Perang Mu’tah, Ketika Ketakwaan Melahirkan Keberanian

Perang Mu’tah menjadi saksi bagaimana ketakwaan melahirkan keberanian. Abdullah bin Rawahah dikenal sebagai salah seorang sahabat senior Rasulullah ﷺ yang memiliki ketakwaan tinggi. Ia berani meninggalkan kecintaan kepada dunia dan maju ke medan perang dengan semangat memberikan kontribusi terbaik.

Selengkapnya

Share

Utang Negara Membengkak, Beban Rakyat Makin Berat

Utang pemerintah makin membengkak hingga mencapai Rp10.293,69 triliun. Setiap orang menanggung utang negara sebesar Rp35.702.000. Defisit APBN terus ditutup dengan utang baru, sementara pajak rakyat dinaikkan untuk membayar bunga utang yang bahkan lebih besar dari anggaran kesehatan. Utang tidak hanya membebani rakyat, tetapi juga berbahaya bagi negara karena menggadaikan kedaulatan negara.

Selengkapnya

Share

Menyelamatkan Kemuliaan Perempuan dari Cengkeraman TPPO Global

Kasus TPPO adalah fenomena gunung es. Sindikat perdagangan orang makin lihai memanfaatkan celah hukum dan teknologi. Para calo terus eksis, sedangkan negara tidak mampu membendung pengiriman pekerja ilegal. Ini tidak sekadar kelalaian administratif atau kelemahan penegakan hukum, melainkan potret mandulnya perlindungan negara.

Selengkapnya

Share

Ceuta dan Krisis Politik Dunia Islam: Ketika Laut Menjadi Jalan Keluar dari Negeri Sendiri

Puluhan ribu penduduk Maroko berbondong-bondong menuju Ceuta, Spanyol pada akhir Juli 2026. Peristiwa ini bukan sekadar persoalan migrasi ilegal dari Maroko menuju Eropa, tetapi memperlihatkan persoalan struktural di dunia Islam. Mengapa banyak orang dari negeri-negeri muslim migrasi ke Eropa?

Selengkapnya

Share

Kebakaran Kapal Penumpang, Ironi Negara Bahari

Kecelakaan KMP Mutiara Sentosa II bukanlah kasus pertama. Ini mengindikasikan lemahnya ketaatan perusahaan transportasi laut, serta kurangnya pengawasan negara pada keselamatan penumpang. Hadirnya pemain swasta dalam layanan transportasi laut membuat sektor tersebut kental dengan paradigma bisnis. Keselamatan penumpang pun kerap menjadi taruhan.

Selengkapnya

Share

Tragedi Yurizal, Potret Nirempati Nakes di Balik Borok Sistem Kesehatan Kapitalistik

Kasus Yurizal layaknya gunung es. Keluhan mengenai waktu tunggu yang lama, fasilitas yang tidak memadai, hingga dugaan diskriminasi terhadap pasien BPJS masih terjadi. Akar persoalannya tidak dapat dilepaskan dari paradigma sekuler kapitalistik yang memandang kesehatan melalui mekanisme ekonomi.

Selengkapnya

Share

Catatan Rekomendasi KUII 2026: Umat Butuh Syariat Kafah, Bukan Modifikasi Sistem Sekuler dengan Label Islami

Ada persoalan mendasar yang perlu dikaji: apakah penerapan nilai-nilai Islam di dalam kebijakan negara yang secara keseluruhan masih berjalan dalam kerangka sistem sekuler kapitalistik dapat dianggap sebagai penerapan syariat Islam?

Selengkapnya

Share

Penurunan Angka Kemiskinan dan Realitas Pahit Kesejahteraan

Penurunan angka kemiskinan terlihat seolah-olah sebagai data yang menggembirakan. Sebaliknya, realitas kesejahteraan masyarakat makin turun. Utak-atik angka kemiskinan adalah sebuah keniscayaan dalam sistem kapitalisme. Namun, borok yang menyebabkan kemiskinan dibiarkan tetap menganga.

Selengkapnya

Share

Pengintegrasian Pajak dan Zakat dalam Pandangan Islam

MUI mendesak pemerintah untuk mengubah skema regulasi integrasi zakat dan pajak di Indonesia. Dalam proses integrasi, saat ini masih dalam skema zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak (tax deduction), bukan langsung mengurangi nominal pajak yang harus dibayarkan (tax credit). Apakah konsep integrasi zakat dan pajak disyariatkan dalam Islam?

Selengkapnya

Share