Dokter Spesialis Menjadi Pilihan, Buah Tata Kelola Kesehatan Kapitalistik

Kondisi maraknya dokter yang memilih menjadi spesialis menggambarkan minimnya peran negara dalam sistem kapitalisme dalam membuat mekanisme yang tepat untuk menjamin SDM dan layanan kesehatan. Selama upaya yang dilakukan tidak menyentuh akar persoalan, yaitu penerapan sistem kapitalisme, tidak akan membawa perubahan yang signifikan.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Pemerhati: Kekurangan Jumlah Dokter Menunjukkan Pembangunan Kesehatan Belum Menjadi Prioritas

Indonesia masih kekurangan sekitar 70 ribu dokter spesialis, tetapi produksi dokter spesialis hanya 2.700—3.000 per tahun. Menurut pemerhati kebijakan kesehatan dr. Arum Harjanti, ini menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan belum menjadi prioritas, padahal kesehatan adalah hak dasar rakyat.

Selengkapnya

Share