Pegawai Negara Meregang Nyawa Saat Bertugas, Di Mana Perlindungan Negara?

Tiga pegawai Dinas Pertanian di Papua tewas ditembak KKB. Ini bukan kasus pertama, juga bukan hanya soal keselamatan individu. Negara semestinya hadir sebagai junnah, yakni sebelum korban berjatuhan, bukan sekadar menangani akibat serangan.

Selengkapnya

Share

Kebakaran Marak di Permukiman Padat, Bukti Negara Abai Keselamatan Rakyat

Persoalan kebakaran di permukiman padat tidak cukup diselesaikan dengan imbauan agar masyarakat berhati-hati menggunakan listrik atau tidak membakar sampah sembarangan. Pencegahan di tingkat masyarakat memang penting, tetapi kondisi lingkungan tempat mereka tinggal turut menentukan besar kecilnya risiko ketika bencana terjadi.

Selengkapnya

Share

Karhutla Terus Berulang Akibat Hutan Dikuasai Korporasi

Karhutla melanda sebagian wilayah Indonesia. Ini tidak terjadi kali ini saja. Sayang, pemerintah seolah-olah tidak mengambil pelajaran pada kejadian sebelumnya, alih-alih melakukan langkah pencegahan. Penanganan di lapangan juga sekadar bersifat teknis, jauh dari kata strategis.

Selengkapnya

Share

Desil sebagai Acuan Subsidi BBM, Negara Makin Lepas Tangan

Pemerintah bersiap memperketat akses terhadap BBM bersubsidi jenis Pertalite berdasarkan desil dengan alasan agar subsidi lebih tepat sasaran. Padahal, pembatasan berdasarkan desil tidak benar-benar menjamin subsidi tepat sasaran dan mencegah pembengkakan APBN. Sebaliknya, justru menunjukkan negara makin lepas tangan dalam memenuhi kebutuhan energi rakyat.

Selengkapnya

Share

Kebakaran Kapal Penumpang, Ironi Negara Bahari

Kecelakaan KMP Mutiara Sentosa II bukanlah kasus pertama. Ini mengindikasikan lemahnya ketaatan perusahaan transportasi laut, serta kurangnya pengawasan negara pada keselamatan penumpang. Hadirnya pemain swasta dalam layanan transportasi laut membuat sektor tersebut kental dengan paradigma bisnis. Keselamatan penumpang pun kerap menjadi taruhan.

Selengkapnya

Share

Tragedi Yurizal, Potret Nirempati Nakes di Balik Borok Sistem Kesehatan Kapitalistik

Kasus Yurizal layaknya gunung es. Keluhan mengenai waktu tunggu yang lama, fasilitas yang tidak memadai, hingga dugaan diskriminasi terhadap pasien BPJS masih terjadi. Akar persoalannya tidak dapat dilepaskan dari paradigma sekuler kapitalistik yang memandang kesehatan melalui mekanisme ekonomi.

Selengkapnya

Share

Kematian Tragis Ibu Hamil di Papua, Negara Abai dalam Pelayanan

Pada awal Juli 2026, seorang ibu hamil warga Papua meninggal dunia karena tidak mendapatkan penanganan medis lanjutan akibat terhentinya akses transportasi udara. Kasus ini kembali menunjukkan lemahnya sistem pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan Papua yang sangat bergantung pada transportasi udara.

Selengkapnya

Share

Antrean BBM Mengular, Cermin Gagalnya Negara

Antrean panjang BBM mengular di berbagai wilayah Indonesia akibat lonjakan konsumsi BBM bersubsidi. Semua ini terjadi karena tata kelola migas menggunakan paradigma kapitalistik. Negara sekadar menjadi regulator, bahkan tunduk pada mekanisme pasar. Sumber daya energi yang seharusnya menjadi milik rakyat berubah menjadi komoditas pasar.

Selengkapnya

Share