[Kabar] Aktivis: Umat Islam Memerlukan Solusi agar Memiliki Kedaulatan dan Disegani

[Kabar] Aktivis: Umat Islam Memerlukan Solusi agar Memiliki Kedaulatan dan Disegani

Muslimah News, INTERNASIONAL — Aktivis jemaah dakwah ideologis internasional Ir. Salah Eddine Adada menilai, umat Islam sangat memerlukan perubahan dan solusi agar kembali menjadi umat yang kaya, mulia, perintis, memegang kekuasaan dalam kedaulatannya, serta amat disegani. “Tidak ada musuh yang ikut campur. Tidak ada anak-anak muslim yang kelaparan, di saat negara mereka berlimpah kekayaan. Tidak ada tempat-tempat suci kaum muslim yang dicemari ataupun dijajah tanah airnya,” ucapnya kepada MNews, Rabu (20-5-2026).

Sebabnya, ia menuturkan, kaum muslim memiliki tentara dengan kekuatan yang tiada tandingannya. “Tidak akan dibom wilayahnya ataupun dijadikan bahan ejekan oleh musuh karena kaum muslim adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia,” ujarnya.

Untuk itu, Salah menegaskan, kaum muslim perlu melengkapi perjalanan perubahan dan kebangkitan yang diimpikan. “Saya katakan, ‘untuk melengkapi’ karena perjalanan ini tidak diawali dari nol. Sebaliknya, banyak individu ikhlas yang telah merintis jalan perubahan ini selama puluhan tahun dengan tekad yang teguh. Mereka adalah para pengemban dakwah dalam rangka melanjutkan kehidupan Islam melalui penegakan Khilafah Rasyidah yang kedua yang berdiri di atas manhaj kenabian,” paparnya.

Ia menyatakan, umat ini mesti bergandeng tangan dan mengerahkan tenaga untuk melengkapi perjalanan menuju kemuliaan dan kekuasaan. “Ini perjalanan Rabbani sebagaimana yang telah dilalui Nabi Muhammad saw. Beliau telah mengubah kedudukan dakwah dari kelemahan menjadi kekuasaan. Dengan mengikuti metodenya, umat Islam akan meraih kekuatan,” ucapnya.

Menggunakan Kaidah Syar’i

Oleh karenanya, Salah menekankan, jalan perubahan mesti menggunakan kaidah syar’i yang didasarkan dalil syarak. “Tidak ada apa pun yang memperlambat kebangkitan umat hari ini, selain usaha sia-sia akibat kaidah dan pendekatan yang direka-reka oleh banyak orang,” bebernya.

Sayangnya, jelas Salah, umat Islam justru mengikuti pendekatan tersebut dan mengira akan sampai pada perubahan yang diinginkan. “Namun hasilnya, berpuluh tahun terbuang dalam tindakan yang dikira akan membawa perubahan dan kebangkitan, padahal tidak sama sekali,” terangnya.

Ia mengutip firman Allah Swt. dalam QS Al-Ahzab: 21, “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah.”

Jadi, ungkapnya, menelusuri dan mengikuti jalan Rasulullah saw. dalam mewujudkan perubahan adalah suatu kewajiban dan satu-satunya cara untuk mencapainya sebagaimana QS Al-Hasyr: 7, “Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.”

Salah mengutarakan, perubahan yang dicita-citakan ini menuntut kemauan politik yang kuat dari orang-orang yang memiliki kedudukan dan pengaruh. “Agar tidak rapuh komitmen mereka dan tidak longgar tekadnya, mereka harus terus melangkah meskipun dihambat kesukaran dan cobaan demi mencapai tujuan yang dicita-citakan,” imbuhnya.

Menurutnya, seseorang akan memiliki kemauan yang kuat ketika bersikap jujur kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, ikhlas berjuang karena-Nya, serta matanya tertumpu hanya kepada Surga-Nya dan keridaan-Nya. “Sesungguhnya usaha untuk perubahan dan mengembalikan umat kepada kepemimpinan dan kedaulatannya termasuk di antara amalan yang paling mulia dan yang paling agung. Usaha ini pun hampir membuahkan hasil dan waktunya telah tiba,” ungkapnya.

Lebih lagi, sambungnya, umat Islam hari ini tidak lagi sama seperti dahulu. “Tahap kesadaran dan tekad yang terbentuk di dalam diri mereka sejak beberapa tahun belakangan ini adalah fenomena unik, menjanjikan kemenangan yang dekat, dan perubahan. Dengan izin Allah Swt, kini hanya tinggal sedikit lagi waktu sebelum Allah Swt. mengizinkan kemenangan dan pertolongan-Nya,” urainya.

Terakhir, ia menutup dengan janji Allah Swt. dalam QS Al-Qashash: 5, “Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).” [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *