Triliunan Bansos Mengendap di Rekening, Kemiskinan Kian Genting

Bansos diklaim sebagai instrumen vital pemerintah untuk mendukung masyarakat miskin dan kelompok rentan. Namun, sungguh mencengangkan, ditemukan sekitar Rp2,1 triliun dana bansos yang mengendap di 10 juta rekening penerima selama lebih dari tiga tahun. Ini tentu ironi, terlebih pada saat jutaan rakyat masih bergelut dengan kemiskinan.

Selengkapnya

Share

Utak-atik Standar Kemiskinan, Kapitalisme Gagal Menyejahterakan Rakyat

Perbedaan standar kemiskinan antara BPS dan Bank Dunia masih menuai polemik. Sayang, pemerintah enggan melihat realitas di lapangan dan lebih memilih pengambilan kebijakan populis seperti pemberian bansos, padahal itu sarat pencitraan. Ini jelas berbeda dengan sistem Islam, yang memosisikan negara sebagai penanggung jawab penuh atas kebutuhan dasar rakyat dengan standar pemenuhan yang layak.

Selengkapnya

Share

Beras Oplosan di Dalam Sistem yang Penuh Kecurangan

Kecurangan dalam kasus beras oplosan ini tumbuh subur, masif, dan terjadi bertahun-tahun karena lemahnya pengawasan dan sistem sanksi oleh negara. Ini akibat penerapan sistem sekuler kapitalisme yang berorientasi pada perolehan keuntungan materi sebesar-besarnya. Pengelolaan beras dari hulu hingga ke hilir yang dikuasai oleh korporasi, membuktikan negara abai dalam mengawasi produksi dan distribusi beras.

Selengkapnya

Share

Tambang Ilegal Marak, Negara Gagal Melindungi SDA

Maraknya tambang ilegal telah merugikan negara hingga ratusan triliun. Ini sejatinya menunjukkan kegagalan negara dalam mengawasi dan melindungi kekayaan alam. Sayang, negara tidak bersungguh-sungguh menghentikannya, padahal sudah merusak alam dan membahayakan masyarakat. Namun, tambang yang legal pun tidak lantas lebih baik. Bagaimana semestinya pengelolaan SDA tambang menurut sistem Islam?

Selengkapnya

Share

Beras Mahal Saat Stok Melimpah, Distribusi Bermasalah, Rakyat Terkena Imbasnya

Tidak seharusnya harga beras naik di tengah melimpahnya stok beras di gudang Bulog. Sistem kapitalisme telah mereduksi peran negara dalam mengelola pangan (beras) sehingga negara melalaikan tanggung jawabnya dari aspek pengawasan. Akibatnya, pangan menjadi komoditas yang bisa diperdagangkan demi keuntungan ekonomi.

Selengkapnya

Share

Islam Mengurai Benang Kusut Persoalan Perumahan

Program rumah subsidi yang selama ini berjalan nyatanya gagal menyolusi persoalan perumahan. Sekarang pemerintah justru berencana memperkecil ukuran luas rumah subsidi dengan tujuan menurunkan harga agar lebih terjangkau masyarakat.

Selengkapnya

Share