Muslimah News, INTERNASIONAL — Aktivis dakwah asal Turki Mahmut Kar menyampaikan, sejarah mencatat bahwa banyak hari yang menjadi sumber kebanggaan dan cahaya bagi umat Islam. “Di antaranya pertempuran pertama Negara Islam dengan musuh di medan perang, yaitu Badar. Selain itu, kembalinya umat Islam ke Kota Makkah yang pernah mereka tinggalkan sebagai golongan yang lemah dan tertindas. Mereka kembali dengan kemuliaan dan kekuatan,” urainya kepada MNews, Rabu (20-5-2026).
Begitu pula, lanjutnya, hari ketika Masjidilaqsa diselamatkan oleh Salahuddin al-Ayyubi dari penjajahan Tentara Salib. “Juga kemenangan menentang negara terkuat pada zaman itu, Bizantium, dalam peperangan pada tahun 1453, yaitu penaklukan Konstantinopel yang kemudian diterangi dengan cahaya Islam,” ucapnya.
Ia mengatakan, Rasulullah saw. pernah bersabda bahwa Konstantinopel pasti akan ditaklukkan, sebaik-baik panglima adalah panglimanya, serta sebaik-baik tentara adalah tentaranya. “Tentara itu adalah para khalifah dan panglima muslim yang berusaha siang dan malam, tidur dan bangun dengan berita gembira (dari Rasulullah) ini, lalu keluar berjuang demi merealisasikannya,” ujarnya.
Kemudian, ungkapnya, Allah Swt. mengaruniakan penaklukan Istanbul, Konstantinopel, kepada Utsmaniyah melalui tentara Sultan Muhammad al-Fatih serta mewariskannya kepada kaum muslim. “Penaklukan Istanbul bukan kemenangan yang membuka dan menutup satu zaman semata-mata. Sebaliknya, merupakan penaklukan agung yang mewarnai masa depan sejarah. Penaklukan tersebut adalah petanda akan tegaknya kembali Negara Khilafah Rasyidah, penaklukan Roma Barat, dan lambang kemenangan dalam perjuangan menentang entitas Yahudi,” tegasnya.
Ini karena, jelas Mahmut, Rasulullah saw. telah bersabda bahwa Konstantinopel akan ditaklukkan terlebih dahulu, kemudian barulah penaklukan Roma. “Penaklukan Roma akan terlaksana dengan pertolongan Allah Swt. melalui Negara Khilafah Rasyidah kedua yang akan tegak di atas jalan kenabian melalui para tentaranya yang gagah. Rasulullah saw. pun telah menyampaikan berita gembira bahwa Khilafah di atas jalan kenabian akan tegak kembali,” bebernya.
Menjadi Kenyataan
Mahmut menyakini bahwa berita-berita gembira dari Rasulullah saw. pasti akan menjadi kenyataan. “Palestina, Kashmir, Turkistan Timur, dan Myanmar sedang menanti realisasi berita gembira ini. Bukan sekadar negeri-negeri Islam dan umat Islam, tetapi seluruh dunia dan kemanusiaan sedang menantinya menjadi kenyataan saat sistem kapitalisme yang mengeksploitasi dunia, kini sedang runtuh,” cetusnya.
Untuk itu, ujarnya, seluruh umat Islam dari Indonesia hingga ke Maghribi kini berusaha dan berjuang untuk menegakkan Negara Khilafah Rasyidah untuk merealisasikan berita gembira tersebut. “Dan kami di Istanbul, ibu kota terakhir Khilafah, berusaha untuk menaikkan bendera yang telah jatuh demi mengembalikan Khilafah di tanah ini. Di tanah di mana Khilafah pernah dihapuskan dan coba dikikis sepenuhnya dari pemikiran umat Islam. Kami bekerja tanpa memedulikan siang dan malam demi keadilan, kemuliaan, kemakmuran, keamanan, keselamatan, pembangunan, dan kemajuan,” tegasnya.
Namun, Mahmut menuturkan, penaklukan Roma yang merupakan berita gembira kedua dari Rasulullah saw. masih belum terjadi. “Ia menanti tentara-tentara seperti Abu Ayyub al-Ansari, panglima seperti Sultan Muhammad al-Fatih, dan para Khalifah Rasyidah seperti Umar bin Khaththab, dan kami juga ingin tergolong dalam kalangan mereka,” tandasnya. [MNews/RA]
