Visi Ri’ayah Negara untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat secara Menyeluruh

Sejumlah guru menggugat MBG karena berdampak pada pemenuhan kesejahteraan mereka. Pendanaan MBG sejatinya masuk dalam subfungsi pelayanan bantuan terhadap pendidikan sebagaimana program wajib belajar, LPDP, dan peningkatan kualitas pembelajaran. Namun, realitasnya, MBG menjelma menjadi rantai bisnis besar para pebisnis.

Selengkapnya

Share

Pinjaman dengan Bunga Rendah dari Kopdes, Akankah Menolong Rakyat?

Pemerintah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menawarkan pinjaman dengan bunga rendah sebesar 6% per tahun agar masyarakat mendapatkan kredit murah. Akses pinjaman dengan bunga rendah menjadi alternatif pembiayaan bagi masyarakat guna terhindar dari rentenir dan pinjaman online (pinjol). Namun, akankah kebijakan ini mampu menolong rakyat secara nyata?

Selengkapnya

Share

Impor Mobil Kopdes di Tengah PHK Otomotif, Potret Rapuhnya Kemandirian Industri

Realisasi program Kopdes dipercepat, di antaranya melalui impor 160 ribu unit kendaraan pikap dan truk untuk menunjang operasional. Ini sungguh ironi, karena pada saat yang sama, industri otomotif dalam negeri justru menghadapi tekanan serius. Kebutuhan kendaraan dalam jumlah besar tidak diiringi dengan penguatan produksi nasional. Efektivitas Kopdes mendorong ekonomi desa justru dipertanyakan.

Selengkapnya

Share

PP TUNAS di Tengah Gempuran Kapitalisme, Solusi atau Sekadar Ilusi?

Pemerintah resmi menerapkan PP TUNAS sebagai langkah strategis untuk melindungi anak di ruang digital. Namun, ini sebatas langkah teknis dan parsial. Sebab, pemerintah tetap memberikan ruang bagi platform global yang membawa nilai sekuler liberal. Arus konten pun tidak terfilter.

Selengkapnya

Share

Pemangkasan Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih, Indikasi Korporatokrasi

Sebesar 58,03% dari total pagu Dana Desa 2026 wajib dialokasikan untuk KDMP. Kebijakan ini memicu polemik karena memangkas anggaran infrastruktur desa demi ambisi ekonomi terpusat. Hal ini juga manifestasi paradigma kapitalisme dan indikasi kuat negara korporatokrasi.

Selengkapnya

Share

Telaah Komprehensif Mewujudkan Ketahanan Digital agar Tidak Rentan Fraud

Indonesia menduduki peringkat kedua secara global sebagai negara yang paling rentan mengalami penipuan, khususnya dalam ekonomi digital. Ini tidak terlepas dari munculnya kelompok masyarakat ekonomi rentan, sehingga berpeluang menjadi target tindak kriminal penipuan. Jelas, ini membutuhkan hadirnya negara untuk merumuskan regulasi secara sistemis.

Selengkapnya

Share

Membaca Ulang Arah MBG, demi Kepentingan Rakyat atau Rezim?

Polemik MBG bukan sekadar persoalan teknis distribusi makanan, melainkan menyangkut arah kebijakan publik. Program ini diposisikan sebagai solusi atas persoalan gizi dan stunting, namun secara konseptual pendekatannya cenderung bersifat hilir. Negara tampak belum menunjukkan keseriusan menyelesaikan persoalan gizi secara struktural.

Selengkapnya

Share

Banjir Jakarta, Kapitalisme Menenggelamkan Kota

Banjir Jakarta bukanlah fenomena baru, melainkan siklus tahunan yang gagal ditangani negara. Pasalnya, pembangunan Jakarta selama ini lebih terpengaruh paradigma kapitalistik dibandingkan kemaslahatan publik dan keseimbangan lingkungan. Banjir Jakarta membutuhkan solusi fundamental dari sisi paradigma dan teknis.

Selengkapnya

Share