[Kabar] Penyuluh Agama Memperkuat Moderasi Beragama, Pengamat: Ini Jelas Membahayakan Pemikiran Umat Islam

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag menyampaikan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Namun, menurut penulis dan aktivis Forum Lingkar Studi Tsaqofah Islam Ir. Titi Hutami, ini jelas-jelas membahayakan pemikiran umat Islam. Berikut uraiannya.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Harmony Award 2025, Aktivis: Agenda Pluralisme yang Mengikis Akidah dengan Moderasi Beragama

Penulis sekaligus aktivis Forum Lingkar Studi Tsaqafah Islam Nettyhera menyampaikan, sekilas program Harmony Award tampak manis, tapi sebenarnya racun mematikan karena memoles narasi agar sejalan dengan agenda moderasi.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Mahasiswa Baru Dijejali Moderasi Beragama, Aktivis: Ini Ideologisasi Terselubung

Beberapa kampus Islam menyambut mahasiswa baru dengan agenda wawasan kebangsaan dan moderasi beragama. Aktivis muslimah dan pengamat pergerakan kampus Azizah Retnowati, S.PWK., menilai, agenda semacam ini menunjukkan adanya ideologisasi terselubung, yakni sekularisasi.

Selengkapnya

Share

[Kabar] PCDM Kemenag, Mubaligah: Agenda Sekuler Mencetak Agen Moderasi Beragama

Mubaligah Ummu Azkia Fachrina menyampaikan, program Pembibitan Calon Dai Muda (PCDM) 2025 yang digagas Kemenag merupakan bagian dari agenda besar negara sekuler dalam mencetak agen moderasi beragama dalam rangka menjauhkan para dai dari dakwah Islam kafah.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Mubaligah Sumut Berperan Menjawab Dinamika Keberagaman dengan Tsaqafah Islam Kafah

Ratusan tokoh muslimah Sumatra Utara berkumpul dalam Pertemuan dan Konsolidasi Mubaligah Muharam 1447 H membahas peran strategis mubaligah dalam menjawab berbagai problematika kemajemukan dan tantangan dakwah hari ini, khususnya di Sumatra Utara.

Selengkapnya

Share

Waspadai Pembajakan Milenial Melalui Proyek Moderate Millennial Agent

Kemenag RI resmi mengukuhkan Moderate Millennial Agent (MMA atau Agen Milenial Moderat). Bahwasanya program ini membuktikan makin masifnya pemerintah mengaruskan moderasi beragama, hingga penyiar radio pun dikerahkan menjadi agen-agen mereka.

Selengkapnya

Share

Melibatkan Kearifan Lokal, Wujud Kebingungan Moderasi Beragama dalam Mencari Bentuk

Arah dari moderasi beragama (MB) kian samar. Sosialisasi MB makin masif, tetapi persoalan bangsa ini makin ruwet. Oleh karenanya, konsep pendekatan MB terhadap kearifan lokal diharapkan mampu menyelesaikan persoalan bangsa, terutama persoalan kekerasan dan antitoleransi. Mungkinkah?

Selengkapnya

Share

KUPI, Kendaraan Feminis Merusak Islam dan Menjauhkan Perempuan dari Syariat Islam

Pada hakikatnya KUPI adakah gerakan feminis. Gerakan ini menuntut adanya musawah dengan mengutak-atik nas melalui metode qira’ah mubadalah untuk merekontekstualisasi fikih Islam (hukum-hukum syarak). Tujuannya adalah agar sejalan dengan rancangan dan cara pandang Barat berupa Islam moderat untuk menjauhkan umat Islam dari Islam kafah.

Selengkapnya

Share

KUPI, Wajah Baru Upaya Merusak Islam dan Umatnya

Terkait diksi “ulama perempuan”, benarkah KUPI merupakan bagian dari perwakilan para ulama perempuan umat Islam? Benarkah konsep Islam rahmatan lil ‘alamin “ala KUPI” akan mampu menyelesaikan persoalan perempuan sebagai bagian dari problem umat Islam yang saat ini rentan mengalami kekerasan?

Selengkapnya

Share

Pariwisata sebagai Penguat Syiar Agama, Bukan Moderasi Beragama

Dalam asuhan Islam, pariwisata adalah tempat syiar yang efektif karena selain menyodorkan keindahan alam yang itu adalah bukti kemahabesaran Allah Swt., pariwisata menjadi tempat yang cantik dan menawan untuk memperkenalkan budaya Islam sehingga para turis akan makin memahami Islam.

Selengkapnya

Share

Ketika Allah Swt. Dihina, Mana Pembelaan Pengusung Moderasi Beragama?

Pada kasus penistaan agama Islam seperti yang dilakukan Ferdinand, para pengusung moderasi beragama bersikap sangat lunak. Sekadar kecaman pun tidak keluar dari lisan mereka, apalagi sampai melakukan tekanan politik agar pelaku dihukum berat. Tidak ada sama sekali. Mengapa demikian?

Selengkapnya

Share