Petani Merugi, Rafinasi Rembes, Tata Kelola Tidak Beres

Ratusan ribu ton gula hasil panen petani tidak terserap pasar. Kondisi ini diperparah oleh rembesan gula rafinasi impor ke pasar konsumsi. Ironi, negara membiarkan petani dibayangi risiko, sebaliknya realitas di pasar menguntungkan mafia dan oligarki gula. Ini jelas menunjukkan negara gagal menjalankan tugas dasarnya sebagai raa’in.

Selengkapnya

Share

Beras Mahal Saat Stok Melimpah, Jaminan Pangan Masih Wacana

Pemerintah membanggakan stok beras yang berlimpah dan memprediksi tidak akan impor beras tahun ini. Namun, stok yang melimpah ternyata tidak mampu menstabilkan harga beras. Ini akibat pemerintah hanya fokus meningkatkan stok dengan cara impor, tapi abai pada distribusi.

Selengkapnya

Share

Bunuh Diri Marak karena Pinjol dan Judol, Bukti Rusaknya Sistem Kapitalisme

Meski pinjol dan judol telah banyak memakan korban, pemerintah tampak gamang untuk menutup total pintu pinjol dan tidak bersikap tegas pada praktik judol. Selama masyarakat masih bertahan dengan sistem kapitalisme, lingkaran penderitaan dan tragedi bunuh diri akibat pinjol dan judol tidak akan pernah berhenti.

Selengkapnya

Share

Krisis Pasar Tenaga Kerja Global, Kapitalisme Gagal Mewujudkan Kesejahteraan

Selama sistem kapitalisme masih mendominasi dunia, juga Indonesia, pengangguran akan selalu menjadi masalah utama. Selama negara hanya bertindak sebagai regulator dan fasilitator bagi kepentingan kapitalis, kesejahteraan rakyat mustahil terwujud.

Selengkapnya

Share

Biskuit Stunting, Korupsi, dan Ironi Negeri

Dugaan korupsi terjadi pada program makanan tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil. Miris, jargon pengentasan kemiskinan dan perbaikan gizi hanyalah narasi. Rakyat menjadi korban dari program yang seharusnya menyelamatkan mereka. Fenomena ini memperlihatkan wajah asli kapitalisme yang busuk.

Selengkapnya

Share

Gejolak Beras dan Rapuhnya Sistem Ketahanan Pangan Nasional

Dalam sistem kapitalisme, beras diperlakukan sebagai komoditas ekonomi, bukan sebagai kebutuhan dasar rakyat yang wajib dijamin pemenuhannya oleh negara. Negara hanya sebagai regulator dan pelayan korporasi, bukan pengurus rakyat. Paradigma kapitalistik inilah yang melahirkan krisis berulang di sektor perberasan.

Selengkapnya

Share

Bansos Salah Sasaran, Rakyat Menjadi Korban

Lagi-lagi terjadi kasus bansos salah sasaran. Orang-orang yang benar-benar miskin justru tidak mendapatkan bantuan. Ini dampak penerapan sistem administrasi dalam sistem kapitalisme yang tidak berprinsip melayani rakyat. Akibatnya, rakyat menjadi korban.

Selengkapnya

Share

Delapan Dekade Merdeka, Pendidikan dan Kesehatan Masih Terjajah

Delapan puluh tahun merdeka dari penjajahan fisik, tetapi Indonesia belum merdeka dari buruknya sistem pendidikan dan kesehatan. Dalam kapitalisme, pendidikan dan kesehatan diperlakukan sebagai komoditas bisnis. Ini bukanlah merdeka, tetapi belenggu penjajahan dalam bentuk yang berbeda.

Selengkapnya

Share

Masalah Beras Akan Beres dalam Sistem Khilafah

Di satu sisi harga beras mahal karena stok pada tingkat retail menipis, tapi di sisi lain stok di gudang Bulog melimpah. Sayang, negara abai mengawasi distribusi sehingga kerap terjadi kekurangan stok beras di pasar. Rakyat juga dihadapkan pada fluktuasi harga yang membuat harga beras tidak stabil dan cenderung melambung. Karut marut tata niaga beras ini berakar dari pengelolaan ala sistem kapitalisme.

Selengkapnya

Share