Menyikapi beredarnya beras fortifikasi abal-abal, pengamat kebijakan publik Emilda Tanjung, M.Si. menyampaikan, hal itu menunjukkan perlindungan bagi konsumen dalam sistem kapitalisme hanyalah ilusi. “Kejadian ini bukan hanya disebabkan kebobrokan moralitas para produsen culas, tetapi juga akibat lemahnya pengawasan negara,” ucapnya.
Tag: beras
Ironi Swasembada, Beras Ada, Rakyat Tidak Berdaya
Di tengah swasembada masyarakat dihadapkan pada dominasi beras fortifikasi yang harganya lebih mahal dari beras premium di pasaran. Ini menegaskan pergeseran strategi penjualan produsen demi mengejar profit lebih besar.
Gejolak Beras dan Rapuhnya Sistem Ketahanan Pangan Nasional
Dalam sistem kapitalisme, beras diperlakukan sebagai komoditas ekonomi, bukan sebagai kebutuhan dasar rakyat yang wajib dijamin pemenuhannya oleh negara. Negara hanya sebagai regulator dan pelayan korporasi, bukan pengurus rakyat. Paradigma kapitalistik inilah yang melahirkan krisis berulang di sektor perberasan.
Masalah Beras Akan Beres dalam Sistem Khilafah
Di satu sisi harga beras mahal karena stok pada tingkat retail menipis, tapi di sisi lain stok di gudang Bulog melimpah. Sayang, negara abai mengawasi distribusi sehingga kerap terjadi kekurangan stok beras di pasar. Rakyat juga dihadapkan pada fluktuasi harga yang membuat harga beras tidak stabil dan cenderung melambung. Karut marut tata niaga beras ini berakar dari pengelolaan ala sistem kapitalisme.
Beras Mahal Saat Stok Melimpah, Distribusi Bermasalah, Rakyat Terkena Imbasnya
Tidak seharusnya harga beras naik di tengah melimpahnya stok beras di gudang Bulog. Sistem kapitalisme telah mereduksi peran negara dalam mengelola pangan (beras) sehingga negara melalaikan tanggung jawabnya dari aspek pengawasan. Akibatnya, pangan menjadi komoditas yang bisa diperdagangkan demi keuntungan ekonomi.
[Kabar] Pengamat: Ironis, Harga Beras Mahal Saat Cadangan Melimpah
Pengamat kebijakan publik Emilda Tanjung, M.Si. mengungkapkan, ironis ketika pemerintah membanggakan keberhasilannya mewujudkan cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah, sementara masyarakat justru merasakan harga beras bertambah mahal.
