Kini, sebulan pascabencana, kondisi korban bencana Sumatra belum mengalami perbaikan signifikan. Implementasi UU Kebencanaan tidak sesuai harapan. Demikianlah, dalam sistem sekuler kapitalisme, kebijakan apa pun tentang kebencanaan hanya berakhir di atas kertas.
Kategori: Lingkungan dan Energi
Mampukah Ekoteologi Menyelesaikan Masalah Lingkungan?
Ekoteologi mereduksi permasalahan kerusakan lingkungan yang sistemis menjadi sekadar permasalahan moral dan spiritual. Hal ini sangat berbahaya. Selain tidak menyolusi permasalahan sistemis yang dihadapi, juga makin melanggengkan sistem kapitalisme yang merupakan aktor utama kerusakan lingkungan.
Penderitaan Korban Bencana Sumatra di Tengah Sikap Nirempati Pejabat Negara
Perempuan dan anak-anak merupakan kelompok rentan saat bencana. Apalagi banyak pejabat yang abai dan nirempati di tengah penanganan bencana Sumatra. Mereka adalah produk politik transaksional. Hasilnya, kebijakan seputar bencana terkesan asal-asalan, tidak terarah, bahkan berpotensi salah sasaran.
[Editorial] Problem Paradigma di Balik Bencana Maut Sumatra
Bencana di Sumatra telah memakan korban sedemikian banyak dengan dampak yang begitu besar. Namun yang membuat miris, para penguasa terus menarasikan penyebab bencana ini “hanyalah” faktor alam, yakni akibat siklon Senyar. Bisakah narasi mereka dipercaya, padahal fakta di lapangan membuktikan bahwa bencana ini adalah dampak kebijakan mereka?
Berbagai Bencana Menerpa, Penanganan oleh Negara Lamban dan Insidental
Jika kita amati polanya, bencana yang terjadi disebabkan oleh kesalahan dalam tata kelola ruang hidup yang menimbulkan kerusakan lingkungan. Kesalahan dalam tata kelola tersebut biasanya direpresentasikan dengan masifnya perubahan penggunaan lahan.
Banjir Melanda Berbagai Daerah, Pertanda Tata Kelola Lingkungan Salah Arah
BMKG memperingatkan sebagian besar wilayah Indonesia kini memasuki puncak musim hujan dengan curah hujan tinggi, sehingga menyebabkan banjir dan tanah longsor. Sejatinya, banjir tahunan menegaskan pembangunan wilayah yang tidak direncanakan secara komprehensif, juga buah tata kelola lingkungan yang salah arah.
Kapitalisasi Air, di Mana Peran Negara?
Viralnya video KDM terkait AQUA membuat publik jadi mengetahui bahwa sumber air di negeri ini banyak dikuasai pihak swasta. Tidak salah jika air disebut “emas baru”. Namun, kapitalisasi air telah menyebabkan kemudaratan yang amat besar bagi kehidupan umat manusia.
Ironi RI Negara Kaya Batu Bara
Penguasaan tambang batu bara oleh korporasi swasta tentu sangat merugikan rakyat secara umum. Keuntungan yang dihasilkan hanya dinikmati oleh segelintir kapitalis pemilik tambang, sedangkan dampak negatifnya (sosial maupun lingkungan) sering kali dirasakan oleh masyarakat luas.
Paradoks Energi Panas Bumi versus Kerusakan Lingkungan
Layaknya sumber daya alam yang Allah ciptakan untuk manusia, seharusnya geotermal menjadi berkah bagi seluruh rakyat. Namun nyatanya, malah berubah menjadi bencana di tangan para pebisnis energi. Bagaimana penjelasannya?
Keseimbangan Alam Ditentang, Banjir Bandang Datang Berulang
Pengabaian terhadap kelestarian ekologi adalah bukti nyata bahwa pembangunan kapitalistik membawa bencana bagi manusia, alam, dan makhluk hidup di sekitarnya. Untuk apa pembangunan dan pemasukan besar jika ujungnya hanya merusak keseimbangan alam dan berakibat fatal bagi umat manusia?
Udara Indonesia Dikepung Racun
Udara Indonesia sudah sangat tidak sehat karena dikepung racun. Kondisi ini terjadi akibat pembangunan yang mengeksploitasi alam. Sistem kapitalisme yang bertakhta di dunia saat ini, termasuk di Indonesia, memandang alam sebagai komoditas yang bebas dieksploitasi demi meraih keuntungan sebesar-besarnya.
Rakyat Pengap “Dibekap” Asap
Karhutla telah membuat rakyat pengap akibat “dibekap” asap sehingga mengganggu kesehatan mereka. Karhutla yang menjadi kasus tahunan semestinya memantik kesadaran kita bahwa kasus karhutla cenderung dipelihara untuk terus terjadi.
