Asma Siddiq selaku anggota Kantor Berita ideologis internasional menyatakan bahwa “Palestina merdeka” tidak akan pernah terwujud melalui solusi dua negara, gencatan senjata, atau perjanjian perdamaian. Genosida dan pendudukan juga ia tegaskan tidak akan berakhir melalui boikot global, ICC, atau PBB. “Oleh karena itu, aktivisme untuk Palestina harus merangkul visi perubahan yang jelas,” ujarnya.
Kategori: Berita
[Kabar] UIY: Hanya Kematian yang Bisa Menghentikan Kerakusan
Menyikapi kerakusan para oligarki yang makin menjadi-jadi di negeri ini, cendekiawan muslim Ustadz Ismail Yusanto menyatakan bahwa hanya kematian yang bisa menghentikan kerakusan. Berikut uraiannya.
[Kabar] Penahanan 1.700 Jenazah Warga Palestina oleh Zion*s, Aktivis: Penghinaan terhadap Kehormatan Kaum Muslim
Zion*s Yahudi dilaporkan menahan 1.700 jenazah warga Palestina sebagai alat tawar untuk negosiasi sandera pada masa depan, meski Ham*s melepas seluruh tawanan. Penulis dan aktivis Forum Lingkar Studi Tsaqafah Islam Ir. Titi Hutami menilai, tindakan ini bentuk penghinaan terhadap kehormatan kaum muslim. Berikut penjelasannya.
[Kabar] Pemerhati: Memutus Rantai Penularan TBC Butuh Perubahan Paradigma Negara sebagai Pengurus Rakyat
Indonesia menempati peringkat kedua dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia. Menurut pemerhati kebijakan kesehatan dr. Arum Harjanti, skrining saja tidak cukup untuk memutus rantai penularan TBC, harus disertai perubahan mendasar paradigma negara sebagai pengurus rakyat.
[Kabar] Aktivis: Tidak Ada Satu Generasi Itu Dilahirkan, kecuali dalam Keadaan Fitrah
Generasi muda saat ini sedang menyimpan beragam kekhawatiran tentang masa depan dan stigmatisasi sebagai generasi stroberi. Namun, aktivis muslimah dr. Faizah Rosyidah, M.Ked.Trop. menegaskan, tidak ada satu generasi itu dilahirkan, kecuali dalam keadaan fitrah. Berikut penuturannya.
[Kabar] Pengamat: Islam Kafah, Solusi Menghentikan Perkembangan L6B7
Fenomena kian masifnya perkembangan L6B7 di tengah derasnya arus informasi digital, mendapat respons dari pengamat sosial dan politik Fatma Sunardi, S.Si. Ia menegaskan bahwa penerapan Islam kafah adalah solusi untuk menghentikan persoalan tersebut.
[Kabar] Pengamat: Swasembada Pangan Baru Sebatas Capaian Produksi dan Terpenuhinya Pasokan
Presiden Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan. Namun, menurut pengamat kebijakan publik Emilda Tanjung, M.Si., swasembada ini baru sebatas data capaian produksi pangan dan terpenuhinya pasokan.
[Kabar] Prof. Salma: Menyelamatkan Generasi dari L687 Tidak Cukup Hanya Mengatur Perilaku
Untuk menyelamatkan generasi dari L687, menurut Guru Besar Ilmu Hukum Islam UIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. Salma, M. Ag., tidak cukup hanya mengatur perilaku setelah masalah terjadi. Berikut ulasannya.
[Kabar] Aktivis: Penyimpangan Tumbuh Subur dalam Sistem Sekuler
Terdapat 38 hingga 39 negara di dunia yang secara resmi telah melegalkan dan mengesahkan pernikahan sesama jenis. Aktivis dakwah nasional Dra. Iffah Ainur Rochmah menyampaikan, penyimpangan seksual tumbuh subur karena umpan balik dari sistem sekularisme yang diterapkan.
[Kabar] Siswi SD Boleh Pacaran 10 Tahun Lagi, Pemerhati: Harusnya Dibentengi dengan Islam
Menanggapi selorohan Presiden Prabowo terhadap siswi SD yang baru boleh pacaran 10 tahun lagi, pemerhati pendidikan dan remaja Diansyah Novi Susanti, S.Pt. menyatakan bahwa tidak layak seorang kepala negara bersikap demikian. Seharusnya, ujarnya, kepala negara membentengi generasi dengan syariat Islam.
[Kabar] Kiai Labib: Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras, Hukumannya Sangat Berat
Aksi viral tantangan (challenge) hafalan QS Adh-Dhuha berhadiah minuman keras mendapat respons ulama nasional K.H. Rokhmat S. Labib. Ia menegaskan, ini merupakan penistaan agama yang—dalam ajaran Islam—hukumannya sangat berat, yakni sampai diperangi atau dibunuh.
[Kabar] UIY: KDMP Bukan Jawaban atas Persoalan Ekonomi Rakyat
Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) diharapkan dapat menjadi institusi ekonomi yang menumbuhkan kemampuan ekonomi masyarakat desa. Namun, cendekiawan muslim Ustaz Ismail Yusanto menegaskan bahwa KDMP bukan jawaban untuk menyelesaikan persoalan ekonomi rakyat.
