Fenomena reshuffle atau bongkar pasang kabinet yang kerap berulang dalam sistem pemerintahan demokrasi mendapat perhatian pengamat kebijakan publik Hesti Rahayu, S.Sn., M.A.. Menurutnya, ini bukan sekadar persoalan evaluasi kinerja individu menteri, melainkan cermin kerapuhan mendasar dalam sistem politik itu sendiri, yakni politik transaksional sebagai DNA demokrasi.
Penulis: Muslimah News
[Kabar] Akademisi: Ada Problem Lebih Mendasar dari Sekadar Reshuffle!
Akademisi Dr. Umi Sa’adah, S.Kom., M.Kom. menilai, reshuffle kabinet bukan semata pergantian orang, tetapi ada problem mendasar, yaitu pada sistem dan arah pemerintahan. Berikut penjelasannya.
[Kabar] Kiai Labib: Seseorang yang Berambisi Memperoleh Jabatan, Berpotensi Menjadi Sesalan pada Hari Kiamat
Ulama nasional K.H. Rokhmat S. Labib menyampaikan, ketika seseorang berambisi kuat memperoleh kepemimpinan, jabatan, dan semacamnya, maka berpotensi menjadikannya sesalan pada Hari Kiamat. Berikut penuturannya.
[Kabar] UIY: Tiga Kesadaran Penting Membangun Kembali Peradaban Islam
Cendekiawan muslim Ustaz Ismail Yusanto menegaskan, setidaknya ada tiga kesadaran penting untuk membangun kembali peradaban Islam, yaitu kesadaran historis Islam, politik Islam, dan partisipasi. Berikut penjelasannya.
[Kabar] Beredarnya Beras Fortifikasi Abal-Abal, Pengamat: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara
Menyikapi beredarnya beras fortifikasi abal-abal, pengamat kebijakan publik Emilda Tanjung, M.Si. menyampaikan, hal itu menunjukkan perlindungan bagi konsumen dalam sistem kapitalisme hanyalah ilusi. “Kejadian ini bukan hanya disebabkan kebobrokan moralitas para produsen culas, tetapi juga akibat lemahnya pengawasan negara,” ucapnya.
[Editorial] Kecaman di SU PBB: Gagalnya Sistem Politik Global dan Hipokrisi Kepemimpinan Sekuler
Aksi walk out massal dilakukan oleh sejumlah besar delegasi negara, termasuk Indonesia, saat gembong Zion*s Netanyahu hendak menyampaikan pidatonya dalam Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB pada September 2026. Namun, alih-alih terpojok, Netanyahu justru menyindir mereka sebagai pengecut moral. Kok bisa?
[Kabar] Pemerhati: Nakes Mendapat Beban Ganda dari Penerapan Sistem Sekuler Kapitalistik
Kemenkes menyatakan perlindungan kesehatan jiwa nakes perlu dilakukan secara komprehensif karena kesehatan nakes berpengaruh terhadap keselamatan pasien. Menurut pemerhati kebijakan kesehatan dr. Arum Harjanti, hal tersebut terjadi karena nakes mendapatkan beban ganda dalam sistem sekuler kapitalistik.
[Kabar] Krisis Identitas Remaja, Pemerhati: Berakar dari Pendidikan Sekuler
Pemerhati pendidikan dan remaja Diansyah Novi Susanti, S.Pt., menegaskan, akar masalah dari krisis identitas para remaja sejatinya tidak bisa dilepaskan dari cengkeraman sistem pendidikan sekuler. Berikut uraiannya.
[Kabar] Aktivis: Penindakan atas Pegawai Terlibat Judol Belum Menyelesaikan Masalah secara Tuntas
Kasus judol yang melibatkan pegawai Kementerian PU mendapat perhatian aktivis muslimah Najmah Saiidah. Ia menilai, tindakan tegas yang dilakukan pihak Kementerian PU kepada pegawainya yang terlibat, belum bisa menyelesaikan masalah secara tuntas. Begini penuturannya.
[Kabar] Pengamat: Kekuasaan Bayangan Menunjukkan Adanya Cacat dalam Sistem Kekuasaan
KPK menyatakan, ada kekuasaan bayangan dalam kasus suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Pengamat ekonomi Nida Saadah, S.E., Ak., M.E.I. menilai, itu merupakan bukti adanya cacat dalam kekuasaan yang dibangun.
[Kabar] Aktivis: Sekularisme Telah Menjadikan Islamofobia dan Demonisasi sebagai Alat Kampanye Politik
Menyorot pernyataan pemimpin partai politik sayap kanan Prancis National Rally yang mengusulkan kembali larangan penggunaan hijab di ruang publik sebagai bagian dari agenda politiknya, aktivis muslimah Asma Siddiq angkat bicara. “Sekularisme telah menjadikan islamofobia dan demonisasi ajaran Islam sebagai alat kampanye politik sekuler,” kritiknya.
Pembelanjaan Harta dalam Fikih Infak
Islam sebagai agama yang sempurna sudah menjelaskan secara terperinci bagaimana cara seorang muslim membelanjakan harta untuk dirinya sendiri maupun orang-orang yang wajib dinafkahi. Peradaban Islam juga meminimalkan penyebab munculnya berbagai kebingungan dan kekeliruan dalam membelanjakan harta.
