Di tengah klaim capaian swasembada, realitas di pasar justru menunjukkan kenaikan harga pangan. Swasembada tidak menjamin bahwa pangan tersedia dengan harga murah dan merata di seluruh wilayah. Masyarakat di berbagai daerah tetap menghadapi tingginya harga pangan.
Tag: swasembada pangan
Ironi Swasembada, Beras Ada, Rakyat Tidak Berdaya
Di tengah swasembada masyarakat dihadapkan pada dominasi beras fortifikasi yang harganya lebih mahal dari beras premium di pasaran. Ini menegaskan pergeseran strategi penjualan produsen demi mengejar profit lebih besar.
[Kabar] Pengamat: Swasembada Pangan Baru Sebatas Capaian Produksi dan Terpenuhinya Pasokan
Presiden Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan. Namun, menurut pengamat kebijakan publik Emilda Tanjung, M.Si., swasembada ini baru sebatas data capaian produksi pangan dan terpenuhinya pasokan.
Swasembada Pangan dalam Kapitalisme, Antara Citra dan Fatamorgana
Pernyataan “swasembada pangan” harus diluruskan sebab yang terjadi bukanlah swasembada pangan, tetapi swasembada beras. Selain itu, penyebutan istilah “swasembada” jangan dibalut oleh citra, karena akan berakhir pada fatamorgana. Swasembada harus riil memenuhi kebutuhan rakyat dan dibangun secara sistemis dari hulu ke hilir.
[Fokus WAG] Swasembada Pangan, untuk Rakyat atau Pihak Korporat?
Untuk siapa sebenarnya program swasembada? Apa akar persoalannya dan bagaimana konsep ekonomi politik Islam dalam mewujudkan swasembada pangan yang berdampak pada kesejahteraan rakyat?
