Hingga sekarang, perjuangan para pekerja sudah berjalan lebih dari 136 tahun. Akan tetapi, cita-cita mereka tampaknya tidak kunjung tiba. Terbukti, selebrasi tahunan tetap saja menyuarakan isu yang sama, yakni mereka ingin hidup layak sebagaimana seharusnya. Ada di mana ujungnya?
Kategori: Editorial
[Editorial] Propaganda Maksiat Harus Dilawan!
Bagi seorang muslim, menolak kemungkaran merupakan kewajiban. Perilaku seks menyimpang dan segala bentuk propaganda untuk mendukungnya jelas merupakan salah satu bentuk kemaksiatan yang harus dilawan. Bukan hanya karena membahayakan peradaban, tetapi karena praktik ini merupakan kedurhakaan besar.
[Editorial] Mudik di Tengah Ekonomi Mencekik
Dari hari ke hari, mudik bukan lagi perkara mudah. Impitan ekonomi yang makin berat membuat mudik yang menjadi salah satu hak publik menjadi harapan yang sulit diwujudkan bagi kebanyakan orang.
[Editorial] Membumikan Al-Qur’an sebagai Tuntunan Kehidupan
Umat semestinya kuat keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah tuntunan hidup sepanjang zaman. Kemuliaan mereka hanya ada pada aturan Islam yang sempurna ditegakkan.
[Editorial] Menunggu Keadilan untuk Palestina
Ramadan benar-benar menjadi bulan perjuangan bagi rakyat Palestina. Bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Mereka harus melewati bulan mulia ini di tengah kekejaman zionis Israel yang kian menggila.
[Editorial] Meraih Takwa dengan Moderasi Islam, Mungkinkah?
Takwa adalah buah keimanan yang maknanya begitu dalam. Ia mewujud dalam ketaatan mutlak pada seluruh titah Rabb-nya. Hakikat takwa seperti ini tentu akan sulit mewujud dengan pengarusan gagasan Islam moderat. Gagasan ini tidak memberi tempat bagi penerapan Islam secara mutlak.
[Editorial] Bola Panas RUU Sisdiknas, Sekularisasi yang Makin Ganas
Penghapusan kata madrasah pada draf awal RUU Sisdiknas memunculkan kontroversi, pemerintah pun buru-buru merevisi. Namun, problem terpenting RUU ini sebenarnya ada pada hal paradigmatis. Spirit sekularisasi demikian kental, bahkan terus makin mengental. Padahal asas sekularisme tidak akan membawa kebaikan dan keberkahan.
[Editorial] Sukses untuk Siapa?
Membincang Mandalika dan industri pariwisata lainnya menjadi tidak sederhana. Urusannya bukan cuma keuntungan sesaat yang nyatanya tidak signifikan bagi kesejahteraan rakyat banyak, tetapi juga menyangkut masa depan peradaban negeri muslim terbesar dan terkaya sumber daya alamnya di dunia ini.
[Editorial] Berebut Proyek Sertifikasi Halal
Spirit sertifikasi halal ala UU Ciptaker bukan semata demi menjamin dan memastikan kehalalan produk atas dasar iman. Bukan pula demi mengakomodasi kepentingan umat Islam akan produk halal, melainkan sekadar formalisasi dan labelisasi demi merebut ceruk pasar umat Islam yang sangat besar. Benarkah demikian?
[Editorial] LPG Naik Lagi, Rakyat Bisa Apa?
Dalam sistem sekuler kapitalisme liberal yang dianut negeri ini, sumber-sumber kekayaan yang semestinya merupakan milik publik (migas dan sumber daya alam lain yang jumlahnya melimpah ruah) bisa dimiliki dan diatur oleh pemilik cuan. Sementara, rakyat hidup dalam posisi tercekik karena mesti membayar mahal segala hal yang semestinya menjadi hak mereka.
[Editorial] Krisis Ukraina, di Mana Posisi Kita?
Atas krisis Ukraina, berbagai kecaman datang dari berbagai pemimpin negara di dunia, termasuk pemimpin dunia Islam. Namun, mereka lebih memilih bersikap netral alias cari posisi aman. Sikap para pemimpin muslim ini setara dengan posisi mereka sebagai pengekor, berbeda jauh dengan kepemimpinan yang Islam ajarkan. Jadi, di mana semestinya posisi kita berada?
[Editorial] Menagih Nawacita
Kisruh pangan, termasuk kedelai, akan tetap jadi PR besar yang tidak bisa diselesaikan. Nawacita yang terus diagung-agungkan hanya jadi konsep “ngawang-ngawang” yang cuma jadi bahan bualan. Untuk menyelesaikannya, butuh perubahan mendasar dengan menghadirkan kepemimpinan Islam (Khilafah) yang berparadigma ‘mengurus dan menjadi perisai umat’.
