Di tengah swasembada masyarakat dihadapkan pada dominasi beras fortifikasi yang harganya lebih mahal dari beras premium di pasaran. Ini menegaskan pergeseran strategi penjualan produsen demi mengejar profit lebih besar.
Kategori: Fokus dan Analisis
Nasib Guru Honorer, Status Tidak Kunjung Pasti, Kapan Bisa Sejahtera?
Pemerintah sepakat membuka peluang transisi status guru honorer. Kebijakan ini membentur keterbatasan anggaran belanja pegawai di sejumlah Pemda. Padahal, ketakpastian nasib dan kesejahteraan para guru masih terus menjadi problem.
[Editorial] Sampai Kapan Rakyat Jadi Tumbal “Proyek Basah” MBG?
Awal September ini, setidaknya ada 2.000-an korban baru kasus keracunan MBG yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Alhasil, total korban sejak program ini diluncurkan mencapai 50 ribu orang! Banyaknya kasus menunjukkan bahwa problem yang terjadi bukan semata teknis administratif. Namun, mengapa pemerintah ngotot proyek ini dilanjutkan?
Literasi Keuangan Generasi Muda di Tengah Gempuran Gaya Hidup Hedonistik: Sulit!
Ada kontradiksi antara sistem ekonomi konsumtif (kapitalisme) yang diterapkan dengan upaya edukasi literasi keuangan. Dalam edukasi literasi keuangan, generasi muda diajari untuk gemar menabung, tetapi gaya hidup hedonistik diaruskan setiap detik di media sosial. Industri membombardir generasi muda dengan algoritma belanja hingga kemudahan pembayaran dengan paylater sehingga literasi keuangan sulit untuk terwujud.
Kebakaran Marak di Permukiman Padat, Bukti Negara Abai Keselamatan Rakyat
Persoalan kebakaran di permukiman padat tidak cukup diselesaikan dengan imbauan agar masyarakat berhati-hati menggunakan listrik atau tidak membakar sampah sembarangan. Pencegahan di tingkat masyarakat memang penting, tetapi kondisi lingkungan tempat mereka tinggal turut menentukan besar kecilnya risiko ketika bencana terjadi.
Rasulullah ﷺ Memiliki Rancangan Induk sebelum Terjadinya Peperangan
Rasulullah ﷺ menyiapkan strategi sebelum perang, meski tidak ada rancangan bahwa perang akan terjadi di Badar, Uhud, atau Mu’tah. Beliau juga menyusun rancangan induk di Daulah Madinah, salah satunya terkait perlakuan terhadap orang kafir yang terikat perjanjian.
Ratusan Anak Palestina Dipenjara, para Penguasa Muslim Tidak Bersuara
Penahanan anak-anak Palestina oleh Zion*s bukan sekadar persoalan kemanusiaan, melainkan beriringan dengan praktik ethnic cleansing. Ironisnya, para penguasa justru memilih diam.
RUU Perampasan Aset terkait Tindak Pidana, Memiskinkan Koruptor atau Alat Gebuk Politik?
Tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset terkait Tindak Pidana (PATP) makin menggelora. Luasnya cakupan RUU ini menimbulkan kekhawatiran yang rawan disalahgunakan menjadi alat gebuk politik, yaitu untuk mengkriminalisasi dan memeras masyarakat, alih-alih memiskinkan koruptor.
Penerapan Hukuman Gantung untuk Warga Palestina, Wujud Kepongahan Zion*s!
Entitas Yahudi mengesahkan undang-undang yang memberlakukan hukuman mati berupa hukuman gantung bagi warga Palestina. Kepongahan Zion*s ini tidak lepas dari dukungan eksternal (AS), sistem sanksi internasional yang lemah, dan ide nasionalisme yang membelenggu umat Islam.
Karhutla Berulang, Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis
Karhutla menyebabkan krisis kesehatan dan sosial. Ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak merupakan kelompok rentan terdampak karhutla. Mereka menanggung beban berlapis. Sungguh, kapitalisme adalah sistem yang destruktif.
Polemik Desil, Saat Kemiskinan Dipandang Relatif
Penetapan desil masih berpolemik. Status desil memengaruhi akses warga terhadap berbagai program bantuan pemerintah. Pada saat yang sama, kemiskinan adalah PR sistem kapitalisme. Lantas, bagaimana solusinya menurut Islam?
Ospek Berujung Petaka, Wajah Suram Pendidikan Tinggi dan Cerminan Peradabannya
Kegiatan ospek mahasiswa baru diwarnai dengan adanya kegiatan yang tidak manusiawi hingga berujung petaka. Hal ini berkaitan dengan tujuan dan cara pandang terhadap pendidikan. Seperti apa seharusnya bentuk ospek yang benar-benar mampu membentuk mahasiswa menjadi insan akademis berdedikasi tinggi dan siap menjadi agen perubahan?
