[Politisi Transformatif] Mengenali Potensi: Memahami Hakikat Diri (Bagian 5/7)

Islam menjelaskan bahwa di antara fase sebelum kehidupan dunia dengan fase kehidupan dunia terdapat dua hubungan. Pertama, hubungan penciptaan (shilatu al-khalqi), yakni bahwa Allah Swt. adalah pencipta. Kedua, hubungan perintah dan larangan (shilatu al-awamir wa al-nawahi), yakni bahwa Allah Swt. tidak sekadar pencipta, tetapi juga pemberi perintah dan larangan kepada manusia.

Selengkapnya

Share

[Politisi Transformatif] Mengenali Potensi: Memahami Hakikat Diri (Bagian 4/7)

Allah Swt. berfirman bahwa manusia akan membaca catatan amalnya sendiri selama hidup di dunia. Setelah itu manusia akan digiring ke tempat di mana timbangan amal perbuatannya diletakkan. Setelah tahapan ini selesai, manusia akan dimasukkan ke dalam neraka atau surga.

Selengkapnya

Share

[Politisi Transformatif] Mengenali Potensi: Memahami Hakikat Diri (Bagian 3/7)

Beribadah kepada Allah Swt. merupakan misi hidup manusia di dunia menurut Islam. Inilah hakikat hidup manusia di dunia dan ini pula yang wajib menjadi landasan segala kiprahnya. Aktualisasi ibadah terwujud ketika seorang muslim mengikatkan dirinya dengan hukum-hukum syarak dalam segala aktivitasnya.

Selengkapnya

Share

[Politisi Transformatif] Mengenali Potensi: Memahami Hakikat Diri (Bagian 2/7)

Jawaban Islam terhadap Al-Uqdatu al-Kubro bersumber dari Al-Qur’an dan sunah. Keduanya merupakan wahyu yang diturunkan Allah Swt. melalui Rasulullah Muhammad saw. sebagai petunjuk hidup. Jawaban Islam memuaskan akal dan menenteramkan jiwa yang berarti sesuai dengan fitrah penciptaan manusia.

Selengkapnya

Share

[Politisi Transformatif] Mengenali Potensi: Memahami Hakikat Diri (Bagian 1/7)

Allah Swt. telah memberikan bekal dan potensi pada diri manusia berupa daya pikir (akal) dan fitrah yang melekat pada manusia sejak ia diciptakan oleh Allah Taala. Semua bekal ini semestinya bisa digunakan dengan sebaik-baiknya agar manusia dapat memahami hakikat hidupnya di dunia.

Selengkapnya

Share

[Politisi Transformatif] Partai Politik Islam dan Peranannya (Bagian 2/2)

Partai politik Islam berperan menyiapkan umat untuk turut serta membangun kehidupan Islam. Caranya dengan melakukan pembinaan umum (tatsqif jama’iy) untuk membentuk opini umum terhadap pemahaman-pemahaman Islam yang akan ditegakkan oleh partai sehingga terwujudlah kesatuan visi antara partai dengan umat secara keseluruhan.

Selengkapnya

Share

[Politisi Transformatif] Berpikir Politis dan Pemikiran Politik Islami (Bagian 4/4)

Pergulatan seorang muslim dalam perjuangan politik yang islami akan menjadikan dakwah sebagai poros aktivitas kehidupan baginya. Pada tahapan selanjutnya, hal ini akan membangun mentalitas negarawan dalam diri seorang muslim. Tepatnya ketika ia hanya menjadikan Islam sebagai satu-satunya pandangan hidup (way of life).

Selengkapnya

Share

[Politisi Transformatif] Berpikir Politis dan Pemikiran Politik Islami (Bagian 3/4)

Ada lima syarat atau kiat yang harus terwujud agar proses berpikir politis dapat terlaksana. Lima hal itu akan terwujud pada diri seseorang seiring dengan perjalanan waktu manakala ia melakukan syarat pertama, yaitu mengikuti berita secara kontinu.

Selengkapnya

Share

[Politisi Transformatif] Berpikir Politis dan Pemikiran Politik Islami (Bagian 2/4)

Berpikir politis yang sesungguhnya adalah berpikir mengenai berita dan peristiwa politik. Oleh karena itu, mereka yang ingin mahir berpikir politis hendaklah melakukan aktivitas berpikir politis pada berbagai berita, kejadian, dan peristiwa politik.

Selengkapnya

Share

[Politisi Transformatif] Berpikir Politis dan Pemikiran Politik Islami (Bagian 1/4)

Berpikir politis (at-tafkir as-siyasi) merupakan satu topik tentang berpikir yang dijelaskan oleh Syekh Taqiyuddin an-Nabhani (1973) dalam kitabnya, At-Tafkir. Jenis berpikir yang urgen dimiliki umat tersebut sebenarnya merupakan salah satu aktivitas berpikir untuk memahami teks-teks politik.

Selengkapnya

Share

[Politisi Transformatif] Pengertian Politik dalam Perspektif Islam (Bagian 3/3)

Politik Negara (Daulah) Islam diwujudkan melalui pemberlakuan hukum-hukum Islam. Negara juga memberlakukan aturan-aturan Islam di berbagai wilayah yang tunduk di bawah kekuasaannya. Negara mengatur muamalat, menegakkan hudud, uqubat, memelihara akhlak, menjamin tegaknya syiar-syiar ibadah, dan mengatur urusan rakyat sesuai dengan syariat Islam.

Selengkapnya

Share