Serangan Zion*s di Gaza kembali terjadi. Sementara itu, AS mengumumkan untuk menghentikan bantuan militernya terhadap Zion*s. Namun, ini sejatinya tipu daya untuk melindungi hubungan AS– Zion*s dari pengawasan publik. Sebaliknya, ini menunjukkan hubungan militer AS dan Zion*s lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Kategori: Internasional
Hanya Khilafah yang Mampu Menghentikan Ambisi Zion*s
Khilafah akan menyatukan kekuatan 57 negeri muslim, baik kekuatan militer, persenjataan, SDM, sumber daya ekonomi, maupun letak geostrategis. Khilafah akan mengusir Zion*s dan AS dari bumi Palestina sehingga Palestina terbebas dari pendudukan, ketakutan, dan genosida. Masjidilaqsa akan kembali ke pangkuan umat Islam
Saat Anak Gaza Kehilangan Kata
Genosida oleh Zion*s tidak hanya melukai fisik anak-anak Gaza, tetapi juga mental mereka, apalagi Zion*s sengaja menargetkan anak-anak saat melakukan serangan. Solusi bagi penderitaan anak-anak Gaza tidak cukup hanya dengan mengobati luka fisik dan jiwa mereka, melainkan melenyapkan pendudukan Zion*s.
Persatuan Negeri Muslim Adalah Kewajiban, Bukan Pilihan!
Umat Islam laksana satu tubuh, tetapi kesatuan itu hanya akan terwujud ketika ada yang menyatukannya dalam satu negara, yaitu Daulah Khilafah. Bersatu di bawah satu kepemimpinan Islam adalah kewajiban, bukan pilihan.
Iduladha di Palestina, Mengirim Daging Kurban Saja Tidak Cukup!
Mengirimkan daging kurban kepada saudara-saudara kita di Palestina—sebagai korban penjajahan dan korban perang—tanpa menghentikan peperangannya dan tidak mengusir entitas Zion*s dari bumi Palestina, tentu merupakan sebuah jalan buntu. Ini karena akar masalah di Palestina bukan sekadar kekurangan logistik, makanan, maupun obat-obatan, melainkan penjajahan yang merampas tanah, nyawa, dan kemerdekaan rakyat Palestina.
Relawan GSF Disiksa, Barat Membisu, Tamparan Keras bagi Penguasa Muslim
Penyelenggara Global Sumud Flotilla 2.0 mengungkap perlakuan brutal militer Zion*s terhadap relawan kemanusiaan. Realitas ini tidak hanya mencerminkan kebiadaban Zion*s, tetapi juga menyingkap ketakberdayaan para penguasa negeri muslim di hadapan kepentingan politik dan hegemoni Barat.
Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zion*s, Mengerikan!
Zion*s terus melakukan serangan ke Jalur Gaza. Mereka tidak segan melakukan pembunuhan tanpa pandang bulu terhadap seluruh warga Palestina, termasuk pada anak-anak. Mereka melakukan dehumanisasi secara mengerikan.
Gaza Terus Diserang, Urgensi Tegaknya Khilafah sebagai Junnah
Serangan Zion*s yang tiada henti terhadap Gaza meyakinkan kita bahwa persoalan Gaza dan Palestina tidak bisa diselesaikan di meja perundingan. Kaum muslim wajib menolong Palestina bukan sekadar dengan bantuan logistik, melainkan dengan jihad fisabilillah untuk mengusir penjajah. Khilafah sebagai junnah (perisai) akan merealisasikan solusi hakiki ini.
Hukum Tawanan dalam Islam
Parlemen Zion*s, Knesset telah mengesahkan UU yang menginstruksikan pengadilan militer untuk menjatuhkan hukuman mati kepada warga Palestina yang terbukti membunuh warga Zion*s. Selama ini, Zion*s juga telah menyiksa tawanan, berupa penyiksaan fisik, psikologis, dan seksual kepada warga Palestina yang ditahan. Lantas, sebenarnya bagaimanakah hukum tawanan dalam Islam?
Jihad, Tindakan Nyata untuk Menghentikan Provokasi Yahudi di Masjidilaqsa
Zion*s Yahudi menyerbu kompleks Masjidilaqsa dan melakukan tindakan provokatif lainnya pada hari yang mereka sebut sebagai “Hari Kemerdekaan”. Peristiwa ini seharusnya memantik kesadaran kaum muslim, terutama para pemimpinnya bahwa segala kecaman dan tindakan diplomasi tidak berarti di mata entitas Zion*s Yahudi.
Islam Melindungi Perempuan dan Anak dalam Perang
UN Women menyatakan rata-rata 47 perempuan dan anak perempuan tewas di Gaza setiap hari. Namun, tidak ada yang mampu mencegah atau menghentikan aksi AS dan Zion*s yang jelas-jelas melanggar Hukum Humaniter Internasional. Mari kita tengok, ada aturan yang justru melindungi dan memuliakan perempuan dan anak di tengah kecamuk perang.
Negara-Negara Arab Minta Ganti Rugi Perang pada Iran, Mengapa Tidak pada AS?
Para menteri luar negeri Arab menuntut Iran agar membayar ganti rugi atas kerusakan akibat serangan Iran terhadap negara-negara Arab dan penutupan Selat Hormuz. Padahal, itu adalah balasan Iran kepada pangkalan militer dan aset AS di wilayah Timur Tengah. Jelas-jelas AS yang memulai perang dengan menyerang Iran. Mengapa mereka tidak meminta ganti rugi kepada AS?
