[Kabar] Aktivis: Umat Islam Menghadapi Kemelut Ekonomi, padahal Allah Taala Mengaruniakan SDA Melimpah

Aktivis dakwah asal Kenya Irfan Mohamed menyatakan, umat Islam saat ini sedang menghadapi kemelut dalam bidang politik dan ekonomi, padahal Allah Taala telah mengaruniakan kekayaan dan sumber daya alam yang melimpah. “Segala sumber daya ini sudah memadai. Namun persoalannya, mengapa masih banyak yang menderita?” tanyanya.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Muslimahpreneur Jawa Tengah Bangkit Berjuang Menghadapi Guncangan Ekonomi Global

Ratusan peserta dari berbagai kota di Jateng hadir secara daring dan luring dalam Muslimah Entrepreneur Forum (MEF) bertema “Muslimahpreneur di Tengah Guncangan Ekonomi: Terpuruk atau Bangkit?” pada Ahad (10-5-2026). Dalam acara ini ditekankan pentingnya untuk tetap memiliki semangat bangkit di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Program SantriMatic, Mubaligah: Ketidaktepatan Negara Melihat Akar Persoalan Ekonomi

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya berencana memperluas program literasi digital melalui inisiatif SantriMatic sekaligus untuk memberdayakan ekonomi di lingkungan pesantren. Namun, mubaligah Sri Rahayu, S.Pi. menilai, program ini menegaskan ketidaktepatan negara dalam melihat akar persoalan ekonomi.

Selengkapnya

Share

[Politik Ekonomi Islam] Peningkatan Kekayaan (Pertumbuhan Ekonomi)

Peningkatan kekayaan (pertumbuhan ekonomi) dengan menciptakan proyek-proyek ekonomi dibangun berdasarkan ilmu ekonomi yang bersifat universal. Namun demikian, pandangan hidup tertentu tetap berpengaruh terhadap langkah-langkah yang ditempuh ketika membangun proyek-proyek itu.

Selengkapnya

Share

Layanan Kesehatan Hak Dasar Rakyat, Bukan Tumbal Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan kesehatan sama sekali tidak ditujukan untuk memenuhi hak dasar rakyat agar sehat dalam menjalani kehidupan, tetapi menjadi tumbal pertumbuhan ekonomi. Slogan “Kesehatan untuk Semua” hanya menjadi ilusi.

Selengkapnya

Share

[Editorial] Akankah Indonesia Tangguh, Mandiri, dan Sejahtera dengan Modal Pajak dan Utang?

kita layak mempertanyakan, mungkinkah terwujud visi Indonesia tangguh, mandiri, dan sejahtera, sedangkan negara sudah ada di ambang kebangkrutan hingga rakyatnya terus dikorbankan? Mungkinkah rakyat hidup bahagia, sedangkan penguasanya menjadi “si raja tega” dengan menggadaikan aset-aset milik rakyatnya, memalak mereka dengan berbagai jenis pajak, dan menyerahkan layanan hak-hak dasar mereka untuk dikapitalisasi oleh para pengusaha?

Selengkapnya

Share