[Editorial] Bola Panas RUU Sisdiknas, Sekularisasi yang Makin Ganas

Penghapusan kata madrasah pada draf awal RUU Sisdiknas memunculkan kontroversi, pemerintah pun buru-buru merevisi. Namun, problem terpenting RUU ini sebenarnya ada pada hal paradigmatis. Spirit sekularisasi demikian kental, bahkan terus makin mengental. Padahal asas sekularisme tidak akan membawa kebaikan dan keberkahan.

Selengkapnya

Share

[Editorial] Berebut Proyek Sertifikasi Halal

Spirit sertifikasi halal ala UU Ciptaker bukan semata demi menjamin dan memastikan kehalalan produk atas dasar iman. Bukan pula demi mengakomodasi kepentingan umat Islam akan produk halal, melainkan sekadar formalisasi dan labelisasi demi merebut ceruk pasar umat Islam yang sangat besar. Benarkah demikian?

Selengkapnya

Share

[Editorial] LPG Naik Lagi, Rakyat Bisa Apa?

Dalam sistem sekuler kapitalisme liberal yang dianut negeri ini, sumber-sumber kekayaan yang semestinya merupakan milik publik (migas dan sumber daya alam lain yang jumlahnya melimpah ruah) bisa dimiliki dan diatur oleh pemilik cuan. Sementara, rakyat hidup dalam posisi tercekik karena mesti membayar mahal segala hal yang semestinya menjadi hak mereka.

Selengkapnya

Share

[Editorial] Krisis Ukraina, di Mana Posisi Kita?

Atas krisis Ukraina, berbagai kecaman datang dari berbagai pemimpin negara di dunia, termasuk pemimpin dunia Islam. Namun, mereka lebih memilih bersikap netral alias cari posisi aman. Sikap para pemimpin muslim ini setara dengan posisi mereka sebagai pengekor, berbeda jauh dengan kepemimpinan yang Islam ajarkan. Jadi, di mana semestinya posisi kita berada?

Selengkapnya

Share

[Editorial] Menagih Nawacita

Kisruh pangan, termasuk kedelai, akan tetap jadi PR besar yang tidak bisa diselesaikan. Nawacita yang terus diagung-agungkan hanya jadi konsep “ngawang-ngawang” yang cuma jadi bahan bualan. Untuk menyelesaikannya, butuh perubahan mendasar dengan menghadirkan kepemimpinan Islam (Khilafah) yang berparadigma ‘mengurus dan menjadi perisai umat’.

Selengkapnya

Share