Tanya: Apakah boleh bagi seorang muslim ketika berpolitik dan melakukan aktivitas politiknya, menanggalkan identitas keislamannya?
Kategori: Tanya Jawab
Falsafah Islamiah
Tanya: Pada buku Mafâhîm halaman 35 baris 7 dan 9 disebutkan “al-falsafah al-Islâmiyah”, padahal di dalam Islam tidak ada filsafat dan tidak ada filsuf. Bagaimana penjelasannya?
Negara Merupakan Entitas Eksekutif untuk Sekumpulan Konsepsi, Standar, dan Keyakinan
Pertanyaan saya adalah tentang penjelasan ungkapan yang ada di Muqaddimah ad-Dustûr, “Negara merupakan entitas eksekutif untuk sekumpulan konsepsi, standar, dan keyakinan (al-mafâhîm wa al-maqâyîs wa al-qanâ’ât)”. Apa artinya yang tepat disertai contoh?
Ahlul Fatrah, Yahudi dan Nasrani
Tanya: Setelah diutusnya Muhammad saw., apakah orang yang tetap dalam agama Yahudi atau Nasrani termasuk penghuni surga? Apa nasib orang yang belum sampai kepadanya risalah Muhammad dan mereka menyembah berhala atau makhluk-makhluk yang lain?
Arti Al-Qawâ`id min an-Nisâ’
Tanya: Siapakah al-qawâ`id dari kalangan wanita itu tepatnya? Apa hukum-hukum khusus dengan mereka? Apakah “mereka tidak ingin menikah” itu yang dimaksud adalah faktor usia? Kalau begitu, apa standar usianya? Ataukah itu berkaitan dengan perubahan fisiologis yang terjadi pada wanita dan diketahui sebagai usia menopause dan ini tidak tertentu (usianya)?
Hukum Pembuktian Terbalik
Soal: Terkait dengan fenomena meningkatnya kekayaan para pejabat selama pandemi yang mengalami peningkatan lebih dari 70%, apakah boleh dilakukan pembuktian terbalik untuk membuktikan kekayaan mereka?
Hukum Mengonsumsi Ganja
Tanya: Bagaimana hukum menggunakan ganja dalam pandangan Islam?
[Tanya Jawab] Seputar Syuhada Akhirat dan Qada-Kadar
Ada pertanyaan seputar topik “al-Qadhâ‘ wa al-Qadar” di dalam Kitab Asy-Syakhshiyah al-Islâmiyah Jilid I. Ketika membicarakan tentang peristiwa yang menguasai manusia pada bagian “apa yang diharuskan oleh nizhâm al-wujûd secara langsung”, dinyatakan di halaman 94 dan setelah disebutkan contoh-contoh: “Oleh karena itu manusia tidak diberi pahala dan tidak dijatuhi sanksi atasnya.”
Perilaku Khalifah Bukan Sumber Hukum
Soal: Bagaimana cara membedakan antara sistem Khilafah dan perilaku oknum dalam sistem Khilafah? Apakah perilaku oknum Khalifah bisa dijadikan sebagai patokan untuk menilai sistem Khilafah? Di manakah posisi sejarah Khilafah dan Khalifah yang ditulis para ulama? Apakah bisa sejarah ini dijadikan sebagai referensi untuk menghukumi sistem Khilafah?
[Tanya Jawab] Taghyir dan Amal Manusia
Apakah taghyir (perubahan) terjadi pada daerah yang dikuasai manusia? Lalu apakah manusia bisa memutuskan waktu dan tempat taghyir? Jika waktu berkepanjangan dan belum terjadi taghyir, apakah itu berarti kesalahan para aktivisnya? Ataukah taghyir itu ada pada daerah yang menguasai manusia? Jawaban oleh Syekh ‘Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah.
[Tanya Jawab] Hukuman Syar’i di Bawah Sistem Positif Buatan Manusia
Apakah seseorang harus menunggu kembali tegaknya Khilafah untuk meminta hukuman mati? Taruhlah bahwa seseorang hidup di bawah negara sekuler dan ia melakukan dosa yang wajib dijatuhi hukuman mati sesuai hukum-hukum syarak. Jika ia ingin diterapkan hukuman terhadapnya, apakah termasuk syar’i ia meminta penerapan hukuman padanya, sebagai contoh, dari orang-orang yang bisa dipercaya?
[Tanya Jawab] Membaca Al-Fatihah dalam Salat Berjemaah dan Ikhtilat Saat Kunjungan Keluarga
Pertanyaan pertama tentang hukum membaca Al-Fatihah oleh seseorang yang salat di belakang imam. Pertanyaan kedua tentang aturan syariat saat kunjungan keluarga atau kerabat dalam merayakan hari raya (id) dan dalam kesempatan lainnya.
