Negara Merupakan Entitas Eksekutif untuk Sekumpulan Konsepsi, Standar, dan Keyakinan

Pertanyaan saya adalah tentang penjelasan ungkapan yang ada di Muqaddimah ad-Dustûr, “Negara merupakan entitas eksekutif untuk sekumpulan konsepsi, standar, dan keyakinan (al-mafâhîm wa al-maqâyîs wa al-qanâ’ât)”. Apa artinya yang tepat disertai contoh?

Selengkapnya

Share

Arti Al-Qawâ`id min an-Nisâ’

Tanya: Siapakah al-qawâ`id dari kalangan wanita itu tepatnya? Apa hukum-hukum khusus dengan mereka? Apakah “mereka tidak ingin menikah” itu yang dimaksud adalah faktor usia? Kalau begitu, apa standar usianya? Ataukah itu berkaitan dengan perubahan fisiologis yang terjadi pada wanita dan diketahui sebagai usia menopause dan ini tidak tertentu (usianya)?

Selengkapnya

Share

[Tanya Jawab] Seputar Syuhada Akhirat dan Qada-Kadar

Ada pertanyaan seputar topik “al-Qadhâ‘ wa al-Qadar” di dalam Kitab Asy-Syakhshiyah al-Islâmiyah Jilid I. Ketika membicarakan tentang peristiwa yang menguasai manusia pada bagian “apa yang diharuskan oleh nizhâm al-wujûd secara langsung”, dinyatakan di halaman 94 dan setelah disebutkan contoh-contoh: “Oleh karena itu manusia tidak diberi pahala dan tidak dijatuhi sanksi atasnya.”

Selengkapnya

Share

Perilaku Khalifah Bukan Sumber Hukum

Soal: Bagaimana cara membedakan antara sistem Khilafah dan perilaku oknum dalam sistem Khilafah? Apakah perilaku oknum Khalifah bisa dijadikan sebagai patokan untuk menilai sistem Khilafah? Di manakah posisi sejarah Khilafah dan Khalifah yang ditulis para ulama? Apakah bisa sejarah ini dijadikan sebagai referensi untuk menghukumi sistem Khilafah?

Selengkapnya

Share

[Tanya Jawab] Taghyir dan Amal Manusia

Apakah taghyir (perubahan) terjadi pada daerah yang dikuasai manusia? Lalu apakah manusia bisa memutuskan waktu dan tempat taghyir? Jika waktu berkepanjangan dan belum terjadi taghyir, apakah itu berarti kesalahan para aktivisnya? Ataukah taghyir itu ada pada daerah yang menguasai manusia? Jawaban oleh Syekh ‘Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah.

Selengkapnya

Share

[Tanya Jawab] Hukuman Syar’i di Bawah Sistem Positif Buatan Manusia

Apakah seseorang harus menunggu kembali tegaknya Khilafah untuk meminta hukuman mati? Taruhlah bahwa seseorang hidup di bawah negara sekuler dan ia melakukan dosa yang wajib dijatuhi hukuman mati sesuai hukum-hukum syarak. Jika ia ingin diterapkan hukuman terhadapnya, apakah termasuk syar’i ia meminta penerapan hukuman padanya, sebagai contoh, dari orang-orang yang bisa dipercaya?

Selengkapnya

Share

[Tanya Jawab] Membaca Al-Fatihah dalam Salat Berjemaah dan Ikhtilat Saat Kunjungan Keluarga

Pertanyaan pertama tentang hukum membaca Al-Fatihah oleh seseorang yang salat di belakang imam. Pertanyaan kedua tentang aturan syariat saat kunjungan keluarga atau kerabat dalam merayakan hari raya (id) dan dalam kesempatan lainnya.

Selengkapnya

Share