Solusi dua negara masih dianggap relevan untuk menyelesaikan persoalan Palestina. Namun, secara objektif, solusi tersebut hanya wacana, bukan sebagai praktik yang perlu dilakukan. Hal ini menjadi topik bahasan dalam diskusi terkait Palestina, Sabtu (3-1-2026).
Tag: solusi dua negara
[Kabar] Zion*s Israel Berdampingan dengan Palestina, UIY: Paradoks!
Cendekiawan muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menilai, solusi dua negara yang menjadikan Zion*s Israel, sebagai penjajah, hidup berdampingan dengan Palestina adalah sebuah paradoks. Berikut penuturannya.
[Kabar] Pemerhati: Narasi Presiden Mengakui Zion*s Yahudi Mengikuti Frame Barat!
Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap mengakui Zion*s Yahudi jika Palestina merdeka sesuai kerangka solusi dua negara. Pernyataan ini dinilai pemerhati isu politik dan perempuan Fatma Sunardi, mengikuti frame Barat.
[Kabar] Pengakuan Palestina sebagai Negara Membuka Jalan bagi Normalisasi yang Lebih Luas
Jubir kelompok dakwah ideologis internasional di Australia menyampaikan, pengakuan Palestina sebagai negara oleh PBB dan negara-negara dunia justru akan membuka jalan normalisasi. Berikut ulasannya.
[Editorial] KTT Darurat, Akankah Menolong Gaza yang Tengah Sekarat?
Semua kesepakatan yang dihasilkan dari KTT Darurat di Doha tampaknya tidak jauh berbeda dengan berbagai kesepakatan sebelumnya. Selain normatif, kesepakatan ini justru menunjukkan kelemahan posisi politik negeri-negeri Arab dan Islam pada tingkat yang paling rendah.
[Kabar] Solusi Dua Negara untuk Palestina, Aktivis: Konsep Ilusi!
Aktivis muslimah Asma Siddiq menilai, solusi dua negara adalah ilusi. “Yang disebut solusi dua negara untuk Palestina adalah konsep ilusi kolonial Barat yang jauh dari kebenaran,” jelasnya.
Sikap Indonesia dan Kemerdekaan Palestina
Pernyataan Presiden Prabowo soal solusi dua negara, memicu polemik. Mengingat saat ini kekejaman Israel tengah memuncak di jalur Gaza, tanpa bisa diprediksi kapan kebrutalan itu akan berakhir.
