RUU Perampasan Aset terkait Tindak Pidana, Memiskinkan Koruptor atau Alat Gebuk Politik?

Tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset terkait Tindak Pidana (PATP) makin menggelora. Luasnya cakupan RUU ini menimbulkan kekhawatiran yang rawan disalahgunakan menjadi alat gebuk politik, yaitu untuk mengkriminalisasi dan memeras masyarakat, alih-alih memiskinkan koruptor.

Selengkapnya

Share

Penerapan Hukuman Gantung untuk Warga Palestina, Wujud Kepongahan Zion*s!

Entitas Yahudi mengesahkan undang-undang yang memberlakukan hukuman mati berupa hukuman gantung bagi warga Palestina. Kepongahan Zion*s ini tidak lepas dari dukungan eksternal (AS), sistem sanksi internasional yang lemah, dan ide nasionalisme yang membelenggu umat Islam.

Selengkapnya

Share

[Editorial] Demo Kisruh (Lagi), Rakyat Jangan Mau Terus Dipecah Belah

Demonstrasi besar di depan Gedung DPR RI pada 27-8-2026 di Jakarta, berakhir ricuh. Satu orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Namun, kejadian seperti ini bukan yang pertama. Dorongan pragmatisme membuat aksi-aksi menuntut perubahan dengan mudah dibajak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bagaimana seharusnya?

Selengkapnya

Share

Fenomena Generasi “Maybe Later”, Isyarat Nyata Kelalaian Riayah Negara

Fenomena “maybe later” (“mungkin nanti”) menunjukkan bahwa ketidakpastian ekonomi mulai memengaruhi keputusan-keputusan penting generasi muda. Mereka bukan sekadar menunda satu kebutuhan, tetapi harus menangguhkan langkah yang berkaitan dengan masa depan.

Selengkapnya

Share

Ospek Berujung Petaka, Wajah Suram Pendidikan Tinggi dan Cerminan Peradabannya

Kegiatan ospek mahasiswa baru diwarnai dengan adanya kegiatan yang tidak manusiawi hingga berujung petaka. Hal ini berkaitan dengan tujuan dan cara pandang terhadap pendidikan. Seperti apa seharusnya bentuk ospek yang benar-benar mampu membentuk mahasiswa menjadi insan akademis berdedikasi tinggi dan siap menjadi agen perubahan?

Selengkapnya

Share

Backlog Perumahan: Tidak Cukup Turun, tetapi Harus Zero

Penurunan backlog kepemilikan rumah seolah-olah merupakan sebuah pencapaian yang positif, padahal semu, karena adanya kontradiksi besar dengan realitas di lapangan. Di satu sisi, angka ini menunjukkan bahwa program pembiayaan hunian dianggap tepat sasaran, tetapi di sisi lain, terjadi kenaikan rasio kredit macet.

Selengkapnya

Share

Menata Ulang Sistem Moneter, Saatnya Mengembalikan Uang pada Fungsi Asalnya

Krisis ekonomi yang terjadi berulang seyogianya mendorong masyarakat untuk tidak sekadar bertanya tentang kebijakan apa yang harus dilakukan ketika krisis terjadi, melainkan juga perlu bertanya, apakah desain sistemnya sendiri sudah tepat?

Selengkapnya

Share

Korupsi Jalur Mandiri, Buah Komersialisasi Pendidikan

KPK menetapkan Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, bersama lima orang sebagai tersangka kasus pemerasan dan gratifikasi penerimaan mahasiswa jalur mandiri dengan kerugian Rp2,45 miliar. Pendidikan yang seharusnya menjadi hak rakyat justru dikomersialisasi. Pendidikan kehilangan fungsi sebagai instrumen mobilitas sosial dan justru melahirkan ketimpangan.

Selengkapnya

Share

Polemik Desil: Saat Angka Menjadi Penentu Kesejahteraan

Banyak warga mengeluhkan salah klasifikasi, yakni dimasukkan ke desil tinggi, padahal tingkat hidup masih pas-pasan. Isu ini menjadi polemik karena peringkat desil digunakan untuk menentukan hak seseorang untuk menerima berbagai program pemerintah, baik berupa subsidi maupun bantuan sosial. Bagaimana pandangan Islam?

Selengkapnya

Share