Kaum feminis mengeklaim bahwa perempuan yang tidak mampu berkontribusi secara ekonomi dalam keluarga menjadikan kedudukannya lebih rendah dan membuka peluang terjadinya kekerasan terhadapnya
Tag: kekerasan terhadap perempuan
Angka Pembunuhan terhadap Perempuan Meningkat, Kapitalisme Gagal Melindungi Perempuan
Setiap 10 menit seorang perempuan dibunuh oleh orang terdekatnya. Meski Hari Antikekerasan terhadap Perempuan diperingati setiap tahun, kekerasan terhadap perempuan tidak hilang begitu saja. Ini tidak terlepas dari penerapan sistem sekuler kapitalisme yang meniscayakan perilaku liberal dan sekuler, tanpa rem keimanan.
Turunnya Angka Kekerasan terhadap Perempuan, Apakah Kondisi Perempuan Membaik?
Survei Kemen PPPA menunjukkan adanya penurunan prevalensi perempuan yang mengalami kekerasan di Indonesia. Pertanyaannya, lantaskah kondisi perempuan membaik dengan turunnya angka kekerasan?
Pembunuhan Sadis terhadap Perempuan, Buah Sekularisme, Bukan Femisida
Terjadinya aksi pembunuhan sadis sesungguhnya menggambarkan rusaknya pemikiran pada diri pelaku sebagai buah dari penerapan sekularisme. Akibat sekularisme pula, hukum syariat yang bisa menjamin perlindungan bagi perempuan, jadi tidak bisa diterapkan, baik di ranah domestik maupun publik.
‘Eksploitasi Kaum Ekstremis sebagai Penyebab Meningkatnya Kekerasan terhadap Perempuan’ Adalah Tuduhan Tidak Berdasar
Menganggap peningkatan kekerasan terhadap perempuan karena eksploitasi kelompok-kelompok ekstremis di media sosial dan platform daring lainnya adalah tuduhan tidak berdasar, bahkan salah sasaran.
[Kaleidoskop] Kekerasan terhadap Perempuan, Sampai Kapan Dibiarkan?
Kekerasan terhadap perempuan terus terjadi dan mengalami peningkatan selama 2021. Ini membuktikan perempuan tidak aman berada dalam lingkungan sekarang meskipun telah ada Permendikbud ataupun undang-undang semisal. Melihat hal ini, apa yang seharusnya kita lakukan?
[Refleksi 2021] Kekerasan Makin Beringas, Potret Buram Perempuan dan Anak dalam Jerat Sekularisme
Tahun akan berganti. Namun, miris rasanya karena sepanjang 2021 terdapat banyak catatan kelam kekerasan terhadap perempuan dan anak. Bahkan, menjelang akhir tahun, berurutan terjadi berbagai kasus yang mengoyak nurani.
