Gaya Hidup Sehat untuk Semua Hanya Terwujud dalam Naungan Khilafah

Gaya hidup modern menjadi ancaman kesehatan global karena berakar pada peradaban sekuler kapitalisme. Upaya modifikasi atau tambal sulam gaya hidup modern gagal secara nyata dan justru memperpanjang kesengsaraan masyarakat. Gaya hidup sehat butuh sistem kehidupan yang sahih.

Selengkapnya

Share

Tragedi Yurizal, Potret Nirempati Nakes di Balik Borok Sistem Kesehatan Kapitalistik

Kasus Yurizal layaknya gunung es. Keluhan mengenai waktu tunggu yang lama, fasilitas yang tidak memadai, hingga dugaan diskriminasi terhadap pasien BPJS masih terjadi. Akar persoalannya tidak dapat dilepaskan dari paradigma sekuler kapitalistik yang memandang kesehatan melalui mekanisme ekonomi.

Selengkapnya

Share

Ilusi Kedaulatan Kesehatan Melalui One Health

Penerapan One Health mengharuskan Indonesia mengikuti arahan global dalam berbagai hal yang sudah ditetapkan di dalam program tersebut. Hal ini akan memicu adanya ketergantungan pada negara luar, terutama yang memiliki teknologi terdepan. Alih-alih rakyat sehat dan negara berdaulat, yang terjadi justru ketergantungan kepada swasta, baik asing maupun nasional.

Selengkapnya

Share

Kematian Tragis Ibu Hamil di Papua, Negara Abai dalam Pelayanan

Pada awal Juli 2026, seorang ibu hamil warga Papua meninggal dunia karena tidak mendapatkan penanganan medis lanjutan akibat terhentinya akses transportasi udara. Kasus ini kembali menunjukkan lemahnya sistem pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan Papua yang sangat bergantung pada transportasi udara.

Selengkapnya

Share

Miris, Akses Pelayanan Kesehatan Tidak Merata

Negara dalam sistem kapitalisme hari ini abai terhadap jaminan pelayanan kesehatan. Negara lepas tangan dari tanggung jawab menyediakan pelayanan kesehatan secara merata. Infrastruktur kesehatan banyak terkonsentrasi di wilayah tertentu, sedangkan di banyak daerah masih sulit diakses hingga memakan korban jiwa.

Selengkapnya

Share

Dokter Spesialis Menjadi Pilihan, Buah Tata Kelola Kesehatan Kapitalistik

Kondisi maraknya dokter yang memilih menjadi spesialis menggambarkan minimnya peran negara dalam sistem kapitalisme dalam membuat mekanisme yang tepat untuk menjamin SDM dan layanan kesehatan. Selama upaya yang dilakukan tidak menyentuh akar persoalan, yaitu penerapan sistem kapitalisme, tidak akan membawa perubahan yang signifikan.

Selengkapnya

Share

BPJS Kesehatan Defisit Terus, Layanan Kesehatan Salah Urus?

BPJS Kesehatan dikabarkan mengalami defisit sekitar Rp2 triliun setiap bulan karena pengeluaran klaim jauh lebih besar daripada penerimaan iuran. Pertanyaannya, mengapa negara yang kaya akan sumber daya alam seperti Indonesia bisa tekor untuk memenuhi layanan kesehatan rakyatnya? Apa yang salah dalam pengurusan sektor kesehatan di Indonesia?

Selengkapnya

Share

Kasus HIV/AIDS Marak Pada Usia Produktif, Bonus Demografi dalam Ancaman

Ancaman HIV/AIDS di Indonesia mengancam masyarakat usia produktif. Kondisi ini berdampak pada bonus demografi dan mengancam aspek sosial. Akar masalahnya adalah perilaku berisiko akibat kerangka pikir yang salah dan paradigma sistemis yang rusak. Penting untuk mengkritisi hal ini dari aspek sistem yang sedang berjalan.

Selengkapnya

Share

[Fokus WAG] Penonaktifan PBI BPJS, Jaminan Kesehatan Hanya Retorika

Pemerintah menonaktifkan 11,53 juta peserta PBI BPJS. Ini hanyalah salah satu polemik program JKN/BPJS. Semua persoalan ini berakar pada kapitalisasi kesehatan sehingga tidak ada jaminan negara terhadap kebutuhan kesehatan rakyat. Miris, negara hanya berperan sebagai regulator dan fasilitator, padahal kesehatan adalah kebutuhan mendasar publik.

Selengkapnya

Share

Gangguan Jiwa Meningkat, Butuh Solusi Komprehensif dari Personal Hingga Sistemis

Sedikitnya 28 juta dari 287 juta penduduk Indonesia memiliki masalah kesehatan jiwa. Berbagai pemicu problem kesehatan mental lekat dengan kesulitan hidup. Masalah kesehatan jiwa juga terintegrasi dengan sistem dan tata aturan kehidupan, sehingga membutuhkan solusi sistemis.

Selengkapnya

Share