Gema selawat datang dari berbagai penjuru negeri pada bulan Rabiulawal ini. Umat Islam berduyun-duyun menghadiri acara peringatan maulid Nabi Muhammad ﷺ. Esensi peringatan maulid Nabi adalah ittiba’, yaitu mengikuti apa pun risalah yang beliau bawa.
Kategori: Afkar
Suara Mahasiswa dan Alarm Perubahan
Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan politik nasional. Ini tentu patut diapresiasi. Mahasiswa punya peran strategis mengoreksi kebijakan yang bengkok, menjelaskan kesalahan penguasa, dan sebagai pelopor perubahan.
Karhutla Terus Berulang Akibat Hutan Dikuasai Korporasi
Karhutla melanda sebagian wilayah Indonesia. Ini tidak terjadi kali ini saja. Sayang, pemerintah seolah-olah tidak mengambil pelajaran pada kejadian sebelumnya, alih-alih melakukan langkah pencegahan. Penanganan di lapangan juga sekadar bersifat teknis, jauh dari kata strategis.
Desil sebagai Acuan Subsidi BBM, Negara Makin Lepas Tangan
Pemerintah bersiap memperketat akses terhadap BBM bersubsidi jenis Pertalite berdasarkan desil dengan alasan agar subsidi lebih tepat sasaran. Padahal, pembatasan berdasarkan desil tidak benar-benar menjamin subsidi tepat sasaran dan mencegah pembengkakan APBN. Sebaliknya, justru menunjukkan negara makin lepas tangan dalam memenuhi kebutuhan energi rakyat.
[Editorial] Bencana Bertubi-tubi, Rakyat Bertahan Sendiri, Negara Gagap Mitigasi
Ada pola yang sama saat bencana terjadi, yakni yang pertama kali turun menolong rakyat bukan negara atau penguasa, melainkan warga! Pertanyaannya, ada apa dengan penguasa kita hingga rakyat seolah dipandang sebelah mata?
Ekonomi Kreatif dan Krisis Ketenagakerjaan pada Gen Z
Menempatkan industri ekonomi kreatif sebagai solusi untuk menekan angka pengangguran pada Gen Z pada dasarnya hanya menyentuh sebagian kecil dari persoalan ketenagakerjaan. Persoalan utama terletak pada perbedaan antara menciptakan aktivitas ekonomi dan menciptakan pekerjaan yang memberikan kepastian hidup. Ekonomi kreatif lebih tepat dipahami sebagai salah satu bentuk diversifikasi pekerjaan, bukan sebagai jawaban menyeluruh terhadap pengangguran.
Gaya Hidup Sehat untuk Semua Hanya Terwujud dalam Naungan Khilafah
Gaya hidup modern menjadi ancaman kesehatan global karena berakar pada peradaban sekuler kapitalisme. Upaya modifikasi atau tambal sulam gaya hidup modern gagal secara nyata dan justru memperpanjang kesengsaraan masyarakat. Gaya hidup sehat butuh sistem kehidupan yang sahih.
Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras: Penistaan Islam di Negeri Muslim
Challenge hafalan Al-Qur’an berhadiah miras terjadi bukan karena kesalahan individu belaka, tetapi menunjukkan kerusakan sistemis. Ayat-ayat suci dari Allah Swt. disandingkan dengan miras sebagai hadiah, padahal miras jelas diharamkan dalam Islam. Inilah pertanda adanya kerusakan mendalam pada tatanan berpikir masyarakat dan negara. Akibatnya, kasus akan berulang dengan wajah pelaku yang berbeda. Lantas bagaimana Islam memandang hal ini?
Luka Anak Palestina dan Kebisuan Dunia
Zion*s secara sengaja menargetkan anak-anak Palestina. Hingga pertengahan 2026, sekitar 21.280 anak meninggal. Data ini bukan sekadar statistik dingin, melainkan jeritan yang mengiris nurani. Dunia membisu dan suara pembelaan melawan kebiadaban Zion*s terhenti di meja konferensi dan diplomasi.
Membebaskan Gen Z dari Impitan Finansial dan Hedonisme dengan Solusi Islam
Gen Z menghadapi tekanan finansial akibat biaya hidup tinggi, upah stagnan, dan ketidakpastian ekonomi, sementara gaya hidup hedonis yang dipicu media sosial dan kemudahan akses finansial membuat mereka terjebak dalam budaya konsumtif. Kondisi ini merupakan buah pahit penerapan sistem ekonomi kapitalisme, sehingga dibutuhkan paradigma yang benar untuk membebaskan generasi dari impitan tersebut.
Perang Mu’tah, Ketika Ketakwaan Melahirkan Keberanian
Perang Mu’tah menjadi saksi bagaimana ketakwaan melahirkan keberanian. Abdullah bin Rawahah dikenal sebagai salah seorang sahabat senior Rasulullah ﷺ yang memiliki ketakwaan tinggi. Ia berani meninggalkan kecintaan kepada dunia dan maju ke medan perang dengan semangat memberikan kontribusi terbaik.
Utang Negara Membengkak, Beban Rakyat Makin Berat
Utang pemerintah makin membengkak hingga mencapai Rp10.293,69 triliun. Setiap orang menanggung utang negara sebesar Rp35.702.000. Defisit APBN terus ditutup dengan utang baru, sementara pajak rakyat dinaikkan untuk membayar bunga utang yang bahkan lebih besar dari anggaran kesehatan. Utang tidak hanya membebani rakyat, tetapi juga berbahaya bagi negara karena menggadaikan kedaulatan negara.
