Muslimah News, TOKOH BICARA — Para tokoh muslimah memberikan pandangannya terkait pentingnya kembali kepada hukum-hukum Allah Swt., terutama setelah terjadinya bencana dalam acara Isra Mikraj 1447 H bertema “Dari Langit ke Bumi, Solusi Islam atas Bencana”.
1. Lisnidar Adnan, M.Pd. (Tokoh Ormas, Ketua BKMM)
Yang menjadi pangkal bencana Sumatra adalah kerusakan yang dilakukan oleh manusia sesuai dengan QS Ar-Ruum: 41. Solusi Islam sangat gampang sebenarnya, yaitu kita kembali kepada aturan-aturan yang sudah ditetapkan di dalam Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah saw.. Misalnya, kalau penebangan pohon dilakukan dengan aturan yang benar, sesuai dengan perintah agama, insyaallah kita akan selamat. Namun, karena manusianya tidak memperhatikan hal tersebut, terjadilah bencana.
Untuk itu, kita harus memilih pemimpin yang bisa menegakkan Khilafah, yang memimpin negara ini sesuai aturan Allah Swt.. Namun, hal ini tidak bisa dilakukan sendiri, harus berjemaah, bersama-sama berjuang, dan jangan berhenti hingga tercapai cita-cita berdirinya Khilafah.
2. Ustazah Nina Nurdiana Umar Jaidi (Mubaligah)
Pangkal terjadinya bencana mutlak keserakahan. Akal sehat menjadi hilang karena tertutup oleh materi, orang serakah tidak pernah merasa cukup.
Solusi Islam adalah kembali kepada aturan Allah Swt.. Allah telah memberikan caranya di dalam Al-Qur’an dan hadis. Kalau kembali kepada aturan Allah Swt., maka semuanya akan rapi, indah, dan insyaallah baldatun toyyibatun wa robbun ghofur akan tercapai.
Agar ini bisa terwujud, harus bersama-sama, berjuang bareng, berusaha mencerahkan umat, mendakwahkan karena bisa jadi banyak yang belum mengerti bahwa Islam itu bukan hanya salat, puasa, zakat, dan haji. Padahal, Islam itu luar biasa. Untuk itu, ayo mencerahkan umat agar umat mengerti bahwa Islam itu mengatur semua kehidupan.
3. Ustazah Shobah Haris (Pegiat MT)
Pangkal bencana ini sebagaimana yang dikabarkan oleh Allah Swt. dalam QS Ar-Ruum: 41 bahwa telah terjadi kerusakan di darat dan di laut akibat ulah tangan manusia. Sifat serakah menjadikan manusia berbuat zalim terhadap bumi ini, mengambil hasil bumi secara brutal. Akibatnya, Allah Swt. memberikan peringatan, berupa bencana.
Solusi mengatasinya, tidak ada cara lain, kecuali kita kembali kepada petunjuk Allah Swt., bertobat, dan memperbaiki segala kerusakan ini dengan ketaatan. Insyaallah Allah Swt. akan memberikan pertolongan dan mengembalikan bumi ini menjadi baldatun toyyibatun wa robbun ghofur.
Seluruh lapisan umat Islam, khususnya, mestinya bersegera mengambil peran dalam menegakkan hukum-hukum Allah Swt., syariat Allah Swt. yang mendatangkan keridaan Allah Swt.. Sebagai ibu rumah tangga, sesuai kapasitasnya, mendidik anak-anak, memberikan pemahaman dan pengetahuan sehingga bisa menjadi manusia yang adil, abdullah, dan khalifatullah yang menjaga bumi ini. Dengan begitu, tidak ada lagi bencana akibat ulah manusia yang menimbulkan musibah bagi banyak manusia.
4. Aida Fitria Hamdani (Ketua PK HIMI STAI Jakarta)
Pangkal bencana Sumatra adalah sistem kapitalisme yang merupakan ideologi keserakahan. Lahan dan hutan tidak lagi dipandang sebagai penyeimbang ekosistem, melainkan sebagai aset yang harus dikonversi menjadi uang, misalnya hutan dibabat menjadi kebun sawit dan pertambangan.
Dalam pandangan Islam, hutan dan sumber daya alam adalah amanah yang harus kita jaga, bukan sekadar komoditas. Hutan harusnya dikelola negara untuk rakyat, bukan dieksploitasi untuk segelintir orang. Untuk mewujudkan hal tersebut, kita mesti menyadarkan umat untuk kembali kepada syariat Islam.
5. Dr. Rita Yuliana, M.Si. (Akademisi)
Bencana terjadi akibat kesalahan manusia. Dalam hal ini, tentu dari yang berkuasa yang kemudian dikendalikan oleh sistem rusak, sistem kapitalisme. Negara tidak dijalankan dengan menggunakan sistem dari Allah Swt.. Akibatnya seperti ini, salah satu yang terjadi adalah penyalahgunaan hukum.
Padahal, dalam Islam, semua itu sudah diatur. Kekayaan alam dikelola untuk kepentingan rakyat. Namun, saat ini, dengan terjadinya bencana, justru banyak sekali rakyat yang jadi korban. Untuk itu, kita harus bersama-sama berusaha dan berjuang menegakkan kembali Islam, tentunya dengan menerapkan hukum-hukum Allah Swt. yang akan menjadikan rakyat sejahtera, aman, dan terhindar dari perilaku akibat kapitalisme.
6. dr. Waode Mariyana, Sp.OG. (Praktisi Kesehatan)
Pangkal dari bencana Sumatra adalah pengaturan sistem lingkungan dan ekosistem yang tidak ditangani oleh ahlinya, tidak sesuai dengan syarat dari syariat Islam. Lahan-lahan dikuasai oleh para kapitalis, segelintir pemilik sahan, dan segelintir penguasa. Seharusnya, lahan-lahan tersebut digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat.
Solusinya adalah pengaturan kehidupan kembali kepada syariat. Negara harus kembali taat pada hukum-hukum syariat karena itu buatan Allah Swt., bukan manusia. Ketika kembali kepada hukum Allah Swt, termasuk dalam tata kelola daerah, pertanian, kehutanan, perikanan, kelautan, dan lainnya, maka itu solusi sehingga tidak akan terjadi masalah akibat alam dikelola manusia yang serakah.
Untuk bisa mewujudkannya harus kembali pada kekuatan sistem, yakni Khilafah. Ketika Khilafah tidak ada, ini sebenarnya lebih besar dari bencana alam itu sendiri.
7. Dhanny Erawan (Pengusaha)
Pangkal dari bencana Sumatra sangat kompleks, tetapi ini akibat kita keluar dari tatanan aturan Allah Swt. sehingga harus kembali melaksanakan syariat Islam, termasuk dalam penerapan hukum negara.
Oleh karena itu, perlu langkah nyata. Harus ada penyamaan persepsi mengenai pentingnya kembali mengaplikasikan syariat Islam di semua lini kehidupan. Kemudian, istikamah dan berdoa. [MNews/RA]
