Allah Swt. telah memberikan bekal dan potensi pada diri manusia berupa daya pikir (akal) dan fitrah yang melekat pada manusia sejak ia diciptakan oleh Allah Taala. Semua bekal ini semestinya bisa digunakan dengan sebaik-baiknya agar manusia dapat memahami hakikat hidupnya di dunia.
Tag: akal
[Pembuat Hukum] Kesimpulan tentang Hukum Allah (Bagian 1/2)
Akidah Islam dan landasan hukumnya telah dibuktikan secara rasional dan meyakinkan sehingga hukum (syariat) Islam lebih meyakinkan bagi para pemikir yang objektif.
[Pembuat Hukum] Membangun Tujuan Hidup yang Rasional dan Koheren (Bagian 3/3)
Dalam pandangan Finnis, akal adalah yang tertinggi di dalam kehidupan ini. Peran akal komprehensif dan tidak terbatas dalam melegislasi sebuah tujuan hidup yang rasional dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar berpikir praktis.
[Pembuat Hukum] Membangun Tujuan Hidup yang Rasional dan Koheren (Bagian 1/3)
Akal manusia memiliki peran tertinggi, menjadi kata final dalam memutuskan dengan tepat tipe gaya hidup seperti apa yang hendak dicari.
[Pembuat Hukum] Inti Sari Hukum (Bagian 3)
Apabila akal mengarahkan tujuan akhir, maka hal itu berarti akal terkait dan tidak bisa dipisahkan dari hukum sebagai faktor utama yang membuat hukum itu ada.
[Pembuat Hukum] Manusia sebagai Makhluk Berakal
Kemampuan manusia untuk berpikir sangat berarti, tidak saja karena kita dapat memahami lingkungan sekitar dengan baik, tetapi juga karena kita mampu mengaturnya sesuai kebutuhan kita.
