[Kabar] Kecaman terhadap Imbauan Islami di Denmark, Aktivis: Inilah Esensi Sekularisme

[Kabar] Kecaman terhadap Imbauan Islami di Denmark, Aktivis: Inilah Esensi Sekularisme

Muslimah News, INTERNASIONAL — Umat muslim Denmark membagikan imbauan islami di media sosial terkait perayaan kelulusan SMA tahunan, yang sering kali melibatkan percampuran gender, mabuk-mabukan di tempat umum, dan perilaku cabul. Unggahan tersebut memberi ucapan selamat kepada para wisudawan sekaligus menasihati kaum muda muslim untuk menjauhi praktik-praktik yang bertentangan dengan akhlak Islam.

Namun, hal ini memicu reaksi keras dari para politisi dan tokoh media Denmark. Mereka mengecam unggahan tersebut dengan tuduhan “ekstremisme”, “kontrol sosial”. Para politisi, termasuk Menteri Integrasi, mengkritik umat muslim karena tidak menerima budaya minum di Denmark, dengan mengeklaim bahwa hal itu “bagian dari nilai-nilai kami”.

Aktivis dakwah Ibrahim Atrach menyatakan, inilah esensi sekularisme liberal yang menoleransi semua pandangan, kecuali yang bersumber dari Ilahi.

“Ketika nilai-nilai Islam menentang kerusakan moral Denmark dan ketika umat Islam sekadar mengutarakan keyakinan mereka bahwa alkohol dan pergaulan bebas itu salah, topeng toleransi pun runtuh,” ucapnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Sabtu (12-7-2025).

Sisanya, ia melanjutkan, harus berasimilasi atau dibungkam oleh pejabat pemerintah. “Tujuannya sederhana, perilaku cabul itu sakral dan kemabukan adalah nilai suci Denmark, meskipun konsumsi alkohol, menurut beberapa pakar dan laporan, merupakan masalah utama di kalangan pemuda Denmark yang memegang rekor konsumsi alkohol tertinggi di Eropa untuk remaja,” ungkapnya.

Ia menyesalkan, kemarahan atas nasihat Islam yang sederhana ini, justru lebih banyak mengungkap pandangan politisi Denmark daripada pandangan umat muslim yang mempertanyakan norma-norma sosial dan menganjurkan sesama muslim untuk tidak berpartisipasi dalam perayaan sukarela. “Nasihat sederhana itu saja tidak dapat diterima dan dikriminalisasi,” ujarnya heran.

Selamat

Selanjutnya, ia pun mengucapkan selamat kepada seluruh pemuda muslim yang lulus. “Kami mengucapkan selamat dengan sepenuh hati. Bukan hanya atas keberhasilan akademis kalian, tetapi terlebih lagi karena tetap teguh dalam identitas keislaman kalian di tengah tekanan sosial yang luar biasa. Kalian adalah kebanggaan umat ini. Penolakan kalian untuk mengikuti norma-norma yang tidak bermoral bukanlah sebuah kemunduran, melainkan sebuah prinsip, keberanian, dan sangat dibutuhkan. Jangan pernah malu dengan Islam. Kalian tidak sendirian. Seluruh umat bersama kalian. Biarkan ancaman dan ejekan mereka berlalu begitu saja. Itu adalah tanda kelemahan mereka, bukan kelemahan kalian. Tetaplah teguh, libatkan masyarakat dengan kebijaksanaan dan keyakinan, serta jalankan Islam dengan bermartabat,” paparnya.

Dari peristiwa ini, ia menegaskan, tampak bahwa Islam bukan sekadar keyakinan pribadi, melainkan cara hidup utuh yang membutuhkan pelindung. “Sudah saatnya kita sungguh-sungguh memperjuangkan sistem politik yang melindungi nilai-nilai kita dan menyuarakan keyakinan kita, yakni sebuah negara yang mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi umat manusia, Khilafah yang berlandaskan pada metode kenabian,” tutupnya. [MNews/RA]

Share

One thought on “[Kabar] Kecaman terhadap Imbauan Islami di Denmark, Aktivis: Inilah Esensi Sekularisme”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *