May Day 2026, Janji Negara dan Realitas Buruh yang Kian Rapuh

Meningkatnya jumlah pekerja informal, gig worker, hingga pelaku UMKM yang kesulitan bertahan menunjukkan bahwa lapangan kerja layak makin terbatas, sementara jumlah pencari kerja terus bertambah. Kondisi ini menjadi bukti bahwa negara gagal menyediakan lapangan pekerjaan yang mampu menjamin kesejahteraan rakyat.

Selengkapnya

Share

[Politik Ekonomi Islam] Sumber-Sumber Ekonomi (Bagian 35/46)

Pijakan yang menjadi dasar dalam menentukan upah seorang pekerja adalah manfaat (jasa) tenaga yang dicurahkan oleh seorang buruh di pasar umum, bukan tingkat kehidupan minimun. Oleh karena itu, tidak ada tindakan sewenang-wenang para majikan atau perusahaan.

Selengkapnya

Share

[Politik Ekonomi Islam] Sumber-Sumber Ekonomi (Bagian 34/46)

Masalah perburuhan tidak ada di dalam Islam. Masalah perburuhan muncul saat tingkat kehidupan yang paling minimal dijadikan sebagai pijakan dalam menentukan upah seorang buruh. Dengan begitu, para buruh tidak mendapatkan upahnya, kecuali hanya cukup untuk melangsungkan kehidupannya agar mereka tetap dapat bekerja.

Selengkapnya

Share

Benang Kusut Derita “Pahlawan Devisa”, Bukti Abainya Tanggung Jawab Negara

Gelar menawan “pahlawan devisa” bagi pekerja migran Indonesia (PMI) menjadikan profesi ini memiliki prestise. Terlebih, gaji tinggi tampaknya menyilaukan mata masyarakat sehingga mereka berbondong-bondong untuk bermigrasi ademi mencari sesuap nasi. Sayangnya, segudang kasus dan ancaman masih menimpa PMI.

Selengkapnya

Share