Penulis dan aktivis Forum Lingkar Studi Tsaqafah Islam Ir. Titi Hutami menyatakan, keberadaan utang luar negeri Indonesia yang terus membengkak berdampak pada melemahnya perekonomian, bahkan pada perpolitikan negeri ini. “Tidak banyak yang menyadari bahwa jebakan utang luar negeri merupakan manifestasi neoliberalisme,” jelasnya.
Tag: utang luar negeri
[Politik Ekonomi Islam] Fasilitas Kredit (Bagian 1/2)
Fasilitas kredit tidak dikategorikan sebagai utang-utang luar negeri. Namun, ia merupakan perdagangan luar negeri sehingga boleh diambil dengan harga yang ditangguhkan (kredit) yang lebih besar daripada harga kontan. Hal ini selama tidak disertai transaksi riba, tetapi dengan transaksi jual beli.
[Politik Ekonomi Islam] Bahaya Utang Luar Negeri (Bagian 2/2)
Jelaslah bahwa mengambil utang-utang luar negeri tidak akan membawa kepada peningkatan kekayaan, tetapi justru membawa kepada ketundukan terhadap dominasi negara yang memberi utang.
[Politik Ekonomi Islam] Bahaya Utang Luar Negeri (Bagian 1/2)
Sesungguhnya utang luar negeri untuk pendanaan proyek-proyek adalah cara paling berbahaya terhadap eksistensi suatu negara. Hal itu justru memperpanjang penderitaan akibat bencana yang menimpa umat, juga merupakan jalan untuk menjajah suatu negara.
Menambah Utang pada APBN 2026, Indonesia Masuk Jebakan Utang
Pemerintah berencana menambah utang lagi. Ini adalah konsekuensi pengelolaan APBN ala kapitalisme, dengan pajak dan utang sebagai sumber utama pemasukan negara. Masalahnya, jumlah utang negara makin membengkak karena ribawi. APBN akhirnya tergerus untuk membayar utang. Bagaimana solusinya menurut Islam?
Cicilan Utang Lebih Tinggi Dibandingkan Dana Kesehatan, Indikasi Negara Gagal?
Sepanjang 2015—2025 porsi belanja bunga utang Indonesia selalu melampaui anggaran kesehatan. Indonesia bisa disebut negara gagal sistemis karena mengalokasikan anggaran lebih besar untuk membayar bunga utang daripada membiayai pendidikan atau belanja kesehatan.
Krisis Sri Lanka Akibat Utang, Bagaimana dengan Indonesia?
Faktor terbesar penyebab bangkrutnya Sri Lanka diduga adalah akibat jerat utang dari Cina. Lalu bagaimana dengan Indonesia yang juga memiliki utang besar pada Cina? Apa yang harus dilakukan agar krisis seperti Sri Lanka tidak terjadi?
