[Kabar] Aktivis: Pembunuhan di Perbatasan Sudan-Mesir Tidak Dibenarkan dalam Islam

Peristiwa tragis terjadi di perbatasan Sudan-Mesir ketika pesawat Mesir mengebom para penambang emas di daerah Jabal al-Ahmar dan Jabal Aqad, Selasa (16-6-2026). Aktivis dakwah asal Sudan Ibrahim Utsman menegaskan, perbuatan tentara tersebut tidak dibenarkan dalam Islam. Berikut penjelasannya.

Selengkapnya

Share

[Kabar] UIY: Berhentinya Perang Iran-AS Sangat Bergantung pada AS

AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan militer setelah adanya kesepakatan damai. Cendekiawan muslim Ustaz Ismail Yusanto menyatakan, berhentinya perang atau tidak memang sangat bergantung pada AS. “Ini berpulang kepada AS karena dialah yang memulai perang. Maka, dia pula yang akan menentukan cara mengakhirinya,” terangnya.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Perwalian Yordania atas Masjidilaqsa Tidak Membawa Manfaat bagi Rakyat Palestina

AS dan Zion*s Yahudi berupaya mencabut status Yordania sebagai wali penjaga historis kompleks Masjidilaqsa di Yerusalem, Palestina. Merepons hal ini, jubir jemaah dakwah ideologis internasional justru merpertanyaan peran perwalian Yordania ini. “Perwalian ini sama sekali tidak membawa manfaat bagi Masjidilaqsa atau rakyatnya,” ungkapnya.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Trump Mendesak para Penguasa Muslim Bergabung ke Abraham Accord

Presiden Trump secara terbuka mendesak negara-negara di Timur Tengah yang belum menandatangani Abraham Accord untuk ikut merapatkan barisan dalam perjanjian itu. Jubir jemaah dakwah ideologis internasional pun menyesalkan semua sikap para penguasa muslim terhadap ha tersebut. Berikut penjelasannya.

Selengkapnya

Share

[Kabar] UIY: Persoalan yang Melanda Kaum Muslim Terus Terjadi Akibat National Interest

Cendekiawan muslim Ustaz Ismail Yusanto menilai, persoalan yang melanda kaum muslim di berbagai negara terus terjadi karena para pemimpin negeri muslim bergerak atas dasar national interest (kepentingan nasional). Berikut uraiannya.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Serangan terhadap Negeri-Negeri Muslim, Aktivis: Untuk Memastikan Kekuatan Umat Islam Tidak Kembali

Merespons serangan di Palestina dan negeri-negeri muslim, aktivis dakwah asal Palestina Ustaz Hatem Gaith menyampaikan, ini adalah perang terhadap kaum muslim, agama, identitas, dan nilai-nilainya. “Semua ini semata-mata untuk memastikan agar umat Islam tidak akan kembali kepada kekuatan dunianya yang diwakili oleh Khilafah Islamiah.” jelasnya.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Aktivis: Umat Islam Memerlukan Solusi agar Memiliki Kedaulatan dan Disegani

Aktivis jemaah dakwah ideologis internasional Ir. Salah Eddine Adada menilai, umat Islam sangat memerlukan perubahan dan solusi agar kembali menjadi umat yang kaya, mulia, perintis, memegang kekuasaan dalam kedaulatannya, serta amat disegani. Berikut penjelasannya.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Aktivis: Umat Islam Menghadapi Kemelut Ekonomi, padahal Allah Taala Mengaruniakan SDA Melimpah

Aktivis dakwah asal Kenya Irfan Mohamed menyatakan, umat Islam saat ini sedang menghadapi kemelut dalam bidang politik dan ekonomi, padahal Allah Taala telah mengaruniakan kekayaan dan sumber daya alam yang melimpah. “Segala sumber daya ini sudah memadai. Namun persoalannya, mengapa masih banyak yang menderita?” tanyanya.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Pelecehan terhadap Perempuan dan Anak di Imigrasi Amerika Akibat Sekuler Kapitalisme

Perlakuan petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika terhadap perempuan dan anak-anak dalam tahanan imigrasi AS sangat tidak manusiawi. Menurut jubir Divisi Perempuan jemaah dakwah ideologis internasional, pemerkosaan dan pelecehan terhadap perempuan serta anak-anak adalah bagian dari peradaban sistem sekuler kapitalisme yang dipimpin AS.

Selengkapnya

Share

[Kabar] Politisi: Tawar-menawar Proposal AS-Iran Bentuk Kompromi Politik

Iran merespons proposal AS yang berisi 9 poin dengan mengajukan 14 poin melalui mediator Pakistan pada awal Mei 2026. Menurut politisi muslimah Sulistiawati Usman, Iran memang mengajukan syarat-syarat keras, tetapi substansi langkah tersebut tetap berada dalam koridor diplomasi dan kompromi politik dengan AS.

Selengkapnya

Share