelamatkan pasukan dari kekalahan dan kemenangan ada di pihak kaum muslim.

Selengkapnya

Share

Perang Mu’tah, Ketika Ketakwaan Melahirkan Keberanian

Perang Mu’tah menjadi saksi bagaimana ketakwaan melahirkan keberanian. Abdullah bin Rawahah dikenal sebagai salah seorang sahabat senior Rasulullah ﷺ yang memiliki ketakwaan tinggi. Ia berani meninggalkan kecintaan kepada dunia dan maju ke medan perang dengan semangat memberikan kontribusi terbaik.

Selengkapnya

Share

Catatan Rekomendasi KUII 2026: Umat Butuh Syariat Kafah, Bukan Modifikasi Sistem Sekuler dengan Label Islami

Ada persoalan mendasar yang perlu dikaji: apakah penerapan nilai-nilai Islam di dalam kebijakan negara yang secara keseluruhan masih berjalan dalam kerangka sistem sekuler kapitalistik dapat dianggap sebagai penerapan syariat Islam?

Selengkapnya

Share