AS menolak memberikan visa kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York, tetapi mengizinkan Benjamin Netanyahu pada acara yang sama. Inilah standar ganda adidaya AS, sekaligus menunjukkan jati dirinya sebagai pengendali dunia.
Tag: free palestine
Palestina Hendak Dikosongkan, Perisai Umat Harus Segera Ditegakkan
Warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat mengalami pengusiran dan kekerasan. Ini bukan semata-mata karena Zion*s berambisi menguasai Palestina, tetapi karena umat Islam tidak memiliki kekuatan politik yang sebanding.
Ratusan Anak Palestina Dipenjara, para Penguasa Muslim Tidak Bersuara
Penahanan anak-anak Palestina oleh Zion*s bukan sekadar persoalan kemanusiaan, melainkan beriringan dengan praktik ethnic cleansing. Ironisnya, para penguasa justru memilih diam.
Penerapan Hukuman Gantung untuk Warga Palestina, Wujud Kepongahan Zion*s!
Entitas Yahudi mengesahkan undang-undang yang memberlakukan hukuman mati berupa hukuman gantung bagi warga Palestina. Kepongahan Zion*s ini tidak lepas dari dukungan eksternal (AS), sistem sanksi internasional yang lemah, dan ide nasionalisme yang membelenggu umat Islam.
Luka Anak Palestina dan Kebisuan Dunia
Zion*s secara sengaja menargetkan anak-anak Palestina. Hingga pertengahan 2026, sekitar 21.280 anak meninggal. Data ini bukan sekadar statistik dingin, melainkan jeritan yang mengiris nurani. Dunia membisu dan suara pembelaan melawan kebiadaban Zion*s terhenti di meja konferensi dan diplomasi.
Pelucutan Senjata Mujahidin, Siasat AS dan Zion*s Melemahkan Upaya Perjuangan Pembebasan Palestina
Trump mengumumkan rencana pelucutan senjata Ham*s, disertai penarikan pasukan Zion*s dan pengambilalihan Gaza oleh otoritas sipil. Ini sebagai langkah menuju perdamaian. Namun, ternyata serangan militer Zion*s tetap berlanjut. Kondisi ini menimbulkan keraguan terhadap implementasi kesepakatan damai.
Transisi Kekuasaan H4m45, Proyek “New Gaza”, dan Jalan Persatuan Umat
H4m45 menyatakan akan mengakhiri pemerintahan mereka di Gaza. Kaum muslim perlu waspada karena kekuatan rakyat Gaza bisa melemah setelah H4m45 tidak lagi memiliki otoritas kekuasaan. Jika ini dibiarkan berlangsung tanpa perlawanan, hakikatnya kaum muslim sedang menyaksikan proses lenyapnya Gaza.
Perampasan Al-Aqsa dan Krisis Kepemimpinan Dunia Islam
Masjidilaqsa kembali menghadapi ancaman serius dan upaya sistematis untuk mengubah status historisnya, mengikis identitas Islamnya, dan memperluas kontrol Zion*s. Sungguh, pembelaan terhadap Al-Aqsa bukan hanya urusan rakyat Palestina, melainkan kewajiban seluruh kaum muslim. Ketika umat kembali bersatu di bawah kepemimpinan Islam, Al-Aqsa akan menjadi simbol kebangkitan dan kemuliaan Islam.
Gencatan Senjata Palsu, Darah di Gaza Terus Mengalir
Serangan Zion*s di Gaza kembali terjadi. Sementara itu, AS mengumumkan untuk menghentikan bantuan militernya terhadap Zion*s. Namun, ini sejatinya tipu daya untuk melindungi hubungan AS– Zion*s dari pengawasan publik. Sebaliknya, ini menunjukkan hubungan militer AS dan Zion*s lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Hanya Khilafah yang Mampu Menghentikan Ambisi Zion*s
Khilafah akan menyatukan kekuatan 57 negeri muslim, baik kekuatan militer, persenjataan, SDM, sumber daya ekonomi, maupun letak geostrategis. Khilafah akan mengusir Zion*s dan AS dari bumi Palestina sehingga Palestina terbebas dari pendudukan, ketakutan, dan genosida. Masjidilaqsa akan kembali ke pangkuan umat Islam
Saat Anak Gaza Kehilangan Kata
Genosida oleh Zion*s tidak hanya melukai fisik anak-anak Gaza, tetapi juga mental mereka, apalagi Zion*s sengaja menargetkan anak-anak saat melakukan serangan. Solusi bagi penderitaan anak-anak Gaza tidak cukup hanya dengan mengobati luka fisik dan jiwa mereka, melainkan melenyapkan pendudukan Zion*s.
Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zion*s, Mengerikan!
Zion*s terus melakukan serangan ke Jalur Gaza. Mereka tidak segan melakukan pembunuhan tanpa pandang bulu terhadap seluruh warga Palestina, termasuk pada anak-anak. Mereka melakukan dehumanisasi secara mengerikan.
