Oleh: Syekh ‘Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah
Muslimah News, TANYA JAWAB – Tanya:
Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Setelah diutusnya Muhammad saw., apakah orang yang tetap dalam agama Yahudi atau Nasrani termasuk penghuni surga? Apa nasib orang yang belum sampai kepadanya risalah Muhammad dan mereka menyembah berhala atau makhluk-makhluk yang lain? Seandainya dijelaskan di dalam jawaban atas perbedaan yang disebutkan.
Berilah jawaban kepada kami semoga Allah melimpahkan keberkahan kepada Anda. (Asy-Syekh ‘Ashim al-Ja’bari)
Jawab:
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.
Anda bertanya tentang ahlul fatrah, berikut ini penjelasannya.
1- Di awal harus ditegaskan bahwa orang Yahudi dan Nasrani adalah kafir. Demikian juga para penyembah berhala dan semua orang yang menyembah sesuatu selain Allah, mereka semuanya adalah kafir. Muslim adalah orang yang beragama dengan agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw.. Orang kafir adalah orang yang beragama dengan selain agama Islam, yaitu orang nonmukmin dan nonmuslim. Allah Swt. berfirman,
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ
“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS Ali Imran [3]: 19)
Allah Swt. berfirman,
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ
“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya.” (QS Ali Imran [3]: 85)
Orang nonmuslim adalah kafir dan jika ia mati, kekal di neraka. Sama saja dalam hal itu antara orang penyembah berhala, orang Yahudi, Buddha, Nasrani, dan komunis, semuanya adalah kafir dan semuanya nonmuslim dan nonmukmin, dan mereka kekal di neraka pada hari kiamat. Ayat-ayat Al-Qur’an telah mengafirkan setiap orang yang tidak beragama dengan Islam dan menilai nonmuslim adalah kafir, tanpa perbedaan di antara satu orang kafir dengan kafir yang lain. Allah Swt. berfirman tentang orang Nasrani,
لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَآلُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya Allah itu ialah Al-Masih putra Maryam.’” (QS Al-Maidah [5]: 17)
Allah Swt. berfirman,
لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, ‘Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga.’” (QS Al-Maidah [5]: 73)
Allah Swt. berfirman tentang ahlulkitab yaitu orang Yahudi dan Nasrani,
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللّهِ
“Hai ahlulkitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah?” (QS Ali Imran [3]: 70)
Tentang orang kafir antara orang musyrik dan ahlulkitab sama saja.
مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلاَ الْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍ مِّن رَّبِّكُمْ
“Orang-orang kafir dari ahlulkitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu.” (QS Al-Baqarah [2]: 105).
Allah Swt. berfirman,
لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ
“Orang-orang kafir yakni ahlulkitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata.” (QS Al-Bayyinah [98]: 1)
Allah Swt. berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahlulkitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam.” (QS Al-Bayyinah [98]: 6)
Ketika Rasul saw. mengusir orang Yahudi Bani Nadhir, turun firman Allah Swt.,
هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِن دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ
“Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama.” (QS Al-Hasyr [59]: 2)
Nas-nas ini dan yang lainnya menunjukkan bahwa orang Yahudi adalah kafir, orang Nasrani adalah kafir, dan orang musyrik adalah kafir. Mereka semuanya nonmukmin dan mereka semuanya di neraka.
2- Kami telah mengeluarkan pada 18 Ramadan 1439 H-03 Juni 2018 M Jawab Soal Seputar Ahlul Fatrah. Di antara yang ada di Jawab Soal tersebut sebagai berikut,
[… orang-orang yang mereka antara diutusnya Rasul saw. dengan diutusnya para nabi sebelumnya (yakni ahlul fatrah), mereka selamat karena belum disampaikan risalah kepada mereka. Ini jika mereka musyrik atau belum mengikuti risalah. Adapun ahlulkitab maka mereka sebelumnya telah mengikuti risalah kemudian mereka ubah. Mereka telah mengikuti rasul-rasul dan kepada mereka telah disampaikan risalah, kemudian mereka ubah. Oleh karena itu, mereka tidak dinilai termasuk ahlul fatrah. Demikian juga orang-orang kafir arab, mereka tidak dinilai termasuk ahlul fatrah. Kepada mereka telah disampaikan Islam. Lalu bagaimana dengan orang-orang kafir yang hidup di tengah kaum muslim? Ahlul fatrah adalah orang-orang yang belum disampaikan dakwah kepada mereka. Selain mereka, maka bukan termasuk ahlul fatrah]. Selesai.
