Slogan-slogan “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat” ataupun “konstitusi menjamin kebebasan, kesetaraan, dan keadilan” sering diulang-ulang dalam kampanye, pidato kenegaraan, bahkan masuk dalam kurikulum pendidikan. Pertanyaannya, apakah semua itu ada realitasnya atau retorika semata?