Jelas dari jawaban ini bahwa ahlulkitab baik orang Yahudi dan Nasrani yang mereka mengubah agama para nabi mereka, mereka tidak dinilai termasuk ahlul fatrah dan mereka tidak selamat sampai sebelum diutusnya Nabi saw.. Lalu bagaimana setelah diutusnya Nabi saw. dan mereka mengetahui risalah beliau?
3- Berkaitan dengan orang Yahudi dan Nasrani yang masih mengikuti agama mereka setelah diutusnya Rasul saw. seperti yang ada di dalam pertanyaan, maka tentang mereka telah ada nas yang jelas dari hadis Nabi saw. yang dikeluarkan oleh Imam Muslim di dalam Sahih-nya dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw., beliau bersabda,
«وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ»
“Dan demi Zat yang jiwa Muhammad ada di tengan-Nya, tidak seorang pun dari umat ini baik Yahudi dan tidak pula Nasrani yang mendengar aku kemudian ia mati dan tidak beriman dengan apa yang aku diutus dengannya, kecuali ia termasuk penghuni neraka.”
Jelas dari hadis yang mulia ini bahwa orang dari kalangan Yahudi dan Nasrani yang tidak mengikuti Muhammad saw. setelah diutusnya beliau, mereka bukan termasuk orang yang selamat, tetapi termasuk penghuni neraka.
4- Adapun yang Anda tanyakan mengenai penyembah berhala dan penyembah makhluk-makhluk lainnya yang belum sampai kepada mereka risalah Nabi Muhammad saw., maka kami menjauhkan kemungkinan adanya di muka bumi ini orang yang kepadanya belum sampai risalah Islam. Dunia telah menjadi berdekatan seperti satu kampung kecil. Apa yang terjadi di bagian timurnya diketahui oleh penduduk bagian barat dalam hitungan sesaat berkat perkembangan luar biasa dalam komunikasi. Islam telah menjadi pembicaraan manusia di semua tempat, di negara-negara besar dan negara-negara pengikutnya yang memerangi Islam di bawah nama “terorisme”. Para pemimpin dan para politisinya menyebutkan Islam dalam ucapan harian mereka. Sebagaimana juga dibuat program seputar Islam dan Nabi Islam saw..
Kemudian kaum muslim tersebar di seluruh dunia dan bergaul dengan nonmuslim. Orang-orang Buddha, Hindu, dan Sikh mengenal Islam dan kaum muslim. Para penyembah berhala di Afrika, mereka mengetahui Islam. Oleh karena itu, sebagaimana yang kami sebutkan, kami menjauhkan kemungkinan adanya di muka bumi orang yang belum mendengar Islam dan belum sampai kepadanya dakwah Islam.
Namun, jika pun kita asumsikan adanya orang yang belum sampai kepadanya dakwah Islam pada masa kita ini di antara penyembah berhala atau penyembah makhluk-makhluk lainnya, di antara orang-orang yang tidak mengikuti risalah Nabi, maka mereka mengambil hukum ahlul fatrah dan mereka tidak diazab disebabkan mereka tidak mengikuti risalah Muhammad saw. sebab mereka tidak mengenal Islam dan tidak mendengar Islam dan tidak pula Rasul saw.. Hal itu karena firman Allah Swt.,
وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولاً
“Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS Al-Isra’ [17]: 15)
Ini karena firman Allah Swt.,
لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ
“Agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu.” (QS An-Nisa’ [4]: 165)
Namun, saya ulangi, dijauhkannya kemungkinan adanya seorang pun yang belum sampai kepadanya dakwah Islam. Meski demikian, jika sebagai asumsi, maka ia termasuk ahlul fatrah.
Ini yang saya pandang dalam masalah ini. Wallahualam. [MNews/Rgl]
Foto sampul: iStock
